media massa ditinggal oleh pembaca/penonton karena cari narsum abal2 macam begini. stop making stupid people famous.
ngomongnya kayak yang gampang aja... kita sudah bermasalah dengan nikel & CPO untuk urusan dengan eropa. lagi aturan trump itu harus dibaca: resiprokal. nggak ada reaksi kalau nggak ada aksi duluan. kita yang duluan kenakan tarif & non tarif macam2 ke barang2 amrik. gampangnya, kenakan aja t
salahnya karena nggak beri pemberitahuan. bukan nggak boleh. kan ada wakilnya, jadi nggak ada masalah harusnya. masih manusia normal, berhak dong berlibur asal sesuai aturan & pakai duit pribadi.
saya kuapok ke puncak cipanas apalagi weekend. itu sebab sepupu ajak keluarga besar buat acara di vila dia di puncak, ditolak mentah2. salah dia sendiri investasi beli vila di puncak. apalagi kebanyakan sepupu saya tinggal di daerah pegunungan, nggak merasa perlu ke puncak cipanas. dari rumah kam...
langsung aja buat 0-5% tarif impor dari amrik. toh yang diimpor dari sana kebanyakan itu mesin & bahan2 kimia untuk produksi barang. jadi resiprokalnya juga maksimal 2,5%
semoga jadi pribadi yang jujur, setia, kerja keras, menyayangi sesama. jualan agama digoreng dadakan gurih2 nyoy...
pemimpinnya pensiunan ketinggalan zaman + anak magang, lalu isi tim anak magang semua. sama aja ngarep anak ssb ikut kualifikasi piala dunia senior & bisa lolos sampai putaran final.
uu perkimpoian sudah ga sesuai zaman. harusnya dimungkinkan nikah di notaris secara sipil aja. ini berlaku juga buat yang mau 'nikah' sejenis. bukan untuk urusan agama tapi perlindungan terhadap perempuan & anak. ini lebih penting dari semua dogma2 agama.
kades itu dipilih langsung rakyat juga, jadi nggak bisa diatur secara detil oleh kepala daerah karena sama2 langsung dipilih rakyat. kalau pemerasan itu tindak pidana, harusnya polisi yang bertindak.