Kaskus

News

sansnomicsAvatar border
TS
sansnomics
Menko Airlangga Bicara Masa Depan Asia di Tokyo Conference 2026
Menko Airlangga Bicara Masa Depan Asia di Tokyo Conference 2026

Menko Airlangga (kiri) bersama mantan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. (Foto: ekon.go.id)

Gan, di tengah perubahan geopolitik global yang makin dinamis, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai negara-negara Asia perlu memperkuat kerja sama regional dan tetap menjaga sistem perdagangan global yang berbasis aturan.

Hal itu disampaikan Airlangga saat menghadiri Tokyo Conference 2026 dalam sesi Asian Leaders Roundtablebertema “Envisioning Our Future: What kind of global role should Asia aspire in 2050?” di Tokyo, Jepang, Rabu (11/3).

Menurut Airlangga, saat ini dunia sudah semakin multipolar. Artinya, kekuatan global tidak lagi didominasi satu pihak saja. Tapi di sisi lain, hubungan antarnegara besar sekarang juga makin dipengaruhi kepentingan strategis dan transaksi politik. Ditambah lagi, tren proteksionisme makin meningkat dan kepercayaan terhadap sistem multilateral mulai menurun.

Contohnya bisa dilihat dari tantangan yang dihadapi WTO dalam mendorong isu perdagangan digital maupun penguatan rantai pasok global.

Sementara itu, PBB juga dinilai kesulitan menjaga efektivitas kerja sama global di tengah ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah.
Meski begitu, Asia justru punya potensi besar jadi pusat ekonomi dunia di masa depan. Pada 2050, kawasan Asia diproyeksikan menyumbang sekitar 54% dari PDB global.

Beberapa proyeksi ekonominya juga cukup menarik, gan. China diperkirakan menjadi ekonomi terbesar di kawasan dengan PDB hampir 58 triliun dolar AS (PPP), disusul India sekitar 44 triliun dolar AS. Sementara Indonesia diproyeksikan berada di posisi ketiga di Asia dengan PDB sekitar 10–11 triliun dolar AS.

Di bawahnya ada Jepang dengan sekitar 8–9 triliun dolar AS, dan Korea Selatan sekitar 3–4 triliun dolar AS.

Menurut Airlangga, potensi besar ini bisa tercapai kalau negara-negara Asia mau memperkuat kerja sama regional, membangun kepercayaan antarnegara, meningkatkan konektivitas kawasan, serta tetap menjaga perdagangan terbuka.

Ia juga menyoroti peran ASEAN yang diproyeksikan menjadi salah satu blok ekonomi utama dunia pada 2050. Saat ini saja, ASEAN sudah memiliki PDB kolektif sekitar 4,13 triliun dolar AS. Bahkan Indonesia sendiri diperkirakan bisa masuk lima besar ekonomi terbesar dunia pada 2050.

Selain itu, berbagai kerja sama ekonomi regional seperti Regional Comprehensive Economic Partnership dan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership juga dinilai penting untuk memperkuat integrasi ekonomi kawasan.

Airlangga juga menegaskan Indonesia siap bekerja sama dengan berbagai negara untuk memperkuat ketahanan ekonomi global. Ia menyebut ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh sekitar 5,4% pada 2026. Selain itu, Indonesia juga mencatat surplus perdagangan selama 69 bulan berturut-turut, inflasi yang tetap terkendali, serta defisit fiskal sekitar 2,68% terhadap PDB.

Sumber

0
60
4
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan