- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Indonesia Peringkat Ke-7 Ekonomi Dunia Versi PPP, Bukti Kekuatan Baru Asia
TS
aleksandronesta
Indonesia Peringkat Ke-7 Ekonomi Dunia Versi PPP, Bukti Kekuatan Baru Asia
Quote:
Indonesia Peringkat Ke-7 Ekonomi Dunia Versi PPP, Bukti Kekuatan Baru Asia
Tomi Sujatmiko
Senin, 16 Maret 2026 | 12:20 WIB

Data IMF World Economic Outlook (proyeksi Oktober 2025 dan pembaruan 2026) yang dianalisis Visual Capitalist/Voronoi. Data diakses 16 Maret 2026. (istimewa)
Krjogja.com - JAKARTA – Indonesia mencatat capaian penting dalam peta ekonomi global. Berdasarkan data International Monetary Fund (IMF) dalam laporan World Economic Outlook, ukuran ekonomi Indonesia berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) mencapai sekitar US$5,36 triliun atau setara US$5.358,3 miliar. Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-7 ekonomi terbesar di dunia.
Posisi tersebut membuat Indonesia berhasil melampaui sejumlah negara maju di kawasan Eropa maupun Amerika Latin. Capaian ini sekaligus menegaskan peran Indonesia sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara.
Analisis yang dirilis Visual Capitalist menyebutkan bahwa negara berkembang seperti Indonesia, Brasil, Meksiko, dan Vietnam mendapatkan dorongan signifikan dalam ukuran PPP. Hal ini disebabkan harga barang dan jasa di negara-negara tersebut relatif lebih murah dibandingkan negara maju, sehingga daya beli domestik menjadi lebih besar.
Sebaliknya, beberapa negara Eropa seperti Jerman dan Inggris justru mengalami penurunan posisi dalam pemeringkatan berbasis PPP karena tingginya biaya hidup di kawasan tersebut.
Asia Mendominasi Peta Ekonomi
Data tersebut juga menunjukkan pergeseran besar dalam keseimbangan ekonomi global. Asia semakin mendominasi dengan sejumlah negara yang masuk dalam 15 besar ekonomi dunia. Selain China dan India, negara seperti Japan, Indonesia, dan South Korea juga menjadi kekuatan utama di kawasan. Sementara itu, di kawasan Eropa, Russia justru menjadi negara dengan ekonomi terbesar berdasarkan PPP dan menempati peringkat ke-4 dunia, melampaui Germany maupun United Kingdom.
Di sisi lain, kontribusi Afrika terhadap ekonomi global masih relatif kecil, hanya sekitar 6 persen. Meski demikian, beberapa negara seperti Egypt, Nigeria, dan South Africa tetap masuk dalam daftar 20 ekonomi terbesar dunia berbasis PPP.
Peluang Besar bagi Indonesia
Peringkat ke-7 ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi global. Dengan populasi yang besar dan pasar domestik yang kuat, Indonesia dinilai semakin menarik bagi pelaku ekonomi internasional.
Namun demikian, sejumlah tantangan masih perlu diatasi, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan produktivitas, hingga pengurangan ketimpangan ekonomi.
IMF memproyeksikan negara-negara emerging markets, termasuk Indonesia, akan tetap mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 4 persen per tahun dalam beberapa waktu ke depan. Visual Capitalist menilai fenomena ini menandai perubahan besar dalam peta ekonomi dunia.
“Asia telah menjadi pusat baru perdagangan dan produksi internasional,” tulis analisis tersebut. Dengan dinamika geopolitik dan ekonomi global yang terus berubah, posisi Indonesia ke depan akan sangat bergantung pada kebijakan ekonomi, stabilitas politik, serta kemampuan menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.(Osy)
Editor: Tomi Sujatmiko
tegak lurus Prabowoggg
IMF nih gan yang tukang nyinyir mau minta data dari mana lagi
DKK PBB?
0
161
Kutip
6
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan