koyowongjowo2 lonelylontong koyowongjowo2 lonelylontong Sebelum belajar tentang apa apa yang benar, maka sebaiknya belajarlah terlebih dahulu tentang siapa siapa yang benar. Dan sebelum belajar bagaimana untuk dapat melakukan segala sesuatu dengan benar, maka sebaiknya belajarlah terlebih dah
Kenalilah dirimu sendiri, Dengan mengenali sebaik baiknya isi hatimu sendiri Dan cintailah dirimu sendiri, Dengan mencintai sebaik baiknya isi hatimu sendiri Semakin baik, Kau kenali sebaik baiknya isi hatimu sendiri, Maka semakin baiklah dirimu. Dan semakin baik, Kau cintai sebaik baiknya isi
lonelylontong Ya gan segala sesuatu itu pasti ada awalnya dan segala sesuatu yang ada awalnya maka sudah pasti ada akhirnya. Dimana yang awal itu adalah yang akhir, Dan yang akhir itu adalah yang awal. Yaitu bila awalnya benar, maka akhirnya pun akan benar, begitupun bila akhirnya benar maka awa
greentea7 Bila, Agama (kehidupan beragama) itu adalah tentang Kebenaran. Maka, Pada awalnya yang ditetapkan itu adalah Kebenaran. Kesalahan itu ada, Karena Kesalahan itu tidak dapat menerima (tidak dapat membenarkan) terhadap Kebenaran. Kemungkaran/Kekafiran itu ada, Karena kemungkaran/ke
Bila bicara tentang Agama. Maka akan selalu ada peperangan (pertentangan). Dan peperangan (pertentangan) yang paling dasyat itu, akan selalu ada didalam setiap diri manusia itu sendiri, yaitu ada didalam akal pikiran, otak dan hati manusia. Dimana, Akal pikiran manusia itu bagaikan tanah, Yang ...
lonelylontong Ya bukan ranahnya dari pengetahuan (otak) diri pribadi untuk dapat menemukan Kebenaran Sejati. Mereka yang selalu membawa pengetahuan (otak) diri pribadi, maka mereka hanyalah mencari pembenaran atas pengetahuan dari diri pribadinya saja, bukan Pengetahuan atas Kebenaran yang sejati
Jika kita memahami Kebenaran itu, dengan mata dan telinga kita, maka kita akan menemukan teori dan dogma. Jika kita memahami Kebenaran itu, dengan akal pikiran kita, maka kita akan menemukan asumsi atau opini. Jika kita memahami Kebenaran itu, dengan otak kita, maka kita akan menemukan Pengetahua...
Sebelum belajar tentang apa yang benar, sebaiknya belajarlah terlebih dahulu tentang siapa yang benar. Karena hanya dari siapa yang benar, kita akan dapat belajar tentang apa yang benar. Dan sebelum belajar bagaimana untuk dapat melakukan segala sesuatu dengan benar, maka sebaiknya belajarlah te
Bila si Keburukan telah terbiasa memakai pakaian kebaikan, Maka si Kebaikan akan selalu dinilai buruk (akan selalu terfitnah) dengan pakaian apapun yang dipakainya.
Siapa yang dapat mengenali akan dirinya sendiri, maka dia lah yang dapat mengenali akan siapa yang menjadi pasangannya (Disini tidak akan ada perselingkuhan atau kemaksiatan). Dan siapa yang tidak dapat mengenali akan dirinya sendiri, maka diapun tidak akan pernah dapat mengenali siapa yang menjadi
"Pada awalnya, yang ada itu hanyalah Cinta dengan segala KemuliaanNya, yang membawa Kebenaran, membawa Kebaikan, membawa Kemenangan & membawa Kebahagiaan", berkata temanku. "Lalu kenapa ada kehinaan, ada kebencian, ada kesalahan, ada keburukan, ada kekalahan & ada penyesalan
masboy.design Pada manusia, Nafsu (setan) itu ada pada pikiran manusia. Dimana Nafsu itu; Menilai/menyukai sesuatu hanya dari apa yang ada dalam nafsunya (keinginan) saja. Semakin baik yang dilihat ataupun yang didengarnya (menurut nafsunya/opininya), maka akan semakin baiklah penilaiannya. P
masboy.design Ya gan hewan dapat melakukan itu semua karena masing masing kelompok hewan itu mempunyai nafsu dan naluri sebagai kodrat alamiahnya. Jadi semua yang terjadi pada hewan, semua itu sudah menjadi kodratnya (jalan hidupnya sebagai hewan) secara alamiah (sudah menjadi ketetapan alam yang
Hewan itu hanya dianugrahi dengan Nafsu & Naluri (Insting). Sedangkan Manusia itu, Selain dianugrahi dengan Nafsu & Naluri seperti hewan, Manusia itu juga dianugrahi dengan Cinta (Hati). Dimana Nafsu & Naluri pada hewan itu, Adalah hal yang baik, karena pada Hewan, Nafsu & Nalur
delia.adel Alhamdulilah, Keselamatan, Rahmat dan Berkah Allah atas Para Nabi dan Rasul Allah semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan (dihidupkan/dinyatakan), pada hari aku meninggal (dimatikan/dilupakan) dan pada hari aku dibangkitkan (di ingat/disapa) hidup kembali oleh seseorang ya
delia.adel Dan aku lebih memilih semua kebaikan itu (Kebaikan Para Nabi dan Rasul Allah) selalu ada didalam diriku (hatiku) agar Keselamatan, Rahmat dan Berkah Allah atas Mereka (atas Para Nabi dan Rasul Allah) itu selalu tercurah dan terlimpah atas diriku juga.
delia.adel Bagaimana aku dapat mengenali dan mencintai diri seserorang, apabila orang itu sendiri tidak pernah dapat mengenali dan mencintai akan dirinya sendiri. Diri sejati seseorang itu adalah apa atau siapa yang ada didalam dirinya (hatinya). Semakin baik yang ada didalam diri seseorang, maka...
Bila, Seorang Wanita (Siti Hawa) itu berasal dari bagian diri (bagian dari tulang rusuk) seorang Pria (Nabi Adam). Maka, Keberhasilan seorang Wanita itu, Adalah ketika dia berhasil menemukan seorang Pria yang dari bagian dirinya (dari bagian tulang rusuknya) dia berasal. Yaitu Menemukan seora
Ya Allah limpahkanlah RahmatMu kepada Nabi Muhammad & Kepada Keluarga Nabi Muhammad, Sebagaimana telah Engkau limpahkan RahmatMu kepada Nabi Ibrahim & Kepada Keluarga Nabi Ibrahim. Ya Allah limpahkanlah BerkahMu kepada Nabi Muhammad & Kepada Keluarga Nabi Muhammad, Sebagaimana tela
mawar.sendja Kesabaran seseorang itu berbatas atau terbatas dari PENGETAHUAN yang dimilikinya. "Bagaimana kamu akan dapat bersabar atas sesuatu, yang kamu sendiri tidak mempunyai sedikitpun PENGETAHUAN tentangnya" . Sejauh mana PENGETAHUAN yang dapat kau miliki, maka itu akan dapat menu...