kuhap ini parah, tahap penyelidikan sudah nggak ada bedanya dengan penyidikan, padahal jauh beda. selamat datang negara (penyalahgunaan) kekuasaan.
sarjana hukum kan sekarang punya 2 'cabang' gelar profesional: notaris & advokat. di amrik mau jadi hakim, jaksa & advokat itu lulusan doktor profesional kayak gelar dokter, di sini cocoknya gelar advokat. setelah itu pendidikan spesialisasi, sudah nggak perlu S2 atau S3 kecuali ya
apa ini saudaranya boboiboy? getah karet aja bisa dipakai untuk bahan bakar mesin diesel sederhana (bukan yang modern). tapi konversi jerami jadi bbm itu apa ekonomis? saya nggak yakin. belum lagi bensinnya apa memenuhi standar mesin modern untuk pemakaian jangka panjang? kalau dipakai 1-2 kali k...
mau dipaksa ikut 5 tahun baru dimusnahkan pun juga nggak pengaruh, wong kejadiannya sudah 15-20 tahun sebelumnya. lagi apa pentingnya berkas di KPU? cuma fotokopian semua.
tol cipali itu tol membosankan dengan lajur yang nggak nyaman. cuma banyak yang memaksa menyetir dengan kecepatan tinggi. jalur B kan artinya arah jkt, sudah hampir sampai cikampek.
jumawa ini sih. gizinya nggak jelas, cuma jadi program makan gratis berbasis proyek yang ujung2nya jadi mainan aparat berseragam. dia juga lupa bahwa tanpa membereskan hulunya untuk suplai bahan baku, program ini sudah buat harga bahan makanan jadi naik. ini belum termasuk sangat banyak pedagang ...
ahli gizi per definisi itu yang sekolah ilmu gizi, D3/S1. bahkan dokter yang S2/spesialis gizi aja bukan ahli gizi. tapi, untuk program makan gratis tanpa gizi ini, sebetulnya yang dibutuhkan itu sarjana/ahli teknologi pangan yang kuasai ilmu proses pengolahan pangan, gizi & sanitasi, termasuk HA...
di perkotaan sudah murah kok, unlimited (FUP 1 TB) mulai dari Rp 175 ribu. jangan lupa ada USO buat plat merah yang buat koneksi internet di kota2 kecil jadi mahal.
piwalkot solo jkw itu 2005, 20 tahun lalu. arsip 5 tahun sudah bisa dimusnahkan. lagi soal ijazah tinggal tanya ke kampusnya, benar nggak dia lulus dari sana? kalau benar, sudah nggak ada alasan buat pertanyakan soal ijazahnya.
piwalkot solo itu 2005, 20 tahun lalu. arsip 5 tahun sudah bisa dimusnahkan. lagi soal ijazah tinggal tanya ke kampusnya, benar nggak dia lulus dari sana? kalau benar, sudah nggak ada alasan buat pertanyakan soal ijazahnya.
whoosh itu PT, jadi kalau mau tanah ya harus beli, termasuk beli dari negara. karena kalau nggak dijual, itu pelepasan aset tanpa ada uang masuk kas negara jadi masuk ranah korupsi.
tinggal tanya ke kampusnya, dia lulus nggak dari sana? kalau kampusnya sudah nggak ada, tanya ke dikti untuk tingkat perguruan tinggi sih. dokumennya bukan yang asli tapi dia lulusan sana, itu bukan palsu.
bermasalah sejak awal karena jauh dari rencana awal yang sebetulnya bisnis properti. ini akibat bisnis properti di tiongkok runtuh.
kompetensi jadi yang utama di atas ijazah. kalau sudah nggak kompeten, ada ijazah pun nggak guna kok. asli/palsu itu tergantung yang menerbitkan. kalau kata yang menerbitkan asli, mau omong apa? itu logikanya. yang menuduh yang harus buktikan itu palsu & sampai sekarang gagal kok.
zaman orba, semua mayoritas serba jepang. akhirnya biaya ekonomi tinggi karena wajib pakai semua dari sana & harganya mahal. nggak kapok? kalau secara hitungan bisnis, jelas tiongkok lebih unggul tawarannya dibanding jepang.
solusinya: semua harus kuliah walau cuma D1 sekalipun. karena yang dilihat cuma ijazah terakhir. bahkan di mayoritas perusahaan cuma ditanya pendidikan di atas SMA aja.
solusinya: semua harus kuliah walau cuma D1 sekalipun. karena yang dilihat cuma ijazah terakhir. bahkan di mayoritas perusahaan cuma ditanya pendidikan di atas SMA aja.
bagus kalau swasta bisa melebihi negeri, karena negeri itu pasti nggak efisien. di amrik juga kampus2 top itu semua swasta.