Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Aparat Tembak 8 Warga Dogiyai: Lansia Lumpuh dan Anak-anak Tewas di Tempat

Aparat Tembak 8 Warga Dogiyai: Lansia Lumpuh dan Anak-anak Tewas di Tempat
Tayang: Jumat, 3 April 2026 10:44 WIT
Editor: Marius Frisson Yewun
zoom-inlihat fotoAparat Tembak 8 Warga Dogiyai: Lansia Lumpuh dan Anak-anak Tewas di Tempat
Istimewa
DOGIYAI - Korban penembakan aparat di Dogiyai dan seorang jenazah korban anggota polisi yang dibunuh OTK. Pembunuhan Polisi ini yang menjadi pemicu aparat diduga menembak mati 5 warga sipil dan 3 orang luka serius.
A-
A+

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Melky Dogopia

TRIBUN-PAPUA.COM, DOGIYAI – Memasuki hari kedua, situasi keamanan di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, dilaporkan masuk dalam tahap audiensi antara masyarakat sipil dan TNI-Polri atas insiden penembakan dari aparat bersenjata yang menewaskan dan melukai 8 warga sipil sebagai respons atas penemuan satu mayat anggota kepolisian setempat.

Data yang dihimpun Tribun-Papua.com, ketegangan antara kepolisian dan masyarakat berawal [b[ketika personel kepolisian yang sedang bertugas, menemukan mayat satu anggota Satbinmas Polres Dogiyai berinisial JE tepat di depan Gereja Ebenhaezer (GKI) yang berlokasi di Jalan Trans Papua Km.200, Moanemani, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Selasa (31/3/2026), pagi, sekitar pukul 08.22 WIT.[/b]

Lokasi Gereja Ebenhaezer ini berada di kawasan pusat pemerintahan dan permukiman utama di Dogiyai, atau di tempat pusat keramaian Kota Dogiyai.

Data Polres Dogiyai merilis Bripda JE menjalani tugas piket, Senin (30/3/2026) malam di Pos.

Usai menjalan tugas malam tersebut, keesokan hari, pada Selasa (31/3/2026), pagi pukul 07.00 WIT, Bripda JE pulang ke mess (tempat penginapan). Tidak berselang lama, tepatnya pukul 08.22 WIT mayatnya ditemukan di depan Gereja Ebenhaezer Moanemani.

Pada pukul 08.30 WIT, mayat Bripda JE dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dogiyai yang berlokasi di Kimupugi, Distrik Kamuu, guna melakukan autopsi. JE dilaporkan mengalami luka bacok di bagian leher hingga tewas dan pelaku belum diketahui alias Orang Tidak Dikenal (OTK).

Menurut pihak kepolisian Dogiyai, besar kemungkinan korban Bripda JE dieksekusi di tempat lain dan jenazahnya diletakkan di tempat lain. Sehingga, sulit menemukan jejak pembunuhannya.

Sementara menurut warga, Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan JE adalah daerah ramai maka tentu pelakunya bisa dilacak karena kejadian itu pasti disaksikan oleh masyarakat yang melintas.

Warga setempat justru kaget dengan penemuan mayat, yang ditemukan oleh rekan-rekan korban sendiri.

Inteklektual Dogiyai, Simion Petrus Pekei mengisahkan kebiasaan Orang Dogiyai dalam hal persoalan pembunuhan bahwa dalam beberapa kasus, pada umumnya jika ada oknum pemuda yang melakukan pembunuhan maka sudah pasti akan dengan mudah dideteksi oleh warga setempat.

Namun dalam kasus pembunuhan JE, sangat sulit dideteksi siapa pelakunya.

Akibat meninggalnya Bripda JE,pb] personel kepolisian diduga emosi dan tanpa melakukan olah TKP terlebih dahulu, langsung mencari pelaku dengan melakukan operasi penyisiran. Mereka mengeluarkan tembakan ke arah warga sipil hingga masuk ke rumah-rumah.[/b]

Luapan emosi aparat melalui operasi penyisiran balas dendam mengakibatkan jatuhnya korban warga sipil sebanyak delapan orang. Lima orang diantaranya tewas di tempat dan lainnya luka kritis sedang dirawat karena terkena peluru yang diduga kuat milik aparat.

Berikut idenitas korban yang berhasil dirangkum Tribun-Papua.com:

1. Siprianus Tibakoto (25 tahun) tertembak di kepala sehingga tewas di tempat.

2. Yulita (Ester) Pigai (80 tahun), wanita Lansia yang menderita lumpuh sejak lama, dilaporkan tewas di tembak di dalam rumahnya.

3. Martinus Yobe (14 tahun) anak di bawah umur, ditembak di bagian perut sehingga mengeluarkan usunya dan tewas di tempat.

4. Ankian Edowai (19 tahun), tertembak di bagian kepala sehingga tewas di tempat.

5. Feri Auwe (20 tahun) juga terkena tembakan sehingga tewas di tempat.

6. Kikibi Pigai (20 tahun) ditembak di bagian sehingga mengalami luka kritis dan sedang dirawat.

7. Maikel Waine (12 tahun) anak di bawah umur yang ditembak di dada kiri tembus bahu kiri sehingga mengalami luka kritis dan sedang dirawat.

8. Yafet Tibakoto belum dikonfirmasi kondisi terakhir.

Baca juga: Detik-detik Markas Polres Dogiyai Diserang: Satu Polisi Tewas, Dua Luka Serius

Peristiwa ini memicu emosi warga atas tindakan penembakan semena-mena oleh aparat penegak hukum.

Berbagai kritik terhadap kinerja aparat muncul dari masyarakat akar rumput. [n]Mereka meminta Kapolres Dogiyai dicopot karena tidak melakukan prosedur hukum guna mengungkapkan pelaku sebenarnya dan motif pembunuhan almarhum Bripda JE yang masih misterius.[/b]

Koalisi Masyarakat Dogiyai di Nabire bertemu langsung dengan Kapolda Papua Tengah pada, Kamis (2/4/2026), pagi pukul 09.00 WIT sampai selesai.

Pada pertemuan tersebut mereka meminta Kapolda Papua Tengah mencopot Kapolres Dogiyai, Kompol Yocbeth Mince Mayor karena tidak mampu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta tidak berhasil mengungkap pelaku berbagai tindak kriminal, seperti pencurian dan pembacokan, yang terus berulang di Wilayah Hukum Kabupaten Dogiyai.

Poin kedua adalah meminta Polda Papua Tengah bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk turun langsung ke Kabupaten Dogiyai guna memastikan kondisi keamanan tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat hidup dengan aman, nyaman dan damai.

Ketiga, mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap pelaku pembunuhan terhadap Bripda JE, serta pelaku penembakan terhadap 8 masyarakat sipil yang menjadi korban. Diminta, proses penanganan kasus ini harus dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Keempat, mengingat Tanggal 3-7 April 2026 Merupakan Masa Perayaan Paskah, Maka koalisi Memohon kepada Polda Papua Tengah untuk tidak Menambah Pasukan Ke Kabupaten Dogiyai. Koalisi Mengajak Semua Pihak Untuk Bersama-sama Menjaga Keamanan dan Kenyamanan selama Persiapan hingga Pelaksanaan Perayaan Paskah agar berlangsung dengan Aman, Damai, dan Penuh Kesyukuran.

Masyarakat akar-rumput Dogiyai di Kabupaten Dogiyai pun usai bertemu dengan pihak kepolisian di Dogiyai menyepakati bahwa sama-sama menjaga keamanan Bersama, kedua bela pihak menahan diri.

Koordinator Akar-Rumput Dogiyai, Benny Goo menyampaikan pihaknya usai bertemu pihak TNI-Polri bahwa telah bersama-sama sepakat untuk masing-masing menahan diri dan menarik diri guna menghargai hari raya Paska bagi umat Nasrani.

Namun, tambahnya Tim Pencari Fakta Independen tetap melakukan kerjanya.(*)


https://papua.tribunnews.com/news/12...mpat?page=all.
kekejaman terjadi di Dogiyai


teguhjepang9932Avatar border
MemoryExpressAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 3 lainnya memberi reputasi
4
283
7
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan