mau aksi, korbannya juga dokter, jadi kalau bela tersangka sama aja dengan anggap korban itu nggak pantas dibela. serba salah...
terlalu memaksakan melibatkan sebanyak mungkin pihak, demi bagi2 bancakan juga, akhirnya malah buat kacau. harusnya kalau mau buat yang begini memang harus sistem komando, mega kitchen, standar yang ketat demi cegah keracunan & gizinya betul2 terkontrol.
ide lama yang ditentang para ahli di bidang terkait karena masalah persaingan. padahal di LN, dokter spesialis keluarga bisa kerjakan operasi caesar dengan mutu setara dokter kebidanan. di kita yang wilayah luas, distribusi tenaga kesehatan nggak bagus, ide ini tepat. kalau dokter ahli di dalam n...
dia mau jadi nugroho notosusanto jilid 2. zaman orba otak masyarakat sudah dirusak oleh sejarah versi dia yang ngaco. sekarang mau diulang lagi. 100 orang dicatut namanya, yang kerja paling 2-3 orang dengan 1 orang kurator yang buat framing.
pembinaan macam ini hanya bisa dilakukan di pusdik, sekolah calon tamtama/bintara/perwira, sekolah polisi, akademi angkatan/polisi atau komando pendidikan. di luar itu, nggak bisa. masalahnya, semua sudah punya agenda, nggak bisa seenaknya titip untuk dididik.
kalau keracunan massal, jelas dari makanannya, bukan karena nggak cuci tangan lalu makan pakai tangan. kuman yang ada di tangan paling buat diare, itu pun nggak instan, butuh waktu. tapi kalau keracunan, habis makan langsung kejadiannya. intinya sih, ini program dipaksakan pelaksanaannya, harusny...
menurut saya sih harusnya nggak perlu ada pasal penistaan agama. kalau mau lapor penghinaan, silakan, asal orangnya lapor langsung atau dapat surat kuasa dengan tanda tangan/cap jempol basah.
di mana2 tanya asli/palsu itu ke yang keluarkan barangnya lah... ngapain pakai forensik sementara yang keluarkan barangnya masih ada? kecuali ini barang prasejarah.
di beberapa negara eropa, minoritas walau nggak sampai 10% bisa menguasai secara resmi & nggak resmi. mereka sudah berguru ke sana, jadi walau pendatang itu minoritas di bali, dipikir bisa berkuasa juga sama seperti di eropa.
kan ini negara perwakilan, jadi kaya-nya sudah diwakili oleh para wakil rakyat. rakyatnya ya tetap miskin... https://s.kaskus.id/images/2025/05/05/6985987_20250505101510.png