Sumber Gambar:Artificial Intelligence
Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat sore kalian semuanya!
Pada kesempatan yang sangat berharga ini, gue, Miss Rora, akan membahas tentang 5 mitos dan fakta tentang leukemia

.
Leukemia sering digambarkan secara dramatis dalam film, sinetron, maupun novel. Biasanya, pasiennya perempuan muda berumur 20-an tahun yang sering mimisan dan badannya sering lemas, lalu divonis menderita leukemia. Gambaran ini membentuk persepsi masyarakat yang belum tentu sesuai dengan data ilmiah.
Padahal, secara medis, leukemia adalah kelompok kanker darah yang kompleks. Penyakit ini menyerang jaringan pembentuk darah, terutama sumsum tulang, dan menyebabkan produksi sel darah putih abnormal yang mengganggu keseimbangan sel darah normal (National Cancer Institute, 2023).
Dalam dunia hematologi, leukemia dibagi berdasarkan:
1) Kecepatan perkembangan: akut atau kronis
2) Jenis sel darah putih yang terkena: limfoid atau mieloid
Empat tipe leukemia yang paling sering dibahas adalah leukemia limfoblastik akut (ALL), leukemia mieloid akut (AML), leukemia limfositik kronis (CLL), dan leukemia mieloid kronis (CML).
Analoginya, bayangkan tubuh manusia memiliki sebuah pabrik roti besar. Pabrik ini adalah sumsum tulang manusia, tempat semua sel darah diproduksi setiap hari.
Di dalam pabrik tersebut, terdapat dua jenis adonan utama. Adonan hijau adalah bakal sel limfoid, sementata itu adonan merah adalah bakal sel mieloid.
Dalam dunia medis, kedua adonan ini disebut
hematopoietic progenitor cells, yang nantinya akan berkembang menjadi berbagai jenis sel darah.
Adonan hijau dan merah tidak langsung menjadi roti matang itu. Mereka harus melewati proses pembentukan terlebih dahulu. Adonan hijau yang belum dipanggang adalah limfoblas, dan adonan merah yang belum dipanggang adalah mieloblas.
Secara biologis, limfoblas dan mieloblas adalah sel darah putih yang masih sangat muda (sel blast). Sel blast belum bisa bekerja optimal melawan infeksi.
Dalam kondisi normal, pabrik roti itu bekerja teratur. Adonan dibuat, dibentuk menjadi roti mentah, roti dipanggang hingga matang, dan roti yang sudah matang didistribusikan.
Jika proses berjalan normal, roti hijau dan roti merah itu akan matang setelah dipanggang. Roti matang hijau adalah limfosit matang, sedangkan roti matang merah adalah monosit dan granulosit matang. Sel darah putih matang inilah yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari infeksi bakteri, virus, dan zat asing lainnya.
Masalah muncul ketika pabrik roti itu mengalami gangguan sistem produksi. Bayangkan oven itu rusak. Adonan terus dibuat, roti mentah terus dicetak, tetapi tidak pernah matang sempurna. Akibatnya, gudang pabrik menjadi penuh roti mentah, roti matang menjadi sangat sedikit, distribusi terganggu, dan sistem pabrik roti kacau. Itulah gambaran leukemia.
Pada leukemia akut, produksi roti mentah (limfoblas atau mieloblas) sangat banyak dan cepat. Roti mentah memenuhi gudang dan pabrik roti (sumsum tulang), sehingga roti matang tidak punya ruang untuk diproduksi. Pada leukemia kronis, gangguan ini terjadi lebih lambat. Rotinya memang bisa matang, tetapi kualitasnya buruk dan jumlahnya tidak terkendali.
Nah, daripada kebanyakan ngomong

, berikut ini lima mitos dan fakta tentang leukemia yang perlu dipahami secara ilmiah.
Selamat menyimak

.
Quote:
1. Leukemia Kronis Gejalanya Tidak Selalu Terlihat
Jawaban: FAKTA
Banyak orang mengira semua leukemia berkembang cepat dan menunjukkan gejala berat. Padahal, leukemia kronis justru sering berkembang perlahan dan tanpa keluhan yang signifikan pada tahap awal.
Menurut American Cancer Society (2023), CLL dan CML sering ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan darah rutin. Pasien bisa saja merasa sehat, lalu tiba-tiba mendapat hasil laboratorium dengan jumlah sel darah putih yang meningkat signifikan.
Berbeda dengan leukemia akut yang berkembang cepat dan menimbulkan gejala berat seperti perdarahan spontan atau infeksi serius, leukemia kronis bisa berlangsung bertahun-tahun sebelum menimbulkan gejala jelas.
Artinya, tidak adanya gejala bukan berarti tidak ada penyakit.
Quote:
2. Leukemia Lebih Banyak Menyerang Perempuan
Jawaban: MITOS
Banyak novel dan sinetron sering menggambarkan pasien leukemia sebagai perempuan muda berumur 20-an tahun. Namun, data epidemiologi menunjukkan hal yang berbeda.
Data dari GLOBOCAN (2020) menunjukkan bahwa secara global, insiden leukemia lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan perempuan.
World Health Organization (2023) juga melaporkan pola serupa dalam statistik kanker dunia.
Khusus untuk CLL dan CML, angka kejadian pada pria bahkan bisa hampir dua kali lipat dibandingkan wanita. Jadi, anggapan bahwa leukemia identik dengan perempuan muda adalah mitos yang terbentuk dari representasi media, bukan fakta ilmiah.
Quote:
3. Leukemia Lebih Banyak Menyerang Anak-Anak
Jawaban: MITOS
Memang benar, bahwa leukemia adalah jenis kanker yang paling sering menyerang anak-anak. Namun, jika melihat seluruh populasi, mayoritas kasus leukemia justru terjadi pada orang dewasa dan lansia.
Menurut National Cancer Institute (2023), usia median diagnosis CLL adalah sekitar 70 tahun. CML juga lebih sering ditemukan pada usia paruh baya hingga lansia.
Artinya, leukemia kronis jauh lebih umum pada kelompok usia lanjut dibandingkan anak-anak. Persepsi bahwa leukemia lebih sering menyerang anak-anak muncul karena kasus leukemia pediatrik sering mendapatkan sorotan emosional yang lebih besar.
Quote:
4. Mimisan, Pucat, dan Infeksi Berulang Pasti Berarti Leukemia
Jawaban: MITOS
Gejala seperti pucat, mudah lelah, mimisan, dan infeksi berulang memang dapat muncul pada leukemia. Hal ini disebabkan oleh gangguan produksi sel darah normal.
Namun, gejala tersebut tidak spesifik.
Buku referensi ilmu darah klasik seperti
Williams Hematology (Kaushansky et al., 2022) menjelaskan bahwa kondisi seperti anemia aplastik juga dapat menyebabkan pansitopenia (penurunan semua jenis sel darah). Selain itu, infeksi kronis seperti HIV/AIDS juga dapat menimbulkan gangguan hematologis serupa (World Health Organization, 2023).
Artinya, diagnosis leukemia tidak bisa ditegakkan hanya berdasarkan gejala. Diperlukan pemeriksaan laboratorium lengkap dan konfirmasi melalui biopsi sumsum tulang.
Quote:
5. Leukemia pada Anak Bisa Disembuhkan dengan Mudah
Jawaban: FAKTA
Kemajuan teknologi medis telah meningkatkan angka kesembuhan leukemia anak secara signifikan.
Menurut National Cancer Institute (2023), tingkat kelangsungan hidup 5 tahun untuk anak dengan ALL kini melebihi 85%.
Dua inovasi penting untuk pengobatan leukemia adalah transplantasi sumsum tulang dan terapi CAR T-cell.
Penelitian Maude et al. (2018) dalam
New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa terapi CAR T-cell memberikan hasil yang sangat menjanjikan pada leukemia limfoblastik akut yang kambuh.
Namun, perlu digarisbawahi, meskipun angka kesembuhan tinggi, terapi tetap kompleks, biayanya sangat mahal (antara 3-13 miliar rupiah), dan memiliki risiko efek samping serius. Sehingga, istilah “mudah” harus dipahami dalam konteks kemajuan medis, bukan tanpa tantangan.
Quote:
KESIMPULAN
Leukemia bukan penyakit yang bisa dipahami hanya dari cerita populer. Data ilmiah menunjukkan bahwa:
1) Leukemia kronis sering tanpa disertai gejala awal
2) Laki-laki lebih sering terkena leukemia dibandingkan perempuan
3) Mayoritas kasus leukemia terjadi pada orang dewasa dan lansia
4) Gejala pansitopenia tidak otomatis selalu berarti leukemia
5) Leukemia anak kini memiliki prognosis yang jauh lebih baik
Literasi kesehatan yang baik membantu kita bersikap rasional, tidak khawatir berlebihan, tetapi juga tidak meremehkan gejala yang perlu evaluasi medis.
Semoga thread ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan Agan dan Sista semuanya

.
Quote:
SUMBER
American Cancer Society. (2023).
Key statistics for leukemia. American Cancer Society.
https://www.cancer.org
International Agency for Research on Cancer. (2020).
Global cancer observatory: Cancer today (GLOBOCAN 2020). IARC.
https://gco.iarc.fr
Kaushansky, K., Lichtman, M. A., Prchal, J. T., Levi, M., Press, O. W., Burns, L. J., & Caligiuri, M. (2022).
Williams Hematology (10th ed.). McGraw-Hill Education.
Maude, S. L., Laetsch, T. W., Buechner, J., et al. (2018). Tisagenlecleucel in children and young adults with B-cell lymphoblastic leukemia.
New England Journal of Medicine,
378(5), 439–448.
National Cancer Institute. (2023).
Leukemia—Patient version. National Institutes of Health.
https://www.cancer.gov
World Health Organization. (2023).
Cancer fact sheets: Leukemia. World Health Organization.
https://www.who.int
@aldo12 @bukhorigan @itkgid