Kaskus

News

jaguarxj220Avatar border
TS
jaguarxj220
Tak Hanya Defisit, APBN Maret 2026 Gali Lubang Tutup Lubang
Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per 31 Maret 2026 tak hanya mengalami defisit anggaran 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga defisit keseimbangan primer mencapai Rp95,8 triliun. Ibaratnya, pemerintah gali lubang baru untuk menutup lubang utang dengan nominal tersebut.

Dalam rancangan UU APBN 2026, keseimbangan primer hanya dipatok defisit maksimal Rp89,7 triliun. Artinya, posisi defisit dalam tiga bulan pertama tahun ini bahkan sudah melebihi porsi setahun penuh.

Jika dibanding periode yang sama tahun lalu, posisi keseimbangan primer ini jauh melemah dibanding 31 Maret 2025 yang mencatatkan surplus Rp21,9 triliun.

Keseimbangan primer merupakan kondisi di mana total pendapatan negara dikurangi belanja negara, di luar pembayaran bunga utang.

Apabila total pendapatan negara lebih besar dibandingkan belanja negara di luar pembayaran bunga utang, maka keseimbangan primer akan positif. Begitu juga sebaliknya, bila keseimbangan negatif, maka itu berarti total pendapatan negara lebih kecil bila dibanding belanja negara di luar pembayaran bunga utang.

Keseimbangan primer surplus berarti utang lama tak perlu dibayar dengan penarikan utang baru. Dalam istilah sehari-hari, pemerintah tak gali lubang untuk tutup lubang.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan masyarakat tidak perlu kaget dengan kondisi defisit anggaran yang terjadi. Pasalnya, dia mengklaim anggaran saat ini memang didesain untuk mengalami defisit.

"Karena kalau saya belanjakan merata sepanjang tahun, harusnya kuartal I 2026 defisitnya lebih besar dibanding kuartal I 2025. Tapi yang jelas, kami monitor terus selama setahun, kami lihat pendapatan dan belanjanya, hati-hati dalam menjalankannya," papar Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026).

Menurut dia, pemerintah ingin anggaran bisa dibelanjakan hampir merata sepanjang tahun, sehingga memberi dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun.

Per 31 Maret 2026, APBN mengalami defisit anggaran Rp240,1 triliun atau 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dari target defisit di batas 2,68% PDB. Angka defisit ini jauh lebih tinggi dibanding posisi periode yang sama tahun lalu, yakni mengalami defisit Rp99,8 triliun atau 0,41% terhadap PDB, dari target setahun penuh 2,53%.

Defisit APBN terjadi akibat total pendapatan negara lebih rendah dibanding total belanja negara.

Rinciannya, realisasi pendapatan negara sampai 31 Maret 2026 tercatat Rp574,9 triliun atau 18,2% dari total target pendapatan negara dalam APBN setahun penuh yang sebesar Rp3.153 triliun. Nilainya tumbuh 10,5% dari pendapatan negara pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, realisasi belanja negara Rp815 triliun atau 21,2 triliun dari target belanja negara setahun penuh sebesar Rp3.842 triliun. Nilainya membengkak 31,4% dari realisasi belanja periode yang sama tahun lalu.

Dengan demikian, pemerintah harus menjalankan pembiayaan anggaran mencapai Rp257,4 triliun atau 37,3% dari target pembiayaan anggaran sepanjang tahun yang sebesar Rp689,1 triliun. Angka ini meningkat 1,9% dibanding realisasi periode yang sama tahun lalu.

https://www.bloombergtechnoz.com/det...-tutup-lubang/

Baru 3 bulan, sudah melampaui jatah defisit primer setahun.

Gimana investor nggak pindahin dana..
Takut lah invest di Indon.. emoticon-Cape d... (S)

saya.palsuAvatar border
beacuka1Avatar border
areszzjayAvatar border
areszzjay dan 2 lainnya memberi reputasi
3
499
4
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan