Pak Tisna sedikit terdiam, dia melirikku dengan tatapan yang berbeda, lalu tak lama kemudian, dia mulai berkata kembali. "Coba kamu pikir, apakah dia rela bekerja seperti ini hanya karena mengkuliahkanmu sampai lulus saja?" tanya Pak Tisna kepadaku. "Kalau itu aku, aku tidak akan m
*** Ketika aku tiba di parkiran rumah sakit yang megah dan modern itu, sedan hitam yang biasa dikendarai oleh Dayat sudah terparkir di parkiran belakang. Namun disana, Pak Dayat tidak sendirian, di sampingnya berdiri Bu Rina yang nampak sedang berbincang serius pada saat itu. Dari gestur Bu Rina,
Suasana sepi dan senyap langsung menyergapku, mengingatkanku bahwa kini aku sendirian di tempat ini. Jaket A Ardi masih menggantung di belakang pintu, sepatunya yang lusuh masih tergeletak begitu saja di dalam rak, dan semua barang miliknya seolah-olah masih menunggunya pulang. Hal itu kembali men
Aku baru saja sampai kampus ketika lima menit lagi mata kuliahku dimulai, rasa kantuk dengan tubuhku yang pegal-pegal terasa di sepanjang jalan ketika Dayat mengantarkanku di pagi itu. Aku berterima kasih kepada Dayat karena dia sudah mengantarkanku ke tempat ini, Dayat hanya berpesan, kalau aku ha
ramrame2307 cek perbabnya gan, kayaknya ga lompat2 deh, di atur balasan di threadnya jadi yang terlama dulu dan jangan terbaru dulu, biar ga pusing
itu bagian 4 baru ane upload gan, updatenya tiap senen dan kamis, di cek aja ya kalau ingin baca langsung tanpa nunggu, itu ada linknya di postingan ane gan, di klik aja
Hal itu seketika membuat nafasku sesak, dan ketika aku bisa melihat kembali dengan cahaya senter redup yang terjatuh ke lantai. Ada sebuah wajah yang menyeramkan muncul tepat di hadapanku, wajah itu sangat-sangat dekat, sehingga aku bisa merasakan hawa dingin yang luar biasa dari dalam tubuhnya.
Aku baru mengetahui, bahwa rumah sakit itu bisa semenyeramkan ini, apalagi ketika rumah sakit itu terbengkalai dan tidak berpenghuni seperti yang aku masuki sekarang. Tidak ada manusia selain aku dan Pak Tisna yang kini entah kemana? tidak ada jejak darinya di dalam rumah sakit ini, dan aku kini
Lalu, setelah itu, secara tiba-tiba suara dari tangan itu lenyap, bahkan tarikan dari pintu loker itu menghilang, bersamaan dengan hilangnya suara tiang infus yang diseret oleh sosok itu. Aku kembali terdiam, aku masih belum mau membuka pintu loker ini hingga benar-benar aman. Aku hanya ingin dia
Kini, aku hanya bisa terdiam, di sebuah lobi rumah sakit yang kini aku jaga. Pintu lobi yang tadi terbuka, kini mendadak tertutup secara perlahan, dan itu adalah hal yang tidak masuk akal menurutku. Entah karena pintunya macet? atau tidak bisa dibuka dari dalam? namun yang pasti, aku kini sendiria
Rasanya sangat aneh, jika tiba-tiba kakakku ditemukan meninggal di rumah sakit yang terbengkalai ini secara tiba-tiba. Sebenarnya apa yang terjadi? apakah ini berhubungan dengan aturan ini? atau ada sesuatu yang lain yang membuat dia kehilangan nyawanya? Aku hanya bisa terdiam sambil menatap cata...