perlu diusut juga soal keuangan sih, biasanya dalam pembangunan pesantren, para santri disuruh buat minta-minta, siapa tahu duit buat sewa kuli jawa diembat dan santri dijadiin kuli supaya "ngirit".
si cewek melakukan open bo karena terdesak ekonomi, dan oleh karena itu si cowok sempat mau bunuh diri, tapi begitu dapat duit malah dipake rokok plus judi.
berarti rakyat salah cari nafkahnya, kalo mau cari nafkah tapi gak mau jadi lulusan s1, ikut aja jadi capres.
rizkync108 sebetulnya saya mau menggarisbawahi komenan ente yang gak konsisten, cuman yaudah lah, ente sendiri juga lupa.
"Makanan bergizi gratis itu bukan soal siapa mampu atau tidak, tapi soal memastikan anak-anak tumbuh sehat dan cerdas tanpa terkecuali. Karena masa depan bangsa tergantung dari kualitas SDM-nya, bukan dari latar belakang ekonominya," tulis akun @gilangramadhan. buat orang yang bisa dibila
"Di mana konten itu sebetulnya masih masuk ambang yang diperkenankan oleh pemerintah" gak guna jir. misal masih ambang toleransi pemerintah memangnya kenapa? yang menentukan jadi dibeli atau tidak itu konsumen, jadi kalimat yang ada di kutipan tersebut memang gak jelas, kayak beralasan ta
memang sudah takdir, tapi gak begitu cara mainnya,, dari kejadian ambruknya ponpes, harus ada juga orang yang ditakdirkan untuk kena proses hukum.
https://dl.kaskus.id/media0.giphy.com/media/v1.Y2lkPTdhOTdkZTAwZnJrOW5kaGpreW0xYmV4bWVyMGV5NWtqeHFzMXE0NTQxNmRyNjd0ciZl cD12MV9naWZzX3NlYXJjaCZjdD1n/dyL2RG21cBNmalqz8M/giphy.gif
jadikan polisi pekerjaan kontrak, tiap tahun perbarui kontrak baru, yang punya reputasi jelek auto gak bisa ikut lagi. eh, tapi malah jadi ladang korupsi baru wkwkwk
bisa dibilang tidak ada itikad baik dalam memperbaiki. misal pihak SPPG tersebut merasa salah, harusnya tahu diri, bukan malah main intimidasi seolah ada suatu hal (bahan) berbahaya yang ingin ditutup-tutupi, kalo dia beritikad baik gak mungkin dia berusaha menutupi kesalahan apalagi memakai tind...
rizkync108 kalo dipikir-pikir memang rasis sih, kurir tersebut menyamaratakan karakter berdasarkan etnis. dalam kasus ini kurir tersebut menyamaratakan dalam hal yang positif, padahal tidak semua china berkarakter positif.
"Razia mendadak ini menyoroti kendaraan yang beroperasi di Sumut tetapi masih menggunakan plat luar daerah." btw jenis kendaraannya apa? kalo misal bis antar provinsi sih wajar kalo kepemilikan aceh tapi beroperasi juga di sumut, tapi kalo angkot gak wajar.
gak rasis sih, itu cuman stereotip. malahan kurir tersebut menilai tinggi china, kurir berpikir jika orang china itu tidak akan pernah mungkin jadi pencuri.
ibu penjual warung panik dan teriak maling (wajar), dan akhirnya RH pun dikerumuni masa, dan seperti biasa, kebanyakan orang kalo ngumpul itu tolol, untung ada anggota dan akhirnya berhasil diamankan, karena uang yang dicuri 11 triliun eh 11 ribu, si pemilik warung pun akhirnya memilih jalan dama...
"Sebab tidak semua siswa mual, hanya di satu sekolah saja. Padahal, dari 22 lembaga yang ada di sini (Semboro), ada 18 lembaga yang sudah menerima MBG dan tidak ada masalah," ucapnya. kalo satu orang dari satu sekolah masih bisa masuk alasan kayak begitu, tapi ini kan satu sekolah dan yan