- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
2 Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Bahlil: Masih Negosiasi
TS
mabdulkarim
2 Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Bahlil: Masih Negosiasi

Rabu, 11 Maret 2026 | 14:06 WIB
BI
AD
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: AD
Kapal tanker Pertamina Pride.
Kapal tanker Pertamina Pride. (Pertamina)
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah memastikan kapal milik Pertamina yang berada di sekitar kawasan Selat Hormuz, Timur Tengah, dalam kondisi aman meski sempat tertahan akibat situasi geopolitik yang memanas di wilayah tersebut. Saat ini pemerintah tengah melakukan proses negosiasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan kapal tersebut mengangkut muatan minyak mentah.
“Isinya minyak, minyak mentah,” ujar Bahlil dikutip Rabu (11/3/2026).
Bahlil menyebut terdapat dua kapal kargo yang terdampak situasi tersebut. Namun proses penyelesaian masih berlangsung melalui jalur negosiasi.
“Dua kapal tetapi sudah lah, itu masih dalam negosiasi kok. Insyaallah sebentar lagi selesai, doakan ya,” pungkasnya.
Sebelumnya, PT Pertamina mengungkapkan kapal milik anak usahanya, PT Pertamina International Shipping (PIS), yang masih berada di kawasan Timur Tengah akibat eskalasi konflik di Iran.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina Muhammad Baron mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan, terutama terkait keselamatan awak kapal serta keamanan aset perusahaan. Menurutnya, kondisi kapal hingga saat ini masih dalam keadaan baik.
Baron menjelaskan dua kapal tanker milik PIS berada di dalam kawasan Selat Hormuz, sedangkan dua kapal lainnya berada di luar kawasan tersebut.
“Kami terus memantau dan memastikan keselamatan para awak kapal. Kemudian juga terkait dengan aset kapal yang berada di sana,” kata Baron di kantor pusat Pertamina, Selasa (3/3/2026) malam.
Untuk memastikan keselamatan awak dan keamanan aset, manajemen Pertamina juga melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Luar Negeri.
Baron menambahkan pasokan minyak Indonesia saat ini masih bergantung pada impor. Adapun impor minyak dari kawasan Timur Tengah menyumbang sekitar 19% dari total kebutuhan nasional.
Meski kondisi geopolitik di Timur Tengah tengah memanas, Pertamina memastikan stok minyak di dalam negeri masih dalam kondisi aman. Hal tersebut didukung berbagai strategi yang dijalankan perusahaan untuk menjaga ketahanan energi nasional.
“Jadi untuk ketahanan energi nasional Pertamina telah menyiapkan sistem tersebut untuk bisa memenuhi kebutuhan nasional,” ucap Baron.
Data pelacakan kapal dari platform maritim MarineTraffic menunjukkan dua kapal tanker milik PT Pertamina masih berada di kawasan Timur Tengah berdasarkan sistem Automatic Identification System (AIS) terbaru.
Berdasarkan data tersebut, kapal tanker Gamsunoro terdeteksi dalam status moored atau bersandar dan melaporkan tujuan menuju Khor Al Zubair, Irak, dengan sarat air sekitar 8,5 meter.
Sementara kapal tanker Pertamina Pride tercatat dalam status at anchor atau berlabuh dengan tujuan pelayaran menuju Pelabuhan Cilacap, Jawa Tengah, serta estimasi waktu kedatangan pada 2 April 2026 pukul 16.00 WIB.
https://www.beritasatu.com/ekonomi/2...asih-negosiasi
kapal Pertamina
MemoryExpress dan itkgid memberi reputasi
2
413
27
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan