Waktu semakin larut, entah jam berapa sekarang. Malam terasa panjang ketika kabut merah ini menutupi desa. Bahkan mungkin saja, kabut merah ini tidak akan berganti lagi sekarang. Rumah-rumah, bangunan juga suasana yang sangat berbeda terlihat sangat menyeramkan. Seperti suasana ini bukanlah suasan
Bapak yang berdiri di tepi jurang yang merupakan pintu masuk kampung terlihat sangat pasrah. Dia sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk hidupnya kini. Dia sadar, ada yang harus dia korbankan, agar desa ini bisa bertahan di lima puluh tahun kedepan. Pak Kades dengan anak gadis satu-satunya,...
Wangi-wangi dari dupa berbagai bentuk dan rupa dinyalakan, ruangan yang tertutup itu kini penuh asap dupa dengan wanginya yang menusuk. Sesajen yang seharusnya dipakai untuk hal-hal baik kini dipakai sebagai persembahan agar GUSTI bisa datang ke hadapan mereka. Kopi hitam, bunga tujuh rupa, kelapa
“Kang, apakah semua persyaratannya sudah siap?” “Kalau sudah, coba kumpulkan di depan!” Tap, tap, tap, Tap, tap, tap, Terdengar secara perlahan, suara-suara gaduh dari orang-orang yang muncul secara tiba-tiba entah darimana. Orang-orang itu tampaknya sedang berlarian kesana kemari sibuk m...
updatenya bakal ada jeda ya soalnya lagi ga enak badan eung, Darting sayah kurang tidur nulis mulu tiap shubuh ahahaha
Aku benar-benar tak kuasa menahan tangisku ketika aku melihat kondisi Bapak yang seperti itu, Bapak yang seharusnya sehat dan bugar kini terduduk lemas dengan banyaknya luka disana. Entah siapa yang tega membuatnya hingga seperti ini, Bapak tampaknya sudah terlihat sangat pasrah atas keadaanya seka
Brttt Sebuah cahaya akhirnya muncul, cahaya tipis api dari sebuah kayu bakar yang dilapisi oleh sebuah kain lap yang ada di dapur. Aku sedikit bersyukur sekarang, karena kompor yang ada di dapur masih bisa menyalakan api pada saat itu, sehingga aku mencari cara agar aku bisa membuat obor sederhana
Sebuah bangunan yang terlihat tua kini terlihat olehku dari kejauhan. Aku terus-terusan berlari setelah mendengar suara minta tolong yang mungkin saja itu adalah mahluk yang akan menyergapku dari dalam kabut. Kabut merah yang masih menutupi malam, tidak serta merta menghalangi pandanganku secara
Drap Drap Drap Terdengar sebuah langkah kaki seseorang yang sedang berlari di sebuah lorong panjang sehingga suaranya menggema ke setiap sudut kelas yang ada disana. Nafasnya yang sudah terengah-engah membuat langkah kakinya sedikit melambat, tapi dia tidak menghentikan langkah kakinya di dalam
“Si-siapa kamu?” Aku tiba-tiba tertegun ketika melihat sosok itu, seorang anak muda yang tidak aku kenal tiba-tiba muncul dihadapanku pada saat ini. Dia tersenyum ramah kepadaku, aku pun yang melihatnya berdiri tepat di hadapanku merasa, bahwa pemuda ini adalah manusia tanpa ada sedikitpun ke...
Haaaaa “Aku benar-benar tidak mengerti, kenapa hal ini terjadi. Semua yang aku cari ternyata berujung kepada diriku sendiri.” “Tentang kampung,” “Tentang terror ini,” “Tentang sebuah kenyataan akan kebahagian juga semua kekayaan yang keluarga kami miliki selama ini.” Aku hanya bis...
Brrrrr! Tubuh Mang Ayep tiba-tiba menggigil kedinginan, tepat ketika dirinya mendengar sebuah suara yang muncul secara tiba-tiba dekatnya. Padahal, ketika pintu besi itu dibuka, Mang Ayep tidak melihat siapapun yang masuk, yang ada hanyalah angin yang berhembus dengan kencang. Tapi meskipun Mang
Aku kini ditinggal sendirian lagi di tempat ini. Mang Ayep tampaknya pergi kembali menjemput seseorang yang mungkin saja itu adalah orang-orang yang akan mengeksekusiku pada malam ini. Mereka yang Mang Ayep jemput adalah orang-orang yang tahu akan kebenaran tentang desa ini, dan akan membuatku men
Ada sebuah cerita, tentang sebuah makhluk penjaga, yang akan selalu menjaga manusia dari marabahaya. Makhluk itu bisa melakukan banyak hal. Membuat orang-orang yang bersinggungan dengannya mempunyai kekayaan yang berlebih, mempunyai jabatan yang bagus, mempunyai keahlian yang mumpuni. Bahkan, makhl
Mataku tiba-tiba terbelalak, tepat ketika Mang Ayep mengatakan tentang jalan keluar dari semua ini. Aku benar-benar tidak percaya atas apa yang dia katakan, sebuah jawaban yang sebenarnya sangat sulit aku realisasikan. Aku benar-benar tidak mengerti, apakah jawaban dari mimpiku itu memang ada hubun
Suasana yang awalnya begitu gelap, kini secara perlahan-lahan berubah ketika aku membuka mata. Nyut Nyut, Rasa sakit di pipi dan rasa pusing di kepala membuatku sedikit menyeritkan dahiku pada saat itu. Kulihat, samar-samar tampak seseorang sedang tersenyum kepadaku dengan cahaya lampu minyak yan
Sebuah lorong yang biasanya dipakai oleh para siswa dari tiga tingkatan, kini mendadak menyeramkan untuk ditelusuri olehku sendirian. Lorong itu lurus dan bercabang di beberapa tempat, bersamaan dengan sebuah taman kecil yang memanjang di sisi kiri dan kanannya, sebelum nantinya ada sebuah lorong