Kaskus

Food & Travel

papahmuda099Avatar border
TS
papahmuda099
Mudik Lebaran 2026 (Tangerang - Lampung)


Mudik Lebaran 2026 (Tangerang - Lampung)




Assalamualaikum semua.

Kali ini saya mau meripiu perjalanan mudik saya dari Tangerang ke Kotabumi, Lampung Utara.

Hari Rabu, tanggal 18 maret, saya berangkat dari rumah di kecamatan Sukadiri ke pabrik tempat istri kerja (di gak jauh dari TB alias Telaga Bestari). Dikarenakan pabrik tempatnya kerja masih buka setengah hari (padahal dah masuk cuti bersama, tapi masih tetep berproduksi emoticon-sad).

Dari rumah, saya serta anak2 start sekitar jam 10 pagi menggunakan si Bejo (Brio Ijo). Untuk barang-barang semuanya sudah di masukan ke bagasi sejak semalam. Jadi pas hari H keberangkatan tunggal gas aja.

Sebelum benar-benar di gas, si Bejo saya isi full dulu Pertamax di mini pom bensin dekat rumah. Full tank Bejo saat itu saya kena Rp 354.000 (emang gak kosong-kosong banget sih, cuman indikator bensin sudah menyala). Perjalanan dari rumah ke tempat istri kerja kurang lebih 1 jam menggunakan mobil. Setelah menunggu sekitar 10 menitan, kanjeng Ratu akhirnya muncul. Setelah acara salam-salaman, si Bejo langsung ku arahkan menuju tol Balaraja barat.

Sepanjang jalan tol menuju pelabuhan Merak, saya sedikit was-was. Takutnya kena macet. Secara, di berita para presenter bilang puncak arus mudik itu tanggal 18-19 maret. Sedangkan saat itu saya mudik lebaran tanggal 18 maret. Jadi, kalau ngikutin apa kata presenter tipi-tipi itu. Maka besar kemungkinan kami akan terjebak macet di merak nantinya.

Fanassss terik siang itu membersamai perjalanan mudik kami sekeluarga. Ac mobil sudah mode "agak" maksimal biar gak pada kepanasan. Awalnya perjalanan lumayan ramai lancar. Si Bejo sesekali saya ajak nyelip2 diantara berbagai jenis mobil. Namun, begitu memasuki area Cilegon, isi toll mendadak "agak" lengang. Mobil-mobil yang melaju jadi sedikit. Hmmm... pertanda apakah ini?

Sekitar 1 jam si Bejo berada didalam tol, hingga akhirnya kami keluar tol Merak. Saya melipir dulu untuk membeli tiket penyebrangan menggunakan aplikasi Ferizy. Setelah kotak katik sebentar, akhirnya pembelian tiket kapal feri berhasil. Saya sedikit kaget saat melihat harganya. Pada hari-hari normal, harga tiket kapal feri kelas lVa itu Rp 481.000. Tapi, harga tiket yang tertera saat itu hanya Rp 431.000.

"Lagi diskon khusus lebaran apa gimana yak?" tanyaku dalam hati.

Setelah mendapatkan barcode untuk nanti di scan oleh petugas di pelabuhan Merak. Saya kembali melajukan si Bejo mengikuti beberapa mobil yang sudah melaju lebih dahulu.

Saat saya melipir beli tiket kapal lewat aplikasi, banyak juga beberapa mobil yang juga sama denganku. Tapi, bagi kalian yang mungkin gaptek, atau gak ada uang di mobile banking alias nggawane duit cash/tunai. Kalian gak usah khawatir, disepanjang jalan keluar tol merak sampai nanti sesaat sebelum masuk area pelabuhan Merak. Kalian akan menjumpai banyak sekali warung-warung yang menyediakan layanan penjualan tiket kapal. Ya meskipun harganya sedikit lebih mahal kalau dibandingkan dengan membeli lewat aplikasi Ferizy.

Lanjut...

Saat akan memasuki pelabuhan (pas masih diatas flyover merak) saya terus berdoa agar gak kena macet di Merak nanti. Soalnya agak horor juga kalau ternyata kena macet disana. Soalnya bakalan umpek-umpekan. Sesama pengendara mobil akan saling berebut untuk mendahului naik ke kapal (berdasarkan pengalaman beberapa tahun lalu).

Dan ndilalah-nyaaa...

Kami tidak kena macet sama sekali. Dari masuk tol di Balaraja barat sampai masuk ke pelabuhan Merak, aman. Lancar jaya boskuh emoticon-excited

Setelah scan barcode dari HP oleh petugasnya, saya diberikan 2 tiket. Satu untuk nanti diambil oleh petugas disaat kita akan menaiki kapal, satu kagi buat kita simpan. Terserah nanti mau di kumpulin buat kenang-kenangan atau kali aja bakalan ada promo beli 10 gratis 1 kali naik kapal 😁. Si Bejo diarahkan untuk masuk ke dermaga 5, yang kalau dari gerbang masuk, kita tinggal lurus aja.

FYI, di pelabuhan Merak itu kalau gak salah ada total 7 dermaga untuk kapal reguler. Dermaga terdekat dari pas kita masuk gerbang pelabuhan adalah dermaga 4&5. Sedangkan untuk dermaga 1-3 lumayan jauh, kita nanti belok ke arah kiri (jalur 1 paling ujung). Untuk dermaga 6&7 itu khusus untuk barang atau apa gitu, lupa.

Nah, disini drama dimulai.

Sesampainya si Bejo di dermaga 5, saat itu sudah ada kapal feri yang sedang bersandar dan akan segera di berangkatkan. Nah, saya mikir bakalan cepet nih karena kapalnya sudah ada. Eh malah si kapal itu sudah penuh (kampret, padahal tinggal dikit lagi antriannya). Akhirnya mau gak mau kami harus antri lagi, menunggu kapal selanjutnya.

Mudik Lebaran 2026 (Tangerang - Lampung)
dok. kanjeng Ratu


Sekitar 1 jam kami terpanggang diatas teriknya matahari. Dari jam 12.00 ampe jam 13.00 siang matahari seolah ingin menguji kemampuan survival keluarga kami (kecuali di bungsu yang baru 4 tahun). Kebetulan, disamping dermaga 5 itu ada Indomaret. Berhubung si bocil Dayu belum makan siang, saya turun dari mobil (pakai payung tentunya biar gak item 😁) dan belanja di Indomaret (hal ini akan membuat sedikit perdebatan di keluarga kecilku nantinya).

Jam 14.00 lewat dikiiitt, bersandarlah sebuah kapal feri di dermaga 5, yang kemudian kami naiki. Alhamdulillah, gak ada drama-drama untuk menaiki kapal. Karena memang kendaraan belum begitu menumpuk, hanya banyak aja 😁. Kapal roro yang kami naiki terhitung kecil. Lupa nama kapalnya, Mira atau apa gitu.

Si Bejo dapat parkiran di dek bawah. Setelah membawa barang-barang yang penting saja, kami lalu naik 1 tangga untuk mencapai dek penumpang. Istri saya suruh duluan bareng si kakak guna mencari tempat istirahat. Sedangkan si bungsu Dayu aku gandeng sambil membawa bantal kesayangannya. Setelah berdesakan dengan beberapa pemudik lainnya. Saya dan si bungsu akhirnya sampai di ruangan berbayar. Bentuknya ranjang susun. Satu baris ada 4 ranjang susun 2 (artinya 1 baris ada 8 kasur yang bisa ditiduri). Diruangan itu total ada 5 baris, artinya ada 40 kasur. Setiap kasur seharga Rp 15ribu. Ada juga bantal yang bisa disewa seharga Rp 5ribu. Kami sewa 3 ranjang dan 3 bantal. Si bungsu Dayu satu ranjang dengan kakaknya. Ruangan itu cukup dingin karena memiliki AC didalamnya.

Sekitar jam 15.00 WIB, kapal mulai berangkat menuju pelabuhan Bakauheni. Setelah kami menempati ranjang masing-masing (sebaris). Drama keluarga baru dimulai, si kakak tiba-tiba saja grabak grubuk kaya cacing kepanasan. Saya yang baru terjun ke alam mimpi kembali ditarik kedunia nyata.

"Kenapa kak?" tanyaku.

"Perut kakak sakit ayah, mual." jawab anak gadisku yang mulai dewasa ini sambil memegang perutnya.

Mataku melirik, disampingnya, si bungsu sedang meminum teh pucuk yang tadi kubeli. Disampingnya juga tergeletak sebuah sosis bakar yang hanya tersisa separuhnya saja. Belum cemilannya yang lain.

Setelah menghela nafas, saya paham dengan tingkahnya.

"Kakak udah gak kuat?"

Dengan ragu-ragu ia mengangguk.

"Ya udah kalau gak kuat mah. Batal aja puasanya," kataku.

Si kakak melirik ke kasur ibunya yang memang sudah pingsan sejak kapal belum berangkat. Maklum, lagi puasa plus sempet kerja dulu meskipun setengah hari.

"Nanti ibun marah," katanya sedikit ragu. Si kakak memang memanggil ibunya dengan sebutan ibun. Katanya sih enakan manggil gitu. Si kakak juga sebenarnya sudah saya ajari agar memanggil saya "aygan" (ayah ganteng), tapi ia menolak, gak tau kenapa.

"Udah daripada kamu juga begitu, gak papa. Nanti ayah yang bilang ke bunda."

Dengan wajah yang sumringah, ia lalu merebut teh pucuk adiknya lalu mulai meneguknya. Senyuman mulai muncul di bibirnya. Kemudian dilanjutkan dengan memakan sosis si bungsu.

Perjalanan 2 jam hampir berakhir. Menara siger, lambang dari provinsi Lampung sudah terlihat. Sore itu, kapal merapat dan bersandar di pelabuhan Bakauheni ditemani matahari yang mulai terbenam.

Mudik Lebaran 2026 (Tangerang - Lampung)
Mudik Lebaran 2026 (Tangerang - Lampung)
si kakak yg jadi modelnya


Hampir setengah 6 sore, akhirnya si Bejo mendarat juga ditanah Sumatra emoticon-excited
Setelah itu, kami bablas langsung masuk ke Tol Bakauheni, yang nantinya kami akan keluar di tol Terbanggi besar. Estimasi perjalanan sekitar 2 jam.

Masukan bagi para pengendara mobil yang baru mau masuk tol Lampung. Ditol ini, sedikit kebalik dari tol di pulau Jawa (sepengalaman pribadi ini mah). Jika di tol Jawa rata-rata lajur kanan untuk kendaraan cepat, di tol Lampung ini malah ada banyak kendaraan-kendaraan besar yang lambat di lajur kanan. Jadi seringkali saya menyalip dari lajur kiri (di tol Lampung hanya ada 2 lajur, jadi harap berhati-hati ya). Oya, rata-rata mobil pribadi di tol ini akan melaju diatas 100 km/jam. Kenapa? Karena selain jalannya yang luruuuuuusss, juga agak sepi dibandingkan dengan tol di pulau Jawa yang padat. So, jangan sampai kalian terbawa suasana sehingga ikutan ngebut. Sumpah, itu bahaya. Karena tol ini jalannya kurang rata. Banyak gelombang disana sini. Pokoknya safety riding dah.

Mudik Lebaran 2026 (Tangerang - Lampung)
mobil didepan jalannya pelan


Saya nge-rest sekali, saat jam 18.00 tepat di rest area km 42 apa 46 gitu. Kami berbuka sekalian menunaikan ibadah shalat Maghrib dulu, sebelum melanjutkan perjalanan mudik.

Sekitar jam 19.10 WIB, si Bejo kembali saya ajak meluncur jalanan tol. Mobil sedikit saya turunkan kecepatannya karena malam hari. Di tol Lampung ini, sangat minim sekali penerangan. Berhubung istri dan anak-anak pada tidur, saya lalu menyetel musik full Peterpan selama 2 jam penuh. Agar saya selalu terjaga, saya ikutan bernyanyi (suara saya sama Ariel bisa dibilang 11 99-lah).

Tepat jam 21.00, si Bejo akhirnya keluar dari tol Terbanggi besar. Biaya E-toll Rp 251ribu. Setelah keluar tol, saya ambil kearah kiri. Perjalanan sekitar 1 jam lagi untuk bisa sampai di Kotabumi, Lampung Utara.

Masih ditemani lagu-lagu Peterpan, saya terus mengajak si Bejo menyusuri jalanan provinsi Lampung yang lagi-lagi sangat minim dengan penerangan jalan. Untungnya, jalanan 80% layak untuk dilalui.

Dan Alhamdulillah, saat jam 22.00, kami akhirnya sampai dirumah keluarga istri di kotabumi yang saat itu tengah di guyur air hujan.

So, begitulah cerita perjalanan saya dan keluarga mudik dari Tangerang ke Kotabumi, Lampung Utara menggunakan si Bejo (Brio ijo).



***



0
10
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan