ini bosnya don panggul beras... kalau relawan pas pilpres, wajar dapat posisi. yang nggak wajar itu kalau pas kontestasi itu musuh, tapi ngarep dapat jabatan & langsung disambar ketika diberi. itu orang nggak punya harga diri, pemburu jabatan. orang kayak ini justru nggak pas diberi jabatan.
negara itu rentenir terbesar di negeri ini. sudah minta pajak, kondisi deflasi pun malah cetak duit lebih banyak jadi secara riil inflasinya lebih tinggi dari yang tercatat. inflasi & pajak itu rentenir...
harga properti (tanah & bangunan) itu sedang stagnan beberapa tahun terakhir ini di banyak daerah. jadi nggak ada alasan untuk menaikkan PBB.
jangan dipilih lagi ketika mencalonkan diri. itu cara demokrasi. PBB naik itu nggak logis karena beberapa tahun terakhir ini properti sedang stagnan harga2nya.
LMK ini broker. jadi nggak bisa menagih tanpa surat kuasa dari pemilik hak cipta. kalau pemilik hak cipta sudah menggratiskan maka nggak ada hak untuk menagih. misal, suara burung harus bayar royalti, maka dia harus dapat surat kuasa dari burungnya. nggak punya? nggak bisa ditagih.
distribusi beras sekarang berantakan. tapi ini nggak akan diurusi selama masih ada beras di pasaran. cuma beras murah itu nggak bisa dimakan kering, harus dibasahi bumbu atau berkuah.
mereka memang butuh banyak tenaga kerja fisik. selama pengawasan imigrasinya kuat, nggak masalah. soalnya ke sana nggak bisa selamanya, ada masa kontrak. ke taiwan juga sama kok.
arahnya sudah makin kacau karena berpikirnya masih di era dia masih di akademi tentara. perang di masa kini sudah bukan perang infanteri, jadi ngapain buat banyak2 kodam? juga untuk sebar pasukan khusus, malah bahaya karena pengawasannya harus ketat. pengerahan pasukan khusus itu mudah, jadi lebi...
contoh orang yang ditahan itu buang2 duit negara. cocoknya yang kayak begini dilepas di ladang aja, disuruh kerja paksa.
lagi cara menghitung royalti-nya aja nggak jelas kok. cuma berdasar jumlah lagu ciptaan yang didaftarkan. jadi one hit wonder lalu ratusan lagu lainnya nggak populer pun nggak ada masalah.
saya beberapa bulan lalu terpaksa ke tamini karena tunggu dijemput. keliling selama 1 jam, nggak ada supermarket, nggak ada tempat yang lumayan layak untuk duduk2. foodcourt juga nggak jelas. jelas ini pengelolanya nggak mau gerak. mirip dengan poins, tapi ini masih tertolong ada supermarket.