- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Nusantara welcomes over 350,000 visitors during Eid holiday
TS
aleksandronesta
Nusantara welcomes over 350,000 visitors during Eid holiday
Quote:
Nusantara welcomes over 350,000 visitors during Eid holiday
Selasa, 31 Maret 2026 16:40 WIB
Indonesia's future capital city, Nusantara, welcomed a total of 352,102 visitors during the 2026 Eid al-Fitr holiday season from March 18 to 29.
The holiday surge drew 805,105 vehicles, including motorbikes, cars, and buses, to the new capital site.
The Nusantara Capital City (IKN) Authority ensured that it provided optimal services to visitors seeking to explore the Government Core Area (KIPP) in East Kalimantan Province.
"During the visit period, the State Palace and the IKN State Mosque stood out with the highest count of visitors in the Nusantara KIPP," said Troy Pantouw, spokesperson for the IKN Authority, on Tuesday.
He pointed out that significant numbers of visitors were also recorded at a glamping area featuring a glass bridge, the Sepaku Semoi Dam, and Kusuma Bangsa Park.
Furthermore, he noted that the new capital offers green open space around the MBG Retention Pond as an alternative site for tourists.
"The Seremoni Plaza and Bhinneka Plaza emerged as public community hubs supported by various facilities, ranging from culinary areas to entertainment and social events," Pantouw added.
He reported that tens of thousands of people visited the Sentra Massa (Mass Center), which serves as Nusantara's information hub equipped with educational facilities, including a mini theater, a city mock-up, a mini control center, and interactive displays showcasing development progress.
Pantouw attributed the successful tourist receptions to the Public Visit Service Team, led by IKN Authority Secretary Bimo Adi Nursanthyasto and Deputy for Development Control Thomas Umbu Bolodadi.
He also credited support from the military, the police, the North Penajam Paser District government, and the Ministry of Public Works for ensuring safe visits during the peak season.
Pewarta: M. Ghofar, Tegar Nurfitra
Editor : Vicki Febrianto
Mulai kelihatan hasilnya
Quote:
IKN Nusantara: Tonggak Baru Peradaban dan Kemajuan Bangsa
28 Mar 2026 17:45
IKN sebagai kota pintar berbasis digital untuk mendorong pemerataan dan daya saing global

IKN KEMAJUAN BANGSA
(CHATGPT)
Bagikan Via
Eddy Partamihardja, SE
Penulis
Dwi Lestari
Editor
JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan sekadar proyek infrastruktur berskala besar, melainkan sebuah langkah strategis menuju transformasi peradaban berbasis digital. Di tengah perubahan global yang didorong oleh teknologi, IKN dirancang bukan hanya sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai representasi masa depan Indonesia: modern, cerdas, dan terkoneksi.
Selama ini, pembangunan nasional cenderung terpusat di wilayah tertentu, terutama Pulau Jawa. Ketimpangan ini tidak hanya bersifat geografis, tetapi juga digital. Akses terhadap teknologi, infrastruktur digital, dan layanan berbasis data belum merata. Dalam konteks inilah IKN hadir sebagai solusi, dengan mengintegrasikan pembangunan fisik dan digital secara simultan.
Konsep smart city yang menjadi fondasi IKN menempatkan teknologi sebagai inti dari seluruh sistem. Pemerintahan berbasis digital (e-government) memungkinkan pelayanan publik menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien. Sistem administrasi yang sebelumnya berbelit dapat disederhanakan melalui platform digital yang terintegrasi. Masyarakat tidak lagi harus bergantung pada proses manual, tetapi dapat mengakses layanan hanya melalui perangkat digital di genggaman.
Lebih jauh, pembangunan IKN juga mengusung konsep data-driven city, di mana pengambilan keputusan berbasis data menjadi kunci utama. Sensor pintar, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan akan digunakan untuk mengelola berbagai aspek kehidupan kota, mulai dari transportasi, energi, hingga pengelolaan lingkungan. Dengan pendekatan ini, efisiensi dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan.
Dalam sektor ekonomi, transformasi digital di IKN membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi baru. Ekosistem digital yang dibangun akan mendorong lahirnya startup, industri kreatif, serta inovasi berbasis teknologi. IKN berpotensi menjadi hub ekonomi digital yang tidak hanya melayani kebutuhan domestik, tetapi juga terhubung dengan pasar global. Ini adalah peluang strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi digital dunia.
Namun, pembangunan berbasis digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal manusia. Literasi digital menjadi faktor kunci yang menentukan keberhasilan transformasi ini. Tanpa kemampuan masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan teknologi, digitalisasi justru dapat menciptakan kesenjangan baru. Oleh karena itu, pembangunan IKN harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam bidang teknologi dan inovasi.
Selain itu, aspek keamanan digital juga menjadi perhatian penting. Dalam sistem yang serba terhubung, risiko terhadap kebocoran data dan serangan siber semakin meningkat. Maka, pembangunan IKN harus dilengkapi dengan sistem keamanan digital yang kuat untuk melindungi data negara dan masyarakat.
Di sisi lain, pendekatan digital juga memberikan peluang besar dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Teknologi dapat digunakan untuk memantau kualitas udara, mengelola energi terbarukan, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam. Dengan demikian, IKN tidak hanya menjadi kota modern, tetapi juga kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kehadiran IKN juga membawa pesan penting bahwa kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman. Dunia saat ini bergerak menuju era digital yang menuntut kecepatan, inovasi, dan kolaborasi. IKN menjadi momentum bagi Indonesia untuk melakukan lompatan besar dalam menjawab tantangan tersebut.
Bagi generasi muda, IKN adalah ruang baru untuk berkarya dan berinovasi. Ekosistem digital yang terbentuk akan membuka peluang luas bagi kreativitas dan kolaborasi lintas sektor. Generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi yang berdampak bagi masyarakat luas.
Pada akhirnya, Ibu Kota Nusantara adalah simbol dari masa depan Indonesia yang berbasis digital, inklusif, dan berkelanjutan. Keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh megahnya infrastruktur, tetapi oleh kemampuan mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai kebangsaan.
Jika dikelola dengan baik, IKN bukan hanya menjadi pusat pemerintahan baru, tetapi juga pusat inovasi digital yang mampu mendorong pemerataan, memperkuat daya saing global, dan membawa Indonesia menuju era baru kemajuan yang lebih merata dan berkeadilan.
efek kepemerintahan berkesinambungan
Jokowi 👉 Prabowo
Baru pertama kali
Biasanya mandek dari awal lagi kalau ganti rezim
0
43
Kutip
0
Balasan
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan