Sumber Gambar:Artificial Intelligence
Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat siang kalian semuanya!
Pada kesempatan yang sangat berharga ini, gue, Mbak Rora, akan membahas tentang 3 cara deteksi dini kanker ginjal pada anak

.
Kalau mendengar kata kanker, biasanya yang terbayang adalah penyakit orang dewasa. Namun, kenyataannya, beberapa jenis kanker justru lebih sering muncul pada anak-anak, bahkan pada usia balita. Salah satunya adalah kanker ginjal pada anak yang disebut dengan nefroblastoma atau tumor Wilm's.
Meski terdengar menakutkan, ada kabar baik yang penting diketahui. Berbeda dengan kanker ginjal pada orang dewasa, nefroblastoma pada anak sering kali memiliki tingkat kesembuhan yang sangat tinggi, terutama jika penyakit ini ditemukan sejak tahap awal. Masalahnya, banyak orang tua tidak menyadari gejala awalnya. Oleh karena itulah, deteksi dini nefroblastoma menjadi hal yang sangat penting.
Thread ini akan membahas secara ilmiah bagaimana orang tua bisa mengenali tanda-tanda awal kanker ginjal pada balita.
Selamat menyimak

.
Quote:
Mengenal Nefroblastoma pada Balita
Nefroblastoma atau tumor Wilm's adalah jenis kanker ginjal yang paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini biasanya muncul pada balita usia 0–4 tahun, dan jarang terjadi setelah anak berusia lebih dari 6 tahun.
Berbeda dengan kanker ginjal pada orang dewasa seperti karsinoma sel renal, nefroblastoma memiliki karakteristik yang berbeda, karena penyebabnya tidak diketahui secara pasti, tidak bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup, tetapi tingkat kesembuhannya sangat tinggi jika terdeteksi sejak dini.
Menurut penelitian onkologi anak, lebih dari 90% anak dengan nefroblastoma dapat sembuh jika diagnosis dilakukan lebih awal dan terapi diberikan secara tepat (Davidoff, 2012).
Oleh karena itu, peranan orang tua sangat penting dalam mengenali tanda-tanda awal nefroblastoma yang mungkin muncul di rumah.
Quote:
1. Perhatikan Warna Air Seni Anak
Cara pertama yang bisa dilakukan orang tua adalah memperhatikan perubahan warna air seni balita. Air seni balita pada kondisi normal biasanya berwarna kuning muda hingga jernih, atau agak cokelat jika anak dehidrasi. Namun, pada beberapa kasus nefroblastoma, anak dapat mengalami hematuria, yaitu kondisi ketika air seni mengandung darah.
Gejala ini bisa muncul dalam beberapa bentuk, yaitu air seni berwarna kemerahan, warna urin menjadi cokelat gelap, bahkan terkadang tampak seperti warna teh, tanpa adanya gejala dehidrasi yang jelas. Jadi, tidak perlu khawatir berlebihan jika anak dehidrasi dan warna urinnya cokelat gelap, karena itu normal. Namun, jika anak sudah cukup minum tetapi warna urinnya masih cokelat gelap seperti teh, itu adalah pertanda serius.
Pada sebagian anak, darah dalam urin mungkin tidak terlihat jelas dengan mata, tetapi dapat terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium.
Hematuria terjadi karena tumor di ginjal dapat mengganggu jaringan pembuluh darah, sehingga sebagian darah ikut keluar bersama urin.
Namun, penting juga untuk dipahami, bahwa tidak semua perubahan warna urin berarti kanker. Beberapa kondisi lain juga dapat menyebabkan hematuria, misalnya infeksi saluran kemih, batu ginjal, serta cedera pada ginjal atau kandung kemih.
Oleh karena itu, jika orang tua melihat perubahan warna urin yang tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter anak untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Deteksi awal melalui gejala sederhana seperti ini dapat membantu diagnosis dilakukan lebih cepat.
Quote:
2. Jangan Sepelekan Benjolan Aneh di Perut Balita
Tanda lain yang cukup sering muncul pada nefroblastoma adalah benjolan di perut anak.
Hal ini terjadi karena tumor yang tumbuh di ginjal dapat membesar dan akhirnya teraba dari luar perut.
Beberapa ciri benjolan yang perlu diwaspadai antara lain:
1) Teraba keras tetapi tidak terlalu nyeri
2) Terletak di salah satu sisi perut
3) Perut tampak lebih membesar dari biasanya
4) Benjolan itu mungkin tidak sakit saat disentuh
Yang menarik, banyak kasus tumor Wilm's ditemukan secara tidak sengaja oleh orang tua ketika memandikan anak, mengganti pakaian, atau saat anak berbaring di pangkuan. Kadang-kadang, anak tetap terlihat aktif dan tidak mengeluh apa pun. Oleh karena itulah, orang tua sering kali tidak menyadari bahwa benjolan tersebut adalah tanda penyakit serius.
Dokter sangat menyarankan jangan menekan atau memijat benjolan tersebut, karena pada beberapa kondisi tindakan ini dapat meningkatkan risiko penyebaran sel tumor.
Langkah yang paling aman adalah segera membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan, seperti USG abdomen, CT scan, dan pemeriksaan darah.
Dengan pemeriksaan ini, dokter dapat memastikan apakah benjolan tersebut merupakan tumor atau kondisi lain yang tidak berbahaya.
Quote:
3. Cek Tekanan Darah Anak Secara Berkala
Banyak orang tua tidak menyangka, bahwa tekanan darah juga dapat menjadi petunjuk adanya tumor ginjal pada anak.
Ginjal memiliki peranan penting dalam mengatur tekanan darah tubuh melalui sistem hormon yang disebut renin–angiotensin. Jika terdapat tumor pada ginjal, proses ini bisa terganggu, sehingga anak mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi).
Pada orang dewasa, hipertensi sering dikaitkan dengan obesitas atau kurang olahraga. Namun, pada anak kecil, kondisi ini sangat tidak normal dan harus diperiksa lebih lanjut.
Gejala tekanan darah tinggi pada balita memang tidak selalu jelas. Namun, beberapa tanda yang mungkin muncul antara lain anak tampak lebih rewel dari biasanya, sering sakit kepala, wajah tampak pucat atau lemas, bahkan sering muntah tanpa sebab yang jelas.
Oleh karena itu, dokter anak menyarankan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, misalnya setiap satu bulan sekali, terutama pada anak yang memiliki riwayat kesehatan tertentu, terutama riwayat kanker ginjal.
Pemeriksaan ini sebenarnya sangat sederhana dan dapat dilakukan di puskesmas, dokter anak, atau rumah sakit.
Dengan pemeriksaan rutin, perubahan tekanan darah dapat terdeteksi dengan lebih cepat.
Quote:
Mengapa Deteksi Dini Sangat Penting?
Deteksi dini memberikan banyak keuntungan dalam pengobatan nefroblastoma.
Jika tumor ditemukan pada tahap awal, pengobatan biasanya melibatkan kombinasi antara operasi pemotongan tumor, kemoterapi, atau terkadang radioterapi.
Namun, terapi pada tahap awal biasanya lebih ringan dan lebih efektif dibandingkan jika tumor sudah menyebar.
Menurut data penelitian kanker anak, angka kelangsungan hidup lima tahun untuk tumor Wilm's bisa mencapai lebih dari 90% jika penyakit didiagnosis pada stadium awal (National Cancer Institute, 2023). Ini menunjukkan bahwa meskipun kanker ini terdengar menakutkan, peluang sembuhnya sebenarnya sangat tinggi.
Quote:
KESIMPULAN
Nefroblastoma atau tumor Wilm's adalah kanker ginjal yang paling sering terjadi pada anak usia balita. Penyakit ini tidak memiliki penyebab yang pasti dan tidak dapat dicegah, berbeda dengan kanker ginjal pada orang dewasa. Namun, kabar baiknya, penyakit ini memiliki tingkat kesembuhan yang sangat tinggi jika terdeteksi sejak dini.
Orang tua dapat membantu proses deteksi awal dengan memperhatikan tiga hal sederhana:
1) Memperhatikan warna air seni anak
2) Tidak mengabaikan benjolan yang tidak biasa di perut balita
3) Memeriksa tekanan darah anak secara berkala
Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu menemukan tanda awal penyakit sebelum berkembang menjadi lebih serius.
Pada akhirnya, kewaspadaan orang tua adalah kunci. Jika ada gejala yang terasa tidak biasa pada anak, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Lebih baik memeriksa lebih awal daripada menyesal karena terlambat.
Semoga thread ini bermanfaat dan dapat bisa menambah wawasan

.
Jika dirasa berguna, jangan ragu untuk membagikan thread ini ke orang lain, supaya lebih banyak orang tua yang memahami pentingnya deteksi dini kanker pada anak.
Terima kasih sudah membaca threadnya sampai habis

.
Quote:
SUMBER
Davidoff, A. M. (2012). Wilms tumor.
Current Opinion in Pediatrics,
24(3), 357–364.
National Cancer Institute. (2023).
Wilms Tumor and Other Childhood Kidney Tumors Treatment (PDQ®)–Health Professional Version.
https://www.cancer.gov
Pritchard-Jones, K., Moroz, V., Vujanic, G., et al. (2015). Treatment and outcome of Wilms tumour patients: An analysis of the SIOP WT 2001 trial.
The Lancet Oncology,
16(6), 659–669.
American Cancer Society. (2023).
Wilms Tumor (Kidney Cancer in Children).
https://www.cancer.org
Steliarova-Foucher, E., Colombet, M., Ries, L. A., et al. (2017). International incidence of childhood cancer.
The Lancet Oncology,
18(6), 719–731.
@aldo12 @itkgid @essyaraz