- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Kecil Kemungkinan Teddy Jadi Cawapres, Tidak Pas Secara Etika Politik
TS
jpnn.com
Kecil Kemungkinan Teddy Jadi Cawapres, Tidak Pas Secara Etika Politik

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kanan). ilustrasi. Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP
jpnn.com, JAKARTA - Peneliti senior Citra Institute, Efriza menyatakan popularitas Sekretaris kabinet Teddy Indra Wijaya memang menarik, tetapi belum cukup menjadi indikator akan otomatis masuk bursa cawapres 2029.
Dia mengatakan jika Teddy berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2029, tentu saja secara etika politik tidak pas.
Baca Juga:
Pengamat Sebut Teddy Punya Potensi Dipilih Prabowo Jadi Cawapres Ketimbang Gibran
"Sebab selama ini Teddy dipersepsi sebagai orang kepercayaan prabowo yang loyal. Bahkan, Teddy jika dipasangkan dengan Prabowo, malah beresiko kekhawatiran masyarakat sipil," kata Efriza kepada JPNN.com, Rabu (13/2).
Pasalnya, rekam jejak karier Teddy dan Prabowo yang sama-sama dari militer dan belum tentu juga pria berpangkat Letkol itu akan didukung oleh para purnawirawan TNI.
"Kecenderungan di Indonesia adalah perpaduan tokoh Militer dan tokoh Sipil. Mayoritas publik menggandrungi Teddy juga karena loyal kepada Prabowo bukan soal kinerjanya, artinya popularitas tidak mencerminkan nilai kinerja dari sosok tersebut," lanjutnya.
Baca Juga:
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Ahmad Ali: Enggak Nyenggol Jokowi, Enggak Makan?
Dia juga menjelaskan jika dicermati mantan presiden sebelumnya, pada periode kedua kepemimpinan, petahana akan mencari sosok non-politisi yang berkategori usang, tetapi masih punya nilai.
"Sebab petahana presiden kecenderungannya menang tinggi, maka calon pendampingnya adalah yang bisa diatur dan membantunya, tetapi bukan yang malah menghadirkan persepsi “matahari kembar” atau calon wakil presiden yang dinilai akan otomatis tongkat pemerintahan dilanjutkan oleh dirinya," tuturnya.
Baca Juga:
Andai Tak Bersama Prabowo, Gibran Lebih Baik Jadi Cawapres Anies
Efriza menjelaskan dalam politik elektoral, kedekatan dengan Prabowo Subianto penting, tetapi tetap harus ditopang oleh elektabilitas, akseptabilitas berupa dukungan partai, dan penerimaan publik yang luas.
"Dibanding Gibran Rakabuming Raka yang sudah memiliki panggung nasional dan rekam kerja yang jelas, tentu saja Teddy masih perlu pembuktian politik yang lebih panjang, tidak kena reshuffle aja sudah amat baik," pungkas Efriza.(mcr8/jpnn)
Sumber:
Kecil Kemungkinan Teddy Jadi Cawapres, Tidak Pas Secara Etika Politik
aldonistic dan 2 lainnya memberi reputasi
3
482
18
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan