- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita Luar Negeri
Dunia Juga di Ambang Krisis Pupuk Imbas Selat Hormuz Ditutup
TS
kissmybutt007
Dunia Juga di Ambang Krisis Pupuk Imbas Selat Hormuz Ditutup
Tak Hanya Minyak, Dunia Juga di Ambang Krisis Pupuk Imbas Selat Hormuz Ditutup
Ahmad Naufal Dzulfaroh
2–3 minutes
KOMPAS.com - Rantai pasokan pupuk global kini dibayangi gangguan signifikan menyusul berlanjutnya penutupan Selat Hormuz.
Kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan analis terkait keberlangsungan produksi tanaman dan ketahanan pangan dunia.
Lalu lintas di jalur perairan vital tersebut sebagian besar terhenti sejak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.
Padahal, Selat Hormuz merupakan urat nadi bagi sekitar seperempat hingga sepertiga perdagangan global bahan baku pupuk.
Ancaman kenaikan harga bahan baku
Dikutip dari The Guardian, penutupan selat secara de facto berdampak pada pengangkutan amonia dan nitrogen.
Keduanya merupakan komponen utama dalam berbagai produk pupuk sintetis.
Perlu dicatat bahwa sekitar separuh dari produksi pangan global bergantung pada nitrogen sintetis. Tanpa pasokan pupuk yang memadai, hasil panen dipastikan bakal menurun.
Minimnya ketersediaan pupuk memaksa petani mengurangi dosis pemakaian pada tanaman mereka.
Hal ini akan berujung pada penurunan produktivitas lahan yang kemudian mendorong harga pangan melambung lebih tinggi.
Teluk Persia sebagai pusat pupuk dunia

Lihat Foto
Pelabuhan Al Aqir di Selat Hormuz, difoto dari Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab, 25 Februari 2026. Iran pada 28 Februari menutup Selat Hormuz sebagai respons serangan Amerika-Israel ke Teheran.(AFP/FADEL SENNA)
Teluk Persia merupakan lokasi beberapa pabrik pupuk terbesar di dunia.
Karena itu, penutupan transportasi yang berkepanjangan dapat mengganggu produksi dan meningkatkan biaya.
Setelah Rusia, Mesir, dan Arab Saudi, Iran adalah pengekspor urea terbesar keempat di dunia, yang merupakan pupuk nitrogen yang paling banyak digunakan.
Kemampuan untuk memproduksi pupuk terpengaruh oleh ketersediaan bahan baku dan meningkatnya biaya energi yang digunakan dalam produksi.
Gas fosil mewakili antara 60-80 persen dari biaya produksi pupuk nitrogen.
Pasokan nitrogen global diperkirakan akan semakin terganggu oleh penutupan pembangkit listrik tenaga gas fosil di Teluk.
Sementara, Qatar telah menutup fasilitas terbesarnya setelah serangan pesawat tak berawak.
Berpotensi lebih parah dari krisis 2022
Kondisi ini mengingatkan akan lonjakan biaya gas dan pupuk pada awal 2022 setelah invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina.
Harga urea Mesir, yang merupakan patokan, telah naik lebih dari 25 persen.
Harga tersebut mencapai 625 dollar AS per metrik ton, naik dari 484 dollar AS-490 dollar AS minggu lalu, menurut CRU Group, sebuah perusahaan konsultan yang melacak harga komoditas.
Timur Tengah juga merupakan sumber sekitar 45 persen perdagangan global sulfur, bahan baku utama untuk produksi pupuk, serta berbagai logam dan bahan kimia industri.
“Meskipun ada banyak kesamaan dengan tahun 2022, implikasi penawaran dan permintaan dari konflik di Timur Tengah berpotensi jauh lebih parah dan luas, terutama jika Selat Hormuz dibatasi lebih dari dua minggu,” kata CRU Group dalam sebuah pernyataan.
https://internasional.kompas.com/rea...-hormuz?page=2
di sini sudah siap belum
Ahmad Naufal Dzulfaroh
2–3 minutes
KOMPAS.com - Rantai pasokan pupuk global kini dibayangi gangguan signifikan menyusul berlanjutnya penutupan Selat Hormuz.
Kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan analis terkait keberlangsungan produksi tanaman dan ketahanan pangan dunia.
Lalu lintas di jalur perairan vital tersebut sebagian besar terhenti sejak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.
Padahal, Selat Hormuz merupakan urat nadi bagi sekitar seperempat hingga sepertiga perdagangan global bahan baku pupuk.
Ancaman kenaikan harga bahan baku
Dikutip dari The Guardian, penutupan selat secara de facto berdampak pada pengangkutan amonia dan nitrogen.
Keduanya merupakan komponen utama dalam berbagai produk pupuk sintetis.
Perlu dicatat bahwa sekitar separuh dari produksi pangan global bergantung pada nitrogen sintetis. Tanpa pasokan pupuk yang memadai, hasil panen dipastikan bakal menurun.
Minimnya ketersediaan pupuk memaksa petani mengurangi dosis pemakaian pada tanaman mereka.
Hal ini akan berujung pada penurunan produktivitas lahan yang kemudian mendorong harga pangan melambung lebih tinggi.
Teluk Persia sebagai pusat pupuk dunia

Lihat Foto
Pelabuhan Al Aqir di Selat Hormuz, difoto dari Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab, 25 Februari 2026. Iran pada 28 Februari menutup Selat Hormuz sebagai respons serangan Amerika-Israel ke Teheran.(AFP/FADEL SENNA)
Teluk Persia merupakan lokasi beberapa pabrik pupuk terbesar di dunia.
Karena itu, penutupan transportasi yang berkepanjangan dapat mengganggu produksi dan meningkatkan biaya.
Setelah Rusia, Mesir, dan Arab Saudi, Iran adalah pengekspor urea terbesar keempat di dunia, yang merupakan pupuk nitrogen yang paling banyak digunakan.
Kemampuan untuk memproduksi pupuk terpengaruh oleh ketersediaan bahan baku dan meningkatnya biaya energi yang digunakan dalam produksi.
Gas fosil mewakili antara 60-80 persen dari biaya produksi pupuk nitrogen.
Pasokan nitrogen global diperkirakan akan semakin terganggu oleh penutupan pembangkit listrik tenaga gas fosil di Teluk.
Sementara, Qatar telah menutup fasilitas terbesarnya setelah serangan pesawat tak berawak.
Berpotensi lebih parah dari krisis 2022
Kondisi ini mengingatkan akan lonjakan biaya gas dan pupuk pada awal 2022 setelah invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina.
Harga urea Mesir, yang merupakan patokan, telah naik lebih dari 25 persen.
Harga tersebut mencapai 625 dollar AS per metrik ton, naik dari 484 dollar AS-490 dollar AS minggu lalu, menurut CRU Group, sebuah perusahaan konsultan yang melacak harga komoditas.
Timur Tengah juga merupakan sumber sekitar 45 persen perdagangan global sulfur, bahan baku utama untuk produksi pupuk, serta berbagai logam dan bahan kimia industri.
“Meskipun ada banyak kesamaan dengan tahun 2022, implikasi penawaran dan permintaan dari konflik di Timur Tengah berpotensi jauh lebih parah dan luas, terutama jika Selat Hormuz dibatasi lebih dari dua minggu,” kata CRU Group dalam sebuah pernyataan.
https://internasional.kompas.com/rea...-hormuz?page=2
di sini sudah siap belum
teguhjepang9932 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
2K
17
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan