Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Ditembak di Depan Rumah, ASN Yahukimo Tewas, Pelaku Diburu TNI-Polri

[img]https://asset.tribunnews.com/SoADp8gGdIF2ZADSk9o54qHgHAk=/1200x675/filters:upscale():quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ASN-ditembak-KKB-Papua12.jpg/img]
Tayang: Kamis, 23 April 2026 05:26 WIB
Editor: Dian Anditya Mutiara
zoom-inlihat fotoDitembak di Depan Rumah, ASN Yahukimo Tewas, Pelaku Diburu TNI-Polri
Istimewa

WARTAKOTALIVE.COM, YAHUKIMO - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Yahukimo, Yones Yohame (35), tewas ditembak kelompok bersenjata yang diduga berasal dari OPM Kodap XVI/Yahukimo di Distrik Dekai, Papua Pegunungan, Selasa (21/4/2026) malam.

Berdasarkan keterangan yang dikutip dari Koops TNI Habema, peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 20.20 WIT di Komplek Perumahan Eselon III, Distrik Dekai.

Korban ditembak saat berada di depan rumahnya dan mengalami luka tembak di bagian dada kanan.

Yones Yohame sempat dilarikan ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 22.00 WIT.

Insiden ini menambah daftar panjang aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata terhadap warga sipil di wilayah Papua Pegunungan.

Baca juga: Detik-detik Baku Tembak di Trans Papua, Aparat Diserang KKB di Yahukimo

Sebelumnya, sejumlah korban dari kalangan aparatur sipil negara, tenaga kesehatan, guru, hingga pekerja pendatang juga menjadi sasaran serangan.

Korban diketahui merupakan putra daerah yang aktif dalam pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Yahukimo.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, mengecam keras aksi penembakan tersebut. Ia menegaskan pihaknya akan mengambil langkah lanjutan bersama aparat terkait.

“Koops TNI Habema akan berkoordinasi dengan Polri dan melakukan pengejaran terhadap kelompok OPM yang terlibat dalam penembakan ini,” ujarnya.

Baca juga: Charles Kossay Kutuk Kekerasan KKB Terhadap Guru dan Nakes di Papua

Saat ini, aparat gabungan TNI-Polri tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga melarikan diri ke wilayah hutan.

Koops TNI Habema juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Pengamanan di wilayah Papua Pegunungan dipastikan terus diperkuat guna mencegah kejadian serupa. (*)

https://wartakota.tribunnews.com/new...uru-tni-polri.
teror pasca kunjungan Wapres



Tujuh Intel di Perbatasan Pegunungan Bintang-Yahukimo Tewas
Ditembak di Depan Rumah, ASN Yahukimo Tewas, Pelaku Diburu TNI-Polri
Penulis Suara Papua -22 Apr 2026, 7:48 WP145 0

Salah satu korban tewas diserang pasukan TPNPB di perbatasan Yahukimo-Pegunungan Bintang, Selasa (21/4/2026) malam. (Dok. Komnas TPNPB)
Salah satu korban tewas diserang pasukan TPNPB di perbatasan Yahukimo-Pegunungan Bintang, Selasa (21/4/2026) malam. (Dok. Komnas TPNPB)
loading...
JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Tujuh orang intelijen dilaporkan tewas dalam operasi dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Baat (TPNPB) di perbatasan kabupaten Pegunungan Bintang dan Yahukimo selama dua hari (20-21/4/2026) malam.

Juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, Rabu (22/4/2026), mengatakan, tindakan tersebut dilakukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo gabungan Batalion Kanibal Kompi Timur dan Kompi Kasuari dari Kodap XXXV Bintang Timur.

“Laporan resmi dari komandan TPNPB Kodap XVI Yahukimo dari Batalion Kanibal, Mayor Beres Murup, bahwa dalam operasinya berhasil mengeksekusi tujuh orang agen intelijen militer Indonesia hingga tewas,” demikian ditulisnya.

Atas tindakannya, TPNPB menyatakan siap bertanggungjawab.

“TPNPB Kodap XVI Yahukimo siap bertanggungjawab atas seluruh korban yang telah dieksekusi mati. Eksekusi kami lakukan karena seluruh agen intelijen militer Indonesia telah memasuki wilayah konflik bersenjata dan melanggar ultimatum TPNPB,” ujarnya.

Terkait kasus penembakan terhadap 15 warga sipil di kabupaten Puncak dan 7 lainnya luka-luka. manajemen markas pusat komando TPNPB meminta pertanggungjawaban dari Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang bersama jajaran Pangkogabwilhan III.

“Aparat militer dan pemerintah Indonesia jangan lari dari perbuatannya atas seluruh korban pembunuhan yang terjadi selama 64 tahun di atas Tanah Papua selama aparat keamanan Indonesia melakukan operasi militer di pemukiman warga sipil.”


Lanjutnya, “Dan hal ini harus menjadi tanggungjawab penuh Presiden Prabowo Subianto atas seluruh korban di Tanah Papua. Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat juga bertanggungjawab atas seluruh penembakan dan penyerangan terhadap aparat militer Indonesia di atas Tanah Papua.”

Kepada seluruh pasukan TPNPB diingatkan agar berkewajiban melindungi rakyat Papua dari operasi militer Indonesia.

“Kami juga menyampaikan kepada semua pihak bahwa TPNPB sebagai pagar negara Papua memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk melindungi rakyat Papua dari operasi militer Indonesia serta perampasan lahan, hutan dan sumber daya alam Papua dari ancaman pemerintah kolonial Indonesia.” []

https://suarapapua.com/2026/04/22/tu...ahukimo-tewas/

teror-teror KKB tapi tidak dikecam aktivis


teguhjepang9932Avatar border
ikurniawan75Avatar border
ikurniawan75 dan teguhjepang9932 memberi reputasi
2
57
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan