Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Ketua BEM UGM Diteror Usai Suarakan Anak Bunuh Diri, Dapat Ancaman Penculikan
Ketua BEM UGM Diteror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT, Dikuntit hingga Dapat Ancaman Penculikan
Ketua BEM UGM Diteror Usai Suarakan Anak Bunuh Diri, Dapat Ancaman Penculikan

Kompas.com, 13 Februari 2026, 10:30 WIB 5 20 Muhammad Iqbal Amar, Tri Indriawati Tim Redaksi Lihat Foto Ketua BEM KM UGM, Tiyo Ardiyanto.(Dok. Pribadi) 02:40

KOMPAS.com - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Yogyakarta, Tiyo Ardianto, mengaku mendapatkan teror seusai menyuarakan kasus anak bunuh diri di NTT. Ketua BEM UGM diteror dengan berbagai ancaman, penguntitan, hingga pemotretan dari pihak tak dikenal selama 9-11 Februari 2026.

Salah satu teror yang dialaminya adalah mendapatkan ancaman penculikan melalui sebuah pesan dari nomor tak dikenal.

“Saya mendapat pesan dari nomor tidak dikenal yang mengancam mau menculik,” ucapnya kepada Kompas.com, Jumat (13/2/2026).

Kronologi Ketua BEM UGM diteror hingga dikuntit

Tak hanya itu, Tiyo juga mengaku sempat mengalami penguntitan pada Rabu (11/2/2026).

Penguntitan terhadap Tiyo dilakukan oleh dua orang tak dikenal saat dirinya sedang berada di sebuah kedai. Menurut penuturan Tiyo kedua orang tersebut laki-laki dewasa dengan postur tubuh tegap.

"Yang menguntit dan memotret dari jauh dua orang laki-laki dewasa. Tubuhnya tegap dan masih relatif muda," paparnya. Meski saat itu sempat dikejar namun dua orang yang diduga melakukan penguntitan kepadanya menghilang.

“Dua pria yang tidak dikenal itu ketika kami kejar menghilang,” ujarnya.

Tiyo menduga aksi teror terkait dengan suara kritisnya Tiyo Ardianto menambahkan bahwa suara yang ia sampaikan dan disebarkan secara luas di media terkait kasus anak bunuh diri di NTT mungkin membuat pihak tertentu tersinggung.

"Apa yang saya suarakan di berbagai media mungkin ada yang tersinggung," ucapnya.

Ditanya mengenai tanggapan kampus dan aparat, Tiyo menyatakan tidak melakukan komunikasi langsung dengan pihak-pihak tersebut.

“Saya juga tidak berkomunikasi langsung dengan kampus dan aparat soal ini,” ujarnya.

Dalam Instagram pribadinya, Tiyo menegaskan meski mendapat intimidasi, ia tidak akan gentar.

“Saya dan BEM UGM tidak akan takut apalagi gentar. Selama terus lahir orang-orang waras di republik ini, selama itulah penguasa yang zalim tidak akan hidup tenang,” tandasnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mendukungnya menyuarakan kebenaran.

“Terima kasih untuk rakyat Indonesia, berkat cahaya doa Anda semua, saya masih baik-baik saja. Saya akan terus baik-baik saja,” jelasnya.

Kompas.com juga telah menghubungi pihak UGM untuk meminta tanggapan terkait kasus ini. Sampai saat ini, respons resmi dari universitas masih ditunggu.

BEM UGM sempat surati UNICEF soal kasus bunuh diri di NTT
[img]https://asset.kompas.com/crops/L3heWIX_pu77BjMGAq3BNybSC7Y=/0x0:828x552/750x500/data/photo/2026/02/13/698e9208e750a.jpeg
Lihat Foto Surat resmi BEM UGM ke UNICEF soal kasus bunuh diri di NTT(tangkapan layar (BEM UGM)) Sebelumnya, Tiyo Ardianto bersama BEM UGM mengirimkan surat resmi kepada UNICEF untuk menyoroti kasus tragis anak berusia 10 tahun di NTT yang bunuh diri karena tidak mampu membeli alat tulis seharga kurang dari Rp 10.000.

Dalam suratnya, Tiyo menulis, “What kind of world do we live in when a child loses his life because he cannot afford a pen and a book?”.

“Dunia macam apa yang kita tinggali ketika seorang anak kehilangan nyawanya karena dia tidak mampu membeli pena dan buku?,” tulisnya.

Ia menekankan bahwa tragedi ini bukanlah nasib atau kejadian terisolasi, melainkan akibat “systemic failure” (kegagalan sistemik) dan kegagalan negara melindungi warga paling rentan.

g Ia meminta UNICEF meningkatkan perannya di Indonesia, terutama dalam memperkuat perlindungan anak, menjamin anggaran pendidikan, dan mencegah kematian yang seharusnya bisa dihindari akibat kegagalan kebijakan.

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/202...ntit?page=all.



DPR Kecam Teror terhadap Ketua BEM UGM Terkait Kasus Anak Bunuh Diri di NTT
Ketua BEM UGM Diteror Usai Suarakan Anak Bunuh Diri, Dapat Ancaman Penculikan
Rahmatul Fajri 13/2/2026 17:27A- A+DPR Kecam Teror terhadap Ketua BEM UGM Terkait Kasus Anak Bunuh Diri di NTT
Gedung MPR/DPR/DPD RI .(Ist)
ANGGOTA Komisi X DPR RI, Hilman Mufidi, mengecam keras tindakan teror yang dialami Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto. Teror tersebut muncul setelah Tiyo menyuarakan keprihatinan atas kasus bunuh diri seorang anak di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hilman menilai aksi intimidasi tersebut merupakan bentuk nyata dari praktik pembungkaman terhadap daya kritis mahasiswa.

"Tindakan teror kepada adinda Tiyo, Ketua BEM UGM tentu sangat tidak sepatutnya dilakukan. Saya sangat menyayangkan aksi itu, itu sama saja dengan praktik pembungkaman," ujar Hilman melalui keterangannya, Jumat (13/2/2026).

Desak Pengusutan Tuntas
Legislator dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas dalang di balik ancaman tersebut. Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Ketua BEM UGM adalah bagian dari kebebasan berpendapat yang konstitusional.

"Saya minta aparat mengusut tuntas siapa dalang aksi teror ke adinda Tiyo. Bagaimanapun suara Tiyo itu adalah wujud keterbukaan, wujud kebebasan berpendapat yang sangat perlu dihormati," tegas Hilman.

Sikapi Kritik dengan Bijak
Hilman juga mengingatkan semua pihak agar tetap tenang dalam menghadapi dinamika sosial, terutama terkait tragedi kemanusiaan di NTT. Ia menekankan bahwa kritik terhadap penanganan kasus tersebut seharusnya dijawab dengan perbaikan kinerja, bukan intimidasi.


"Semua pasti berduka, saya juga sangat prihatin dengan apa yang dialami anak kita di NTT, tapi menyikapi hal itu juga perlu keterbukaan hati, kekuatan pikir, dan setiap kritik terhadap penanganan kasusnya harus disikapi dengan bijak, bukan malah dengan teror," pungkasnya.

Kronologi Teror
Sebelumnya, Tiyo Ardianto melaporkan adanya ancaman penculikan melalui pesan singkat WhatsApp dari nomor luar negeri berkode Inggris. Ancaman ini muncul empat hari setelah BEM UGM melontarkan kritik keras terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terkait kegagalan menjamin hak dasar anak di NTT.

Selain ancaman fisik, peneror juga melakukan pembunuhan karakter dengan menuding Tiyo sebagai antek asing. “Agen asing. Jangan cari panggung jual narasi sampah,” bunyi pesan ancaman tersebut. (Faj/P-2)
https://mediaindonesia.com/politik-d...#goog_rewarded

teror

tabraklari81223Avatar border
the.commandosAvatar border
bojaveAvatar border
bojave dan 2 lainnya memberi reputasi
3
396
17
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan