- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Lawan Prabowo, Ketua BEM UGM: 1 Tahun Daya Rusaknya Parah, Jangan Biarkan 5 Tahun
TS
mabdulkarim
Lawan Prabowo, Ketua BEM UGM: 1 Tahun Daya Rusaknya Parah, Jangan Biarkan 5 Tahun
Berani Lawan Prabowo, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: 1 Tahun Daya Rusaknya Parah, Jangan Biarkan Sampai 5 Tahun

Jumat 13-03-2026,07:39 WIB
Reporter: Marieska Harya Virdhani|Editor: Marieska Harya Virdhani
Berani Lawan Prabowo, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: 1 Tahun Daya Rusaknya Parah, Jangan Biarkan Sampai 5 Tahun
Roda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto baru berjalan 1 tahun, namun Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto sudah menyerang pemerintah habis-habisan dengan segala kritiknya. --Instagram Tiyo Ardianto
JAKARTA, DISWAY.ID - Roda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto baru berjalan 1 tahun, namun Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto sudah menyerang pemerintah habis-habisan dengan segala kritiknya.
Termasuk soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut olehnya dengan Maling Berkedok Gizi (MBG) yang diekspresikan dalam kaus warna hitam yang selalu ia kenakan ke mana-mana.
Berbicara dalam podcast YouTube OWRITE dalam program Say It, justru karena baru 1 tahun maka ia harus bersuara agar tidak semakin parah.
Ia menyebutnya dengan istilah Daya Rusak.
“Justru itu yang kita khawatirkan, kalau dalam 1 tahun saja daya rusaknya sudah seperti ini, apakah kita akan biarkan sampai 5 tahun dengan diam2 saja?” tegasnya.
Tiyo mencontohkan daya rusak yang terjadi salah satunya dalam konteks demokrasi.
Total sudah ada lebih dari 700 aktivis di era Prabowo, ditangkap atau dibui karena menyuarakan aksi.
“Kita lihat daya rusak dalam konteks demokrasi misalnya, lebih dari 700 aktivis hari ini berada di dalam bui, karena menjalani sidang sebagai seorang tersangka, itu baru terjadi di zaman Prabowo. Dan Prabowo baru 1 tahun menjabat sudah melakukan penghinaan terhadap demokrasi, lalu kita diam dan menganggap baru 1 tahun kita jangan menilai? No? menurut saya kita justru baru 1 tahun kita cegah kehancurannya jangan sampai lebih besar, itu baru dalam konteks demokrasi,” ucapnya.
Dalam konteks program unggulannya pun demikian.
Tiyo mengkritisi program MBG yang sudah merampas anggaran pendidikan.
Ia menyebut MBG tidak membuka lapangan pekerjaan namun sarang korupsi.
“MBG merampas anggaran pendidikan kita 335 T, ini angka yang luar biasa fantastis dan tak ada pengawasan yang begitu ketat, yang bisa sampai di level bawah di mana pengelolaan SPPG yang hampir 30 ribu nanti targetnya.[b[ Rasanya kita juga gak pengen uang yang sebanyak itu, justru gak menghasilkan apa2 selain bukan lapangan pekerjaan, lapangan korupsi,[/n]” ucapnya.
Nama Tiyo Ardianto menjadi perhatian nasional setelah BEM UGM mengirim surat terbuka ke UNICEF pada 6 Februari 2026, merespons tragedi siswa SD di NTT yang diduga tak mampu membeli alat tulis.
Dalam sikapnya, Tiyo ikut mengkritisi prioritas anggaran pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto.
Tiyo juga mengucapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sebagai Presiden Bodoh.
“PRESIDEN BODOH, Kita sedang dipimpin oleh orang bodoh yang tidak sadar bahwa dirinya bodoh dan karenanya tak pernah mau belajar, tapi justru memilih menularkan kebodohannya kepada yang lain. Ajaibnya orang pintar di sekelilingnya rela-rela saja dibuat bodoh dan dengan bangga menjunjung kebodohan pimpinannya,” tulisnya.
https://disway.id/read/935158/berani...pai-5-tahun/15
Seruan Ketua BEM UGM

Jumat 13-03-2026,07:39 WIB
Reporter: Marieska Harya Virdhani|Editor: Marieska Harya Virdhani
Berani Lawan Prabowo, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: 1 Tahun Daya Rusaknya Parah, Jangan Biarkan Sampai 5 Tahun
Roda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto baru berjalan 1 tahun, namun Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto sudah menyerang pemerintah habis-habisan dengan segala kritiknya. --Instagram Tiyo Ardianto
JAKARTA, DISWAY.ID - Roda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto baru berjalan 1 tahun, namun Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto sudah menyerang pemerintah habis-habisan dengan segala kritiknya.
Termasuk soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut olehnya dengan Maling Berkedok Gizi (MBG) yang diekspresikan dalam kaus warna hitam yang selalu ia kenakan ke mana-mana.
Berbicara dalam podcast YouTube OWRITE dalam program Say It, justru karena baru 1 tahun maka ia harus bersuara agar tidak semakin parah.
Ia menyebutnya dengan istilah Daya Rusak.
“Justru itu yang kita khawatirkan, kalau dalam 1 tahun saja daya rusaknya sudah seperti ini, apakah kita akan biarkan sampai 5 tahun dengan diam2 saja?” tegasnya.
Tiyo mencontohkan daya rusak yang terjadi salah satunya dalam konteks demokrasi.
Total sudah ada lebih dari 700 aktivis di era Prabowo, ditangkap atau dibui karena menyuarakan aksi.
“Kita lihat daya rusak dalam konteks demokrasi misalnya, lebih dari 700 aktivis hari ini berada di dalam bui, karena menjalani sidang sebagai seorang tersangka, itu baru terjadi di zaman Prabowo. Dan Prabowo baru 1 tahun menjabat sudah melakukan penghinaan terhadap demokrasi, lalu kita diam dan menganggap baru 1 tahun kita jangan menilai? No? menurut saya kita justru baru 1 tahun kita cegah kehancurannya jangan sampai lebih besar, itu baru dalam konteks demokrasi,” ucapnya.
Dalam konteks program unggulannya pun demikian.
Tiyo mengkritisi program MBG yang sudah merampas anggaran pendidikan.
Ia menyebut MBG tidak membuka lapangan pekerjaan namun sarang korupsi.
“MBG merampas anggaran pendidikan kita 335 T, ini angka yang luar biasa fantastis dan tak ada pengawasan yang begitu ketat, yang bisa sampai di level bawah di mana pengelolaan SPPG yang hampir 30 ribu nanti targetnya.[b[ Rasanya kita juga gak pengen uang yang sebanyak itu, justru gak menghasilkan apa2 selain bukan lapangan pekerjaan, lapangan korupsi,[/n]” ucapnya.
Nama Tiyo Ardianto menjadi perhatian nasional setelah BEM UGM mengirim surat terbuka ke UNICEF pada 6 Februari 2026, merespons tragedi siswa SD di NTT yang diduga tak mampu membeli alat tulis.
Dalam sikapnya, Tiyo ikut mengkritisi prioritas anggaran pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto.
Tiyo juga mengucapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sebagai Presiden Bodoh.
“PRESIDEN BODOH, Kita sedang dipimpin oleh orang bodoh yang tidak sadar bahwa dirinya bodoh dan karenanya tak pernah mau belajar, tapi justru memilih menularkan kebodohannya kepada yang lain. Ajaibnya orang pintar di sekelilingnya rela-rela saja dibuat bodoh dan dengan bangga menjunjung kebodohan pimpinannya,” tulisnya.
https://disway.id/read/935158/berani...pai-5-tahun/15
Seruan Ketua BEM UGM
aldonistic dan 2 lainnya memberi reputasi
3
501
32
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan