nggak heran pada doyan ke penang berobatnya. yang lumayan bagus (gedungnya) aja kayak begini kelakuannya.
pas cuan diam2 aja, pajak aja ogah bayar. pas susah, koar2 biar 1 negara tau semua & dikasihani. pasar kumuh, nggak ada sistem hidran & semprotan air, kebakaran, tapi doyan tumpuk stok di sana, memang nggak pantas untuk jadi kaya, otaknya nggak dipakai. pasar kumuh direnovasi, habis renovasi
kalau yang diuji cuma ron-nya, pasti sesuai. alat cek ron portabel cuma 4 jutaan, risiko terlalu besar kalau ngibul. tapi yang masalah itu karena harga beli mahal (ada korupsi), jadi mutu bensinnya minimalis sementara yang lain harga sama tapi ditambah aditif2 yang bagus. kalau soal buat mobil me...
nggak apa2 mau pensiun muda, beri kesempatan karir untuk orang lain artinya dari pada yang tua2 malah halangi karir yang muda2. asal... beneran sudah cukup duit buat pensiunnya, jangan malah masuk politik lalu korupsi.
kalau soal mutu sih standar lah dari tahun berapa juga. tapi masalah besarnya itu pengadaannya yang bermasalah. jadi yang lain dengan harga yg hampir sama bisa beri aditif yang bagus, yang ini karena harga belinya sudah mahal (karena di-mark up) jadi cuma bisa beri pewarna doang. ditambah di ting...
RK lagi ketawa2 di bdg... kalau gagal dapat yang bagus, minimal dapat yang ganteng lah biar terhibur.
yang percaya berita ini, fix bocil. nggak ada peran apapun dari godfather of nasbung, bapak perpecahan negeri ini yang cuci tangan pake trilogi film tipu2. itu semua terjadi karena kembalinya Rp ke nilai riil di waktu itu. sekarang nggak akan bisa karena memang nilai riil-nya segitu.
gajinya sih kecil, soalnya itu yang dipakai untuk patokan duit pensiun. tapi tunjangan2 & fasilitasnya yang buat THPnya miliaran.
pengamat abal2. nggak tau tata kelola korporasi. kalau yang kena kasus direksi holding, baru ahok ikut salah sebagai yang mengawasi. yang harusnya ditanya itu direksi holding yang jadi komisaris di anak usaha terkait.
bubarkan kemenBUMN kalau begitu & hapus juga holding2 BUMN. itu baru efisiensi. yang jadi direksinya juga harusnya orang2 yang memang berpengalaman & sukses di investment banking, bukan birokrat atau pengusaha biasa. lebih pas macam jonan atau teman2nya di bahana.
cocok jadi dosen atau peneliti. jadi pemimpin negara? jalurnya beda... paling pas urus negara itu dari latar belakang pengusaha sukses atau pengacara.