- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Dari Arkansas ke Indonesia, AAS Hadirkan Sistem Tanam Padi Modern
TS
aleksandronesta
Dari Arkansas ke Indonesia, AAS Hadirkan Sistem Tanam Padi Modern
Quote:
Dari Arkansas ke Indonesia, AAS Hadirkan Sistem Tanam Padi Modern
Oleh - Fadelis Sigalingging
Editor - Rudi Mulyadi
23 Apr 2026 09:58 WIB
Samarinda

Ilustrasi pertanian modern Model Advanced Agricultural System (AAS). (Foto: AI)
Dengarkan Berita
RRI.CO.ID, Samarinda – Budidaya padi terus mengalami perkembangan seiring kebutuhan peningkatan produksi pangan nasional. Salah satu pendekatan yang kini mulai diperkenalkan adalah model Advanced Agricultural System (AAS), sebuah sistem pertanian modern berbasis teknologi yang menekankan efisiensi, mekanisasi, dan peningkatan produktivitas secara signifikan.
Topik ini menjadi pembahasan dalam program Live Dialog Suara Nusantara edisi Rabu, 22 April 2026 di Pro 1 RRI Samarinda, yang menghadirkan narasumber Bapak Asep Febriandi, fungsional PBT dan POPT dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kaltim. Dialog tersebut mengulas secara komprehensif konsep hingga penerapan budidaya padi model AAS, khususnya untuk mendukung pertanian di Kalimantan Timur.
Dalam pemaparannya, Asep menjelaskan bahwa model AAS merupakan bagian dari upaya lanjutan pemerintah dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan. Setelah sebelumnya dilakukan perluasan lahan dan optimalisasi pertanian, kini fokus diarahkan pada peningkatan produktivitas melalui intensifikasi berbasis teknologi modern.
Menurutnya, sistem AAS mengadopsi praktik pertanian maju yang berkembang di negara bagian Arkansas, Amerika Serikat, yang dikenal sebagai salah satu pusat produksi beras dunia. Konsep tersebut kemudian disesuaikan dengan kondisi Indonesia dan dikembangkan menjadi sistem pertanian modern berbasis mekanisasi dan efisiensi sumber daya.
“Intinya, Advanced Agricultural System (AAS) ini menekankan penggunaan teknologi dan efisiensi sumber daya, sehingga produksi bisa meningkat tanpa harus selalu menambah luas lahan,” ujar Asef dalam dialog tersebut.
Salah satu prinsip utama dalam sistem ini adalah pola tanam rapat, di mana jarak antar tanaman dibuat sangat minimal, bahkan hampir tanpa celah. Berbeda dengan metode konvensional seperti jajar legowo, sistem ini mampu meningkatkan populasi tanaman secara signifikan dalam satu hektare lahan, sehingga berpotensi meningkatkan hasil panen.
Selain itu, AAS juga mendorong penerapan pertanian berbasis korporasi atau skala luas. Dalam konsep ini, pengelolaan lahan dilakukan secara kolektif dengan dukungan mekanisasi, sehingga lebih efisien dan mampu menjawab keterbatasan sumber daya manusia di sektor pertanian.
“Dengan sistem berbasis korporasi, pengelolaan dari hulu sampai hilir bisa lebih terintegrasi, bahkan menyerupai perusahaan pertanian dalam skala besar,” ucapnya.
Dari sisi teknis, penerapan AAS menggunakan metode tanam benih langsung tanpa melalui proses persemaian. Sistem ini membutuhkan lahan dengan pengelolaan air yang baik, karena keberhasilan pertumbuhan benih sangat bergantung pada kondisi irigasi yang terkontrol.
Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama di wilayah Kalimantan Timur yang sebagian besar masih mengandalkan tadah hujan. Oleh karena itu, penerapan AAS dilakukan secara bertahap dan berbasis spesifik lokasi, termasuk melalui uji coba di beberapa wilayah.
Saat ini, pengembangan model AAS mulai dilakukan di Kota Samarinda, tepatnya di kawasan Makroman sebagai lokasi percontohan. Diharapkan, penerapan sistem ini dapat menjadi langkah awal transformasi menuju pertanian modern yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan di masa depan.
Kerjasama dengan AS
Kerjasama dengan China dikasih utangan

teguhjepang9932 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
84
Kutip
3
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan