kalo si joko yang rapat soal beras mah, paling percakapan rapatnya simple dan sederhana, joko : jadi beras itu berasal darimana? dijawab sendiri sama dia : ya dari pohon beras lah, he he he dikoreksi peserta rapat : beras itu berasal dari padi, pak joko : itu masalah sepele, berasnya saja tidak
barangkali ada yang merasa juga, bahwa terjadi lagi kemerosotan nilai, dulu pemerintahlah yang biasanya membungkam rakyat, sekarang sesama rakyat saling bungkam membungkam, demi membela sesuatu yang sama-sama kita tidak tahu. sebenarnya jauh di atas persoalan joko, ahok, jasmev, dll, ada sesuatu
Tumben lu rasis, biksu:cool Ane juga tidak mau reklamasi sebenarnya, contohnya saja di bali Pemain reklamasinya ya memang orang2 itu saja ya Ok, ane tidak rasis ya disini, tidak menyebutkan apa2:bettys tuhan tidak menciptakan segala sesuatunya itu sia-sia, ada alasan kenapa setiap ras atau
agan ts punya masalah yang sama dengan saya, tapi masih lebih ringan, soalnya masalah ketampanan saya sudah kronis akut, pernah saya lagi makan sop kambing di mal, di sebrang ada ibu muda cantik pake hot pants sama bayinya di kereta dorong, kita liat-liatan, selang beberapa menit, dia berdiri teru
itu koruptor-koruptor yang ketangkep, mereka cuman ikan-ikan teri doang, cuman curut-curut kelas tempe, cuman korban politik, kambing hitam, atau bahkan beberapa cuman sebagai tumbal persembahan kepada rakyat supaya rakyat tetep yakin bahwa proses pemberantasan korupsi itu berjalan, itu yang ditan
Berarti lebih kasian panasbung dong, ketipu koar2 macan asia taunya ga berbatang:berdukas Mana rata2 ngondek lg:berdukas iya, panasbung lebih kasian. (terima kasih kepada fanny fanila seorang jasmev yang tobat yang telah membagi tips menghadapi panastak)
ini salah satu misi ahok diselipkan di bangku pemerintahan, dari pencalonan wagub dulu sudah pada tahu orang-orang yang mata dan hatinya melek, panastak doang yang gak tau soalnya suka merem, mungkin memang karena kalo ketawa pada merem, kebanyakan ketawa jadi gak bisa ngeliat apa-apa.
Jadi ini salah jokowi jg dong tong?:malu: ada relevansinya, pendukung joko adalah orang-orang yang menilai kulit luar semata (pencitraan media), dan si joko juga memanjakan panastak dengan pencitraan-pencitraan kulit yang penuh kepalsuan, sehingga kebodohan panastak yang suka menilai kulit lua
sekarang orang yang diteriakin begal digebukin, nanti akan ada masa di mana orang yang diteriakin panastak langsung digendong rame-rame dan dilempar ke gorong-gorong.
coba ah nanti iseng kalo di jalan ngeliat orang pake baju kotak-kotak khas pendukung joko, biar digebukin, hehe (hehe) hehehe
kasihan g punya anak gan... g ada yg ngerawat di usia senja... :mewek bagus, berarti kamu bukan panastak, soalnya panastak biasanya hanya menilai kulit luar saja. misalnya materi dan penampilan.
kasihan gan :mewek kenapa kasihan? hidup dia tidak ada beban, tidak banyak yang harus dipertanggungjawabkan, beda sama saya, ketampanan saya sudah terkenal di kalangan kaum hawa, sehingga sering saya pakai untuk memanfaatkan wanita, ketampanan saya malah jadi beban buat saya, dan tanggung jawabnya
ini bisa jadi kamuflase yang menarik bagi para jomblo dengan cubit-cubit leher sendiri sampe memerah supaya dikira digandrungi wanita. abis itu dengan bangganya pergi ke sekolah atau ke kampus pake kaos yang lehernya terbuka lebar. biasanya kaum panastak yang suka begini.
kabar baik ini, anak-anak indonesia memang banyak yang berbakat sepak bola, bagus sekali kalo ternyata manchester united buka cabang di indonesia, mudah-mudahan dana dari pemerintah tidak ditunda-tunda.
andai tidak ada peluru di dunia, perang pasti lebih bermartabat karena menyakiti orang jauh lebih sulit dari dekat, ketika kita menatap mata dan wajahnya lebih ada rasa sesal di dada ketika menusuk orang dari dekat dengan pisau, ketimbang menembak orang dari jauh dengan rudal segala kemajuan jama
joko dan panastak model fadjroel dan olga lidya, daripada nonton film knowing, lebih baik nonton film cloud atlas, biar pinteran dikit dan gak banyak berbuat bodoh.
nyamuk saja bisa membedakan manusia busuk mana yang harus digigit, tapi panastak dari dulu masih saja ketipu terus sama junjungannya, tidak bisa membedakan baik dan buruk, panastak ternyata lebih rendah dari nyamuk derajatnya.
perempuan mau apa sih? nyetir aja kelabakan, perempuan itu tidak sadar apa ya, bahwa mereka sudah diberi peran yang sangat agung dan tinggi derajatnya, yaitu membesarkan anak. sejak kapan membesarkan anak dianggap kuno? sejak kapan perempuan jadi menentang kodratnya. generasi semakin tahun semaki
perempuan lebih banyak berprestasi di sekolah daripada laki-laki, itu karena perempuan nggak banyak pikiran waktu kecil, jadi bisa fokus belajar, sementara laki-laki sejati, sejak kecil sudah banyak pikiran, sudah berpetualang mencari jati diri, laki-laki sejati paham bahwa ilmu yang hakiki itu tid