Nasional
Harapan Kemandirian Energi dari Karya Anak Bangsa: Pemerintah Akhirnya Panggil Pencipta Bahan Bakar Bobibos, Siap Uji Kelayakan
Aristono Edi Kiswantoro• Senin, 27 April 2026 | 16:50 WIB

Bahan bakar Bobibos, karya anak bangsa Indonesia.
PONTIANAK POST - Harapan akan lahirnya bahan bakar karya anak bangsa kembali diuji, bukan hanya di laboratorium, tetapi juga pada batas aman yang menyangkut jutaan pengguna di seluruh Indonesia.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM kembali memanggil produsen Bobibos, PT Inti Sinergi Formula, untuk melanjutkan pembahasan kelayakan produk bahan bakar yang mereka kembangkan.
Langkah ini menjadi krusial, di tengah mimpi besar kemandirian energi yang kini berhadapan dengan tuntutan keselamatan publik.
Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad, mengatakan pemanggilan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada 14 April 2026.
Pertemuan digelar di Kantor Ditjen Migas, Gedung Ibnu Soetowo, Jakarta, untuk mematangkan rencana uji laboratorium serta memastikan standar produk sebelum beredar luas.
“Pengujian ini penting untuk menentukan apakah produk masuk kategori BBN atau BBM,” ujar Noor.
Ia menegaskan seluruh proses teknis akan dilakukan oleh Lemigas secara independen dan sesuai standar.
Pemerintah meminta pihak Bobibos bersikap proaktif agar seluruh tahapan berjalan transparan dan akuntabel.
Di balik proses teknis ini, terselip kekhawatiran yang tak bisa diabaikan.
Hasil identifikasi internal sebelumnya menunjukkan produk Bobibos belum memenuhi sejumlah parameter standar, baik untuk bahan bakar nabati maupun minyak.
Artinya, inovasi ini masih harus melewati jalan panjang sebelum benar-benar aman digunakan masyarakat.
Tahapan uji awal sendiri dimulai dari pengambilan sampel menggunakan standar internasional ASTM D4057 di tangki penyimpanan.
Proses ini menjadi pintu awal untuk memastikan kualitas dan konsistensi bahan bakar sebelum masuk ke tahap pengujian lanjutan.
PT Inti Sinergi Formula menyatakan siap mengikuti seluruh prosedur dan berkoordinasi dengan Lemigas.
Komitmen tersebut menjadi penentu apakah inovasi ini bisa bertahan atau justru gugur di tengah jalan.
Pemerintah pada prinsipnya membuka ruang bagi setiap inovasi energi karya anak bangsa.
Namun, di saat yang sama, perlindungan terhadap masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Setiap bahan bakar yang beredar harus menjamin keamanan mesin, keselamatan pengguna, serta kepastian hukum jika terjadi masalah.
Di titik inilah, mimpi besar kemandirian energi diuji oleh realitas: antara inovasi, standar, dan keselamatan manusia. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Kalaupun Bobibos tidak layak sebenarnya bukan tidak layak tapi belum layak perlu pembaruan demi pembaruan biar dites lagi sampai layak