Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Air Mata Jatuh di Stadion Lukas Enembe, Gubernur Nawipa Siap Memeluk Erat Persipura
Saat Air Mata Jatuh di Stadion Lukas Enembe, Gubernur Nawipa Siap Memeluk Erat Persipura
Air Mata Jatuh di Stadion Lukas Enembe, Gubernur Nawipa Siap Memeluk Erat Persipura
Tayang: Sabtu, 9 Mei 2026 08:33 WIT
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat fotoSaat Air Mata Jatuh di Stadion Lukas Enembe, Gubernur Nawipa Siap Memeluk Erat Persipura
TribunPapuaTengah.com/Calvin Erari
KEKALAHAN PERSIPURA - Gubernur Papua Tengah, cumi Nawipa bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley beserta jajaran Forkopimda dan masyarakat sedang nonton bareng laga terakhir Persipura melawan Adhyaksa FC, di Lapangan Kantor Gubernur Papua Tengah, Jalan Jenderal Sudirman, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat, (8/5/2026) sore. Dengan hasil akhir yang diraih tim Mutiara Hitam, cumi mengatakan, dalam waktu dekat akan mengundang Persipura ke Kabupaten Nabire. Foto TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari

Ia menegaskan kesetiaan mendukung tim meski dalam kondisi terpuruk, sembari mengajak masyarakat tetap bersatu demi kejayaan musim depan.


Laporan Wartawan TrubunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari

TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE - Stadion Lukas Enembe yang berlokasi di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua terasa lebih dingin dari biasanya, Jumat (8/5/2026).

Bukan karena embun, melainkan karena keheningan yang menyesakkan setelah peluit panjang berbunyi.

Papan skor yang menunjukkan angka 0-1 untuk kemenangan tim Adhyaksa FC seolah menjadi nisan bagi harapan besar yang sempat membumbung tinggi.

Persipura Jayapura, sang raksasa yang dulu tak terkalahkan, kini terduduk lesu di atas rumput hijau dengan meratapi kekalahan telak yang menggoreskan luka mendalam di hati rakyat Papua.

Harapan melenggang ke Liga 1 pupus sudah.

Di sudut lain, di halaman kantor Gubernur Papua Tengah, Jalan Jenderal Sudirman, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, suasana nonton bareng yang awalnya riuh dengan sorak-sorai seketika berubah menjadi pemakaman massal bagi kegembiraan.

Mata para penonton pun berkaca-kaca atas hasil akhir yang diraih oleh klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut.

Ada kepedihan yang tak terlukiskan melihat tim kebanggaan masyarakat Papua, harus pulang dengan kepala tertunduk.

Namun, di tengah awan mendung kekecewaan itu, Gubernur Papua Tengah, cumi Nawipa berdiri dengan tegar, meski matanya tak mampu menyembunyikan rasa pedih yang sama.


Dengan suara yang sedikit bergetar namun penuh ketulusan, Nawipa mengambil langkah yang menyentuh sanubari seluruh pecinta Persipura di Papua Tengah.

Dia mengatakan, akan mengundang skuad Persipura ke Nabire dalam waktu dekat.

Bukan untuk mengadili, bukan juga untuk mencaci, melainkan untuk memberikan pelukan paling erat di saat dunia seolah berbalik memunggungi mereka.

"Kekalahan hari ini memang menyakitkan. Kita semua sedih, kita semua kecewa. Tapi ingat satu hal, Persipura tetaplah kebanggaan kita.Kami tidak akan membiarkan tim ini berjalan sendiri, atau merasa ditinggalkan di saat badai sedang menerpa," kata Nawipa dalam rilis pers yang diperoleh TribunPapuaTengah.com, Jumat malam.

Mantan Bupati Paniai itu memahami betul bahwa luka yang dirasakan para pemain jauh lebih dalam daripada yang dirasakan para penonton.


Bagi dia, tetesan keringat para pemain muda yang berlari hingga napas tersengal-sengal adalah pengabdian suci yang tak boleh dilupakan hanya karena skor di papan digital.

“Saya akan panggil semuanya ke Nabire. Saya ingin menyampaikan langsung rasa hormat kami. Terima kasih sudah berjuang membawa nama Papua," ucapnya.

"Terima kasih sudah memberi kami kebahagiaan selama bertahun-tahun. Apresiasi ini ini datang dari hati, sebagai wujud cinta yang tak akan pernah berubah, seberapa pun perihnya hasil pertandingan hari ini,” timpal Nawipa.

Pertemuan di Nabire nanti dirancang sebagai ruang pemulihan jiwa.

Nawipa ingin menghapus segala keraguan, kesalahpahaman, dan perpecahan yang mungkin muncul akibat tekanan kekalahan.


Dia menegaskan, dukungan masyarakat Papua Tengah bersifat tanpa syarat.

Bagi dia, mencintai Persipura saat menang adalah hal biasa, namun mencintai mereka saat terpuruk adalah kesetiaan yang sesungguhnya.

“Kami tidak hanya ada saat kalian mengangkat trofi. Kami ada di sini, mendampingi kalian,justru saat kalian merasa hancur. Mari kita basuh luka ini bersama, buang segala perpecahan, dan tatap musim depan dengan kepala tegak," kata Nawipa.

"Mutiara Hitam mungkin sedang kehilangan cahayanya sebentar, tapi ia tak akan pernah berhenti berharga,” tutup Nawipa. (*)


https://papuatengah.tribunnews.com/p...pura?page=all.
keseedihan akibat Persipura gagal ke liga atas

teguhjepang9932Avatar border
teguhjepang9932 memberi reputasi
1
130
5
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan