- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Ancaman Krisis Energi Inovasi BBM Alternatif BOBIBOS Muncul di Tengah Konflik Timteng
TS
aleksandronesta
Ancaman Krisis Energi Inovasi BBM Alternatif BOBIBOS Muncul di Tengah Konflik Timteng
Quote:
Ancaman Krisis Energi, Inovasi BBM Alternatif BOBIBOS Muncul di Tengah Konflik Timur Tengah
Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 29 Maret 2026 | 12:11 WIB
5Shares

Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Mulyadi. (Foto/istimewa)
BeritaNasional.com - Konflik yang terjadi di Timur Tengah antara Iran dengan Israel serta Amerika Serikat memunculkan ancaman krisis energi global. Pembatasan pergerakan kapal di Selat Hormuz berdampak pada terganggunya pasokan energi dan memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah negara.
Sejumlah negara, termasuk Indonesia, mulai mempertimbangkan langkah penghematan energi, salah satunya melalui penerapan Work From Home (WFH). Di sisi lain, kebutuhan akan sumber energi alternatif semakin mendesak di tengah ancaman krisis tersebut.
Salah satu inovasi yang muncul adalah Bahan Bakar Original Buatan Indonesia (BOBIBOS), sebuah energi alternatif hasil pengembangan anak muda Indonesia. Produk ini diluncurkan pada Minggu (2/11/2026) di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan harga Rp4 ribu per liter. BOBIBOS diklaim memiliki kualitas setara BBM RON 98 (Pertamax Turbo) yang berada di kisaran Rp13.100–Rp13.250 per liter per 10 Maret 2026.
BOBIBOS merupakan hasil riset selama satu dekade oleh M. Ikhlas Thamrin bersama timnya. Bahan bakar ini dibuat dari jerami, bersifat ramah lingkungan, dan diklaim mampu menekan emisi hingga mendekati nol.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Mulyadi, memaparkan sejumlah manfaat jika BOBIBOS masuk dalam roadmap transisi energi berbasis bioenergi di Indonesia. Menurutnya, kehadiran BBM alternatif ini dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan bakar yang lebih murah dan berkualitas.
“Masyarakat terbantu, murah dan berkualitas(biaya produksi kurang dari 5 ribu rupiah),” jelas dia, Minggu, 29 Maret 2026.
Ia juga menilai pengembangan BOBIBOS berpotensi meningkatkan pendapatan petani tanpa harus melakukan alih fungsi hutan.
“Petani meningkat pendapatannya. Tidak perlu alih fungsi hutan, luas sawah Indonesia 11 juta menurut BPS, satu Hektar menghasilkan 2000 liter),” imbuh dia.
Selain itu, penggunaan BOBIBOS dinilai dapat membantu penghematan anggaran negara dengan mengurangi ketergantungan impor BBM.
“Anggaran negara lebih hemat karena mengurangi import dan alam lebih bersih karena sumber nabati hampir zero emisi,” ungkap dia.
Ia menambahkan, pengembangan energi alternatif ini juga berpotensi membuka lapangan kerja baru serta mendorong kemandirian energi nasional.
“Indonesia menjadi mandiri energi,” tutur dia.
Siap Diluncurkan di Luar Negeri
Sebagai pembina BOBIBOS, Mulyadi mengungkapkan bahwa produk tersebut justru akan lebih dulu diluncurkan di luar negeri, tepatnya di Timor Leste pada April 2026. Negara tersebut disebut siap memberikan dukungan regulasi, investasi, dan perlindungan terhadap pengembangan BOBIBOS.
“Bobibos akan launching di Timur Leste bulan April mereka berkomitmen untuk memberikan regulasi, investasi dan proteksi. Setelah Timur Leste kita di tunggu Vietnam Malaysia dan lanjut Norwegia,” beber dia.
Namun demikian, BOBIBOS belum dapat beroperasi di Indonesia karena belum adanya regulasi yang mendukung industri energi alternatif tersebut.
“Indonesia belum ada regulasi, sementara bisnis energi perlu payung hukum, karena padat modal dan padat karya,” tandasnya.
Editor: Harits Tryan
gacorkan Bobibos
Boatan Bangsa Indonesia nih BOS
0
155
Kutip
4
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan