- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Forum BEM se-DIY Turun ke Jalan, Suarakan Kekecewaan soal Tragedi Tual
TS
mabdulkarim
Forum BEM se-DIY Turun ke Jalan, Suarakan Kekecewaan soal Tragedi Tual
Forum BEM se-DIY Turun ke Jalan, Suarakan Kekecewaan soal Tragedi Oknum Anggota Brimob di Tual
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Massa-dari-Forum-BEM-se-DIY-saat-menggelar-aksi-di-depan-gedung-DPRD-DIY-Rabu-2522026.jpg)
Tayang: Rabu, 25 Februari 2026 17:45 WIB
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Joko Widiyarso
zoom-inlihat fotoForum BEM se-DIY Turun ke Jalan, Suarakan Kekecewaan soal Tragedi Oknum Anggota Brimob di Tual
Tribun Jogja/MIFTAHUL HUDA
UNJUK RASA - Massa dari Forum BEM se-DIY saat menggelar aksi di depan gedung DPRD DIY, Rabu (25/2/2026).
A-
A+
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Massa dari Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-DIY mulai berorasi di depan kantor DPRD DIY sembari membentangkan aneka spanduk berisi kritikan terhadap pemerintah dan institusi Polri.
Massa aksi tiba di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPRD DIY) pada Rabu sore (25/2/2026) sekitar jam 16.41 WIB.
Kecewa pada Polri
Mereka menyuarakan kekecewaan terhadap institusi Polri atas peristiwa meninggalnya bocah 14 di Tual, Maluku karena dipukul oleh oknum Brimob.
“Kita setiap hari disodori berita buruk tentang pemerintahan. Kami gak ingin berseberangan, ini adalah satu-satunya alat untuk menyuarakan keinginan kita,” kata salah satu orator.
Kritik ke pemerintah
Dia menyampaikan aksi pada Rabu sore merupakan mimbar demokrasi sebagai alat menyuarakan kritik terhadap pemerintahan.
Sementara koordinator aksi, Fathurochman menyampaikan aksi ini berangkat dari keresahan yang terjadi beberapa hari terakhir yang menuai amarah publik.
“Salah satunya anggota polsi di Tual diduga melakukan penganiayaan ke anak berusia 14 tahun,” katanya.
Fakta tersebut menurutnya tidak sejalan dengan agenda reformasi Polri yang selama ini digaungkan oleh pemerintah dan Polri sendiri.
Soroti Kepemimpinan Presiden Prabowo
Selain menyoroti terkait kinerja Polri, massa aksi juga menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Mereka menilai rencana Prabowo membentuk RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing menjadi bukti bahwa pemimpin Indonesia saat ini merupakan antek asing.
“Di mana di situ terjadi legitimasi kekuasaan, itu menjadi bagian antek asing sebenarnya, menurut keyakinan saya begitu,” tegasnya.
Setelah selesai berorasi di DPRD DIY, massa aksi melanjutkan agendanya untuk berorasi kembali di Titik Nol Km Yogyakarta.
https://jogja.tribunnews.com/diy/120...rimob-di-tual.
Betapa semangatnya BEM Yogyakarta dari kemarin demo terus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Massa-dari-Forum-BEM-se-DIY-saat-menggelar-aksi-di-depan-gedung-DPRD-DIY-Rabu-2522026.jpg)
Tayang: Rabu, 25 Februari 2026 17:45 WIB
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Joko Widiyarso
zoom-inlihat fotoForum BEM se-DIY Turun ke Jalan, Suarakan Kekecewaan soal Tragedi Oknum Anggota Brimob di Tual
Tribun Jogja/MIFTAHUL HUDA
UNJUK RASA - Massa dari Forum BEM se-DIY saat menggelar aksi di depan gedung DPRD DIY, Rabu (25/2/2026).
A-
A+
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Massa dari Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-DIY mulai berorasi di depan kantor DPRD DIY sembari membentangkan aneka spanduk berisi kritikan terhadap pemerintah dan institusi Polri.
Massa aksi tiba di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPRD DIY) pada Rabu sore (25/2/2026) sekitar jam 16.41 WIB.
Kecewa pada Polri
Mereka menyuarakan kekecewaan terhadap institusi Polri atas peristiwa meninggalnya bocah 14 di Tual, Maluku karena dipukul oleh oknum Brimob.
“Kita setiap hari disodori berita buruk tentang pemerintahan. Kami gak ingin berseberangan, ini adalah satu-satunya alat untuk menyuarakan keinginan kita,” kata salah satu orator.
Kritik ke pemerintah
Dia menyampaikan aksi pada Rabu sore merupakan mimbar demokrasi sebagai alat menyuarakan kritik terhadap pemerintahan.
Sementara koordinator aksi, Fathurochman menyampaikan aksi ini berangkat dari keresahan yang terjadi beberapa hari terakhir yang menuai amarah publik.
“Salah satunya anggota polsi di Tual diduga melakukan penganiayaan ke anak berusia 14 tahun,” katanya.
Fakta tersebut menurutnya tidak sejalan dengan agenda reformasi Polri yang selama ini digaungkan oleh pemerintah dan Polri sendiri.
Soroti Kepemimpinan Presiden Prabowo
Selain menyoroti terkait kinerja Polri, massa aksi juga menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Mereka menilai rencana Prabowo membentuk RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing menjadi bukti bahwa pemimpin Indonesia saat ini merupakan antek asing.
“Di mana di situ terjadi legitimasi kekuasaan, itu menjadi bagian antek asing sebenarnya, menurut keyakinan saya begitu,” tegasnya.
Setelah selesai berorasi di DPRD DIY, massa aksi melanjutkan agendanya untuk berorasi kembali di Titik Nol Km Yogyakarta.
https://jogja.tribunnews.com/diy/120...rimob-di-tual.
Betapa semangatnya BEM Yogyakarta dari kemarin demo terus
rachmacool memberi reputasi
1
173
4
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan