- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
TPNPB-OPM Ungkap Alasan Tembak Pesawat dan Bunuh Pilot di Boven Digoel
TS
mabdulkarim
TPNPB-OPM Ungkap Alasan Tembak Pesawat dan Bunuh Pilot di Boven Digoel
TPNPB-OPM Ungkap Alasan Tembak Pesawat dan Bunuh Pilot di Boven Digoel

Endy Langobelen
Endy Langobelen
Kamis, 12 Februari 2026
facebook twitter whatsapp telegram line copy
Pasukan Batalion Kanibal di bawah komando TPNPB Kodap XVI Yahukimo. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)
Pasukan Batalion Kanibal di bawah komando TPNPB Kodap XVI Yahukimo. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)
YAHUKIMO — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung jawab atas insiden penembakan pesawat milik PT Smart Air yang terjadi di Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada 11 Februari 2026.
Klaim tersebut disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, melalui siaran pers yang diterima Galeripapua.com, Kamis (12/2/2026).
Dalam pernyataan itu, Sebby mengatajan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh pasukan Batalion Kanibal di bawah komando TPNPB Kodap XVI Yahukimo.
“Pasukan TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo dari Batalion Kanibal berhasil tembak pesawat Smart Air dan berhasil juga bunuh pilot dan kopilot di Danawani, Distrik Koroway Papua,” ujar Sebby.
“Panglima TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo Bridjen Elkius Kobak dan Komandan Operasi Mayor Kopitua Heluka bertanggung jawab atas peristiwa ini,” imbuhnya.
Lebih lanjut Sebby mengemukakan alasan di balik penyerangan terhadap pesawat sipil tersebut. Katanya, perusahaan penerbangan yang bersangkutan kerap mengangkut aparat keamanan Indonesia di wilayah Papua.
“Pewasat ditembak dan pilotnya dibunuh karena perusahaan penerbangan ini sering angkut pasukan keamanan Indonesia di seluruh tanah Papua.”
Selain itu, para pilot juga tidak mengindahkan peringatan yang sebelumnya telah mereka keluarkan.
“Pilot-pilot dari perusahaan penerbangan ini tidak mengindahkan peringatan yang selalu keluarkan oleh Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB, dan juga pilot-pilot ini merupakan agen intelejen militer dan polisi Indonesia,” tuturnya.
https://galeripapua.com/tpnpb-opm-un...-boven-digoel/
Pesawat Smart Air Ditembak KKB, KSAD Tunggu Perintah Mabes TNI

Laporan: Tio Pirnando
Kamis, 12 Februari 2026 | 18:27 WIB
facebook sharing button Sharetwitter sharing button Tweetwhatsapp sharing button Sharegmail sharing button Emailtelegram sharing button Share
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (SinPo.id/ Dok. Dispenad)
SinPo.id - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, pihaknya masih menunggu perintah dari Markas Besar (Mabes) TNI, menyikapi penembakan Pesawat Smart Air oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Aksi brutal KKB tersebut menewaskan pilot Kapten Enggon dan kopilot Kapten Baskoro.
"Saya baru mendapatkan laporan saja bahwa ada kejadian pilot itu. Ya nanti kita coba lagi bagaimana petunjuk operasional kan dalam Mabes TNI ini," kata Maruli di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Maruli menyampaikan, segala kemungkinan baik berupa pengejaran terhadap KKB dan lainnya, merupakan keputusan dari Mabes TNI. Termasuk arahan teknis dari Mabes TNI dimungkinkan untuk diteruskan langsung kepada satuan tugas yang ada di Papua atau lokasi kejadian.
Namun, hingga saat TNI AD belum menerima perintah langsung dari Mabes. "Belum, belum (ada perintah Mabes TNI). Mungkin langsung ke pasukan yang bertugas, mungkin itu yang dilakukan oleh Mabes TNI. Ya kita menunggu perintah saja," ujarnya.
Sebagai informasi, insiden penembakan Pesawat Smart Air yang menewaskan pilot dan kopilot Pesawat Smart Air, terjadi pada Rabu kemarin, sekitar pukul 11.00 WIT, setelah pesawat mendarat di Lapangan Terbang Karowai. Sebanyak 13 penumpang disebut melarikan diri ke dalam hutan.
Pesawat dengan nomor penerbangan PK-SNR itu berangkat dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, dan dilaporkan membawa penumpang saat ditembaki setibanya di Karowai.
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani menyampaikan, kondisi 13 penumpang masih belum dapat dipastikan lantaran laporan yang diterima masih bersifat awal.
Satgas Damai Cartenz dijadwalkan menuju lokasi kejadian pada hari ini, Kamis, 12 Februari, untuk melakukan pengecekan serta mengevakuasi kedua jenazah kru pesawat, sementara identitas kelompok pelaku penembakan masih dalam penyelidikan.
https://sinpo.id/detail/114705/pesaw...ntah-mabes-tni
Pascapenembakan Pilot oleh KKB, 6 Guru dan 3 Tenaga Kesehatan Dievakuasi ke Jayapura

Kompas.com, 12 Februari 2026, 20:36 WIB Findi Rakmeni, Aloysius Gonsaga AE Tim Redaksi Lihat Foto Tampak sejumlah tenaga kesehatan dan guru yang bertugas di Korowai tiba di Bandara Sentani pada Kamis (12/2/2026) sore.(KOMPAS.com/Doc.Polsek Bandara Sentani)
JAYAPURA, KOMPAS.com – Pascapenembakan terhadap pilot dan co-pilot pesawat Smart Air pada Rabu (11/2/2026), sejumlah tenaga medis dan guru dievakuasi dari Korowai menuju Jayapura, Papua. Terdapat sembilan orang yang dievakuasi yang terdiri dari 6 guru dan tiga tenaga medis. Tiba di Bandara Sentani, satu per satu guru dan perawat medis turun dari pesawat dengan raut wajah lelah namun lega.
Mereka disambut pihak penjemput, yakni Koordinator Wilayah Papua Sekolah Lentera Harapan, Fred Samuel Koirewoa serta Kepala Sekolah SD Lentera Harapan Distrik Danowage, Harun Djouwni.
Para tenaga kesehatan dan guru ini memilih meninggalkan tempat tugas karena ketakutan pascapenembakan terhadap pilot dan co-pilot Pesawat Smart Air pada Rabu.
“Kedatangan mereka di Jayapura merupakan bagian dari upaya penyelamatan diri pascaaksi penembakan yang dilakukan KKB terhadap pilot dan co-pilot sehari sebelumnya yang mengakibatkan keduanya meninggal dunia."
"Situasi tersebut membuat para tenaga pengajar dan tenaga medis di Koroway harus segera dievakuasi demi keselamatan jiwa,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito pada Kamis (12/2/2026) malam.
Kabid Humas menegaskan bahwa Polri akan memberikan perhatian penuh terhadap keselamatan para tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang menjadi korban situasi keamanan.
“Polri memastikan setiap proses evakuasi berjalan aman. Kehadiran kami adalah bentuk tanggung jawab negara untuk melindungi para guru dan tenaga medis yang telah mengabdikan diri di pedalaman Papua,” ujarnya.
Mantan Kapolres Pegunungan Bintang itu menambahkan bahwa koordinasi lintas satuan terus dilakukan guna memastikan rasa aman tetap terjaga bagi masyarakat, khususnya mereka yang terdampak langsung oleh gangguan kamtibmas di wilayah tersebut
: https://regional.kompas.com/read/202...dievakuasi-ke.
Trauma Usai KKB Berulah di Bandara Koroway Boven Digoel, 39 Warga Mengungsi ke Kabupaten Tetangga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/faizal-kororoway.jpg)
Tayang: Kamis, 12 Februari 2026 19:27 WIT
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat fotoTrauma Usai KKB Berulah di Bandara Koroway Boven Digoel, 39 Warga Mengungsi ke Kabupaten Tetangga
Tribunnews.com/Istimewa
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani saat menjelaskan insiden penembakan pilot di Koroway.
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, BOVEN DIGOEL – Sebanyak 39 warga dilaporkan memilih mengungsi ke kabupaten tetangga yakni Distrik Senggo, Mappi,untuk berlindung karena trauma pasca teror penembakan KKB terhadap Pesawat Smart Air yang membuat pilot dan copilot gugur, Rabu (11/2/2026) kemarin.
Eksodus masyarakat lokal ini terjadi sesaat setelah rentetan tembakan dari arah hutan melumpuhkan pesawat perintis jenis Cessna PK-SNR di landasan pacu Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan.
Suasana mencekam menyelimuti pemukiman sekitar bandara hingga warga memutuskan meninggalkan rumah demi keselamatan nyawa mereka.
"Setelah area kami amankan dan situasi nanti dinyatakan kondusif, kami berharap warga yang mengungsi dapat kembali dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan normal," kata Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Faizal Ramadhani melalui keterangan tertulisnya, Kamis (12/2/2026).
Faizal menegaskan saat ini aparat keamanan berhasil menguasai kembali Bandara Koroway Batu.
Aparat gabungan juga mengevakuasi jenazah Capt Egon Irawan dan Kopilot Baskoro Adi Anggoro menuju RSUD Timika, Mimika, Papua Tengah, untuk proses autopsi.
Otoritas penerbangan memutuskan untuk menghentikan seluruh operasional bandara dari dan menuju Tanah Merah hingga situasi dinyatakan pulih total.
"Sejak pagi pukul 06.00 WIT personel kami sudah berhasil mengamankan area bandara dan mengevakuasi kedua korban ke Timika," ungkap Faizal,
Pengamanan pun diperluas ke titik-titik rawan di sekitar distrik guna mencegah serangan susulan yang menyasar warga sipil maupun petugas.
Sementara ituKabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, menjelaskan kronologi kejadian yang bermula saat pesawat lepas landas pukul 10.35 WIT.
Pesawat Smart Air tersebut diberondong peluru dari arah hutan samping landasan saat proses pendaratan sekitar pukul 11.00 WIT.
Polisi menerima informasi resmi mengenai adanya korban jiwa dalam insiden penyerangan tersebut pada pukul 13.27 WIT.
Tim gabungan kini sedang memburu kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang diduga kuat sebagai dalang penembakan brutal tersebut.
Pelaku diidentifikasi sebagai kelompok asal Yahukimo yang dikenal dengan sebutan Batalyon Kanibal dan Batalyon Semut Merah.
Kelompok radikal ini diketahui berada di bawah komando pimpinan Elkius Kobak yang kerap melakukan aksi teror di wilayah pegunungan.
Aparat keamanan berkomitmen untuk memulihkan stabilitas wilayah agar aktivitas sosial ekonomi masyarakat dapat kembali normal.
Baca juga: Egon Irawan: Pilot Smart Air yang Gugur Ditembak KKB di Boven Digoel, Punya Hobi Koleksi Motor Tua
Kasatgas berharap kehadiran negara dapat memberikan rasa tenang bagi puluhan warga yang saat ini masih bertahan di pengungsian.
"Setelah area kami amankan dan situasi dinyatakan kondusif, kami berharap warga dapat kembali," ujar Faizal.
Penegakan hukum terhadap pelaku penembakan akan dilakukan secara terukur dan profesional oleh tim Satgas gabungan. (*)
https://papuatengah.tribunnews.com/p...ngga?page=all.
aksi KKB

Endy Langobelen
Endy Langobelen
Kamis, 12 Februari 2026
facebook twitter whatsapp telegram line copy
Pasukan Batalion Kanibal di bawah komando TPNPB Kodap XVI Yahukimo. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)
Pasukan Batalion Kanibal di bawah komando TPNPB Kodap XVI Yahukimo. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)
YAHUKIMO — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung jawab atas insiden penembakan pesawat milik PT Smart Air yang terjadi di Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada 11 Februari 2026.
Klaim tersebut disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, melalui siaran pers yang diterima Galeripapua.com, Kamis (12/2/2026).
Dalam pernyataan itu, Sebby mengatajan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh pasukan Batalion Kanibal di bawah komando TPNPB Kodap XVI Yahukimo.
“Pasukan TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo dari Batalion Kanibal berhasil tembak pesawat Smart Air dan berhasil juga bunuh pilot dan kopilot di Danawani, Distrik Koroway Papua,” ujar Sebby.
“Panglima TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo Bridjen Elkius Kobak dan Komandan Operasi Mayor Kopitua Heluka bertanggung jawab atas peristiwa ini,” imbuhnya.
Lebih lanjut Sebby mengemukakan alasan di balik penyerangan terhadap pesawat sipil tersebut. Katanya, perusahaan penerbangan yang bersangkutan kerap mengangkut aparat keamanan Indonesia di wilayah Papua.
“Pewasat ditembak dan pilotnya dibunuh karena perusahaan penerbangan ini sering angkut pasukan keamanan Indonesia di seluruh tanah Papua.”
Selain itu, para pilot juga tidak mengindahkan peringatan yang sebelumnya telah mereka keluarkan.
“Pilot-pilot dari perusahaan penerbangan ini tidak mengindahkan peringatan yang selalu keluarkan oleh Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB, dan juga pilot-pilot ini merupakan agen intelejen militer dan polisi Indonesia,” tuturnya.
https://galeripapua.com/tpnpb-opm-un...-boven-digoel/
Pesawat Smart Air Ditembak KKB, KSAD Tunggu Perintah Mabes TNI

Laporan: Tio Pirnando
Kamis, 12 Februari 2026 | 18:27 WIB
facebook sharing button Sharetwitter sharing button Tweetwhatsapp sharing button Sharegmail sharing button Emailtelegram sharing button Share
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (SinPo.id/ Dok. Dispenad)
SinPo.id - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, pihaknya masih menunggu perintah dari Markas Besar (Mabes) TNI, menyikapi penembakan Pesawat Smart Air oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Aksi brutal KKB tersebut menewaskan pilot Kapten Enggon dan kopilot Kapten Baskoro.
"Saya baru mendapatkan laporan saja bahwa ada kejadian pilot itu. Ya nanti kita coba lagi bagaimana petunjuk operasional kan dalam Mabes TNI ini," kata Maruli di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Maruli menyampaikan, segala kemungkinan baik berupa pengejaran terhadap KKB dan lainnya, merupakan keputusan dari Mabes TNI. Termasuk arahan teknis dari Mabes TNI dimungkinkan untuk diteruskan langsung kepada satuan tugas yang ada di Papua atau lokasi kejadian.
Namun, hingga saat TNI AD belum menerima perintah langsung dari Mabes. "Belum, belum (ada perintah Mabes TNI). Mungkin langsung ke pasukan yang bertugas, mungkin itu yang dilakukan oleh Mabes TNI. Ya kita menunggu perintah saja," ujarnya.
Sebagai informasi, insiden penembakan Pesawat Smart Air yang menewaskan pilot dan kopilot Pesawat Smart Air, terjadi pada Rabu kemarin, sekitar pukul 11.00 WIT, setelah pesawat mendarat di Lapangan Terbang Karowai. Sebanyak 13 penumpang disebut melarikan diri ke dalam hutan.
Pesawat dengan nomor penerbangan PK-SNR itu berangkat dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, dan dilaporkan membawa penumpang saat ditembaki setibanya di Karowai.
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani menyampaikan, kondisi 13 penumpang masih belum dapat dipastikan lantaran laporan yang diterima masih bersifat awal.
Satgas Damai Cartenz dijadwalkan menuju lokasi kejadian pada hari ini, Kamis, 12 Februari, untuk melakukan pengecekan serta mengevakuasi kedua jenazah kru pesawat, sementara identitas kelompok pelaku penembakan masih dalam penyelidikan.
https://sinpo.id/detail/114705/pesaw...ntah-mabes-tni
Pascapenembakan Pilot oleh KKB, 6 Guru dan 3 Tenaga Kesehatan Dievakuasi ke Jayapura

Kompas.com, 12 Februari 2026, 20:36 WIB Findi Rakmeni, Aloysius Gonsaga AE Tim Redaksi Lihat Foto Tampak sejumlah tenaga kesehatan dan guru yang bertugas di Korowai tiba di Bandara Sentani pada Kamis (12/2/2026) sore.(KOMPAS.com/Doc.Polsek Bandara Sentani)
JAYAPURA, KOMPAS.com – Pascapenembakan terhadap pilot dan co-pilot pesawat Smart Air pada Rabu (11/2/2026), sejumlah tenaga medis dan guru dievakuasi dari Korowai menuju Jayapura, Papua. Terdapat sembilan orang yang dievakuasi yang terdiri dari 6 guru dan tiga tenaga medis. Tiba di Bandara Sentani, satu per satu guru dan perawat medis turun dari pesawat dengan raut wajah lelah namun lega.
Mereka disambut pihak penjemput, yakni Koordinator Wilayah Papua Sekolah Lentera Harapan, Fred Samuel Koirewoa serta Kepala Sekolah SD Lentera Harapan Distrik Danowage, Harun Djouwni.
Para tenaga kesehatan dan guru ini memilih meninggalkan tempat tugas karena ketakutan pascapenembakan terhadap pilot dan co-pilot Pesawat Smart Air pada Rabu.
“Kedatangan mereka di Jayapura merupakan bagian dari upaya penyelamatan diri pascaaksi penembakan yang dilakukan KKB terhadap pilot dan co-pilot sehari sebelumnya yang mengakibatkan keduanya meninggal dunia."
"Situasi tersebut membuat para tenaga pengajar dan tenaga medis di Koroway harus segera dievakuasi demi keselamatan jiwa,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito pada Kamis (12/2/2026) malam.
Kabid Humas menegaskan bahwa Polri akan memberikan perhatian penuh terhadap keselamatan para tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang menjadi korban situasi keamanan.
“Polri memastikan setiap proses evakuasi berjalan aman. Kehadiran kami adalah bentuk tanggung jawab negara untuk melindungi para guru dan tenaga medis yang telah mengabdikan diri di pedalaman Papua,” ujarnya.
Mantan Kapolres Pegunungan Bintang itu menambahkan bahwa koordinasi lintas satuan terus dilakukan guna memastikan rasa aman tetap terjaga bagi masyarakat, khususnya mereka yang terdampak langsung oleh gangguan kamtibmas di wilayah tersebut
: https://regional.kompas.com/read/202...dievakuasi-ke.
Trauma Usai KKB Berulah di Bandara Koroway Boven Digoel, 39 Warga Mengungsi ke Kabupaten Tetangga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/faizal-kororoway.jpg)
Tayang: Kamis, 12 Februari 2026 19:27 WIT
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat fotoTrauma Usai KKB Berulah di Bandara Koroway Boven Digoel, 39 Warga Mengungsi ke Kabupaten Tetangga
Tribunnews.com/Istimewa
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani saat menjelaskan insiden penembakan pilot di Koroway.
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, BOVEN DIGOEL – Sebanyak 39 warga dilaporkan memilih mengungsi ke kabupaten tetangga yakni Distrik Senggo, Mappi,untuk berlindung karena trauma pasca teror penembakan KKB terhadap Pesawat Smart Air yang membuat pilot dan copilot gugur, Rabu (11/2/2026) kemarin.
Eksodus masyarakat lokal ini terjadi sesaat setelah rentetan tembakan dari arah hutan melumpuhkan pesawat perintis jenis Cessna PK-SNR di landasan pacu Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan.
Suasana mencekam menyelimuti pemukiman sekitar bandara hingga warga memutuskan meninggalkan rumah demi keselamatan nyawa mereka.
"Setelah area kami amankan dan situasi nanti dinyatakan kondusif, kami berharap warga yang mengungsi dapat kembali dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan normal," kata Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Faizal Ramadhani melalui keterangan tertulisnya, Kamis (12/2/2026).
Faizal menegaskan saat ini aparat keamanan berhasil menguasai kembali Bandara Koroway Batu.
Aparat gabungan juga mengevakuasi jenazah Capt Egon Irawan dan Kopilot Baskoro Adi Anggoro menuju RSUD Timika, Mimika, Papua Tengah, untuk proses autopsi.
Otoritas penerbangan memutuskan untuk menghentikan seluruh operasional bandara dari dan menuju Tanah Merah hingga situasi dinyatakan pulih total.
"Sejak pagi pukul 06.00 WIT personel kami sudah berhasil mengamankan area bandara dan mengevakuasi kedua korban ke Timika," ungkap Faizal,
Pengamanan pun diperluas ke titik-titik rawan di sekitar distrik guna mencegah serangan susulan yang menyasar warga sipil maupun petugas.
Sementara ituKabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, menjelaskan kronologi kejadian yang bermula saat pesawat lepas landas pukul 10.35 WIT.
Pesawat Smart Air tersebut diberondong peluru dari arah hutan samping landasan saat proses pendaratan sekitar pukul 11.00 WIT.
Polisi menerima informasi resmi mengenai adanya korban jiwa dalam insiden penyerangan tersebut pada pukul 13.27 WIT.
Tim gabungan kini sedang memburu kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang diduga kuat sebagai dalang penembakan brutal tersebut.
Pelaku diidentifikasi sebagai kelompok asal Yahukimo yang dikenal dengan sebutan Batalyon Kanibal dan Batalyon Semut Merah.
Kelompok radikal ini diketahui berada di bawah komando pimpinan Elkius Kobak yang kerap melakukan aksi teror di wilayah pegunungan.
Aparat keamanan berkomitmen untuk memulihkan stabilitas wilayah agar aktivitas sosial ekonomi masyarakat dapat kembali normal.
Baca juga: Egon Irawan: Pilot Smart Air yang Gugur Ditembak KKB di Boven Digoel, Punya Hobi Koleksi Motor Tua
Kasatgas berharap kehadiran negara dapat memberikan rasa tenang bagi puluhan warga yang saat ini masih bertahan di pengungsian.
"Setelah area kami amankan dan situasi dinyatakan kondusif, kami berharap warga dapat kembali," ujar Faizal.
Penegakan hukum terhadap pelaku penembakan akan dilakukan secara terukur dan profesional oleh tim Satgas gabungan. (*)
https://papuatengah.tribunnews.com/p...ngga?page=all.
aksi KKB
asurizal memberi reputasi
1
152
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan