Sumber Gambar:Artificial Intelligence
Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat malam kalian semuanya!
Pada kesempatan yang sangat berharga ini, gue, Mbak Rora, akan membahas tentang 5 jenis kanker darah beserta gejala-gejalanya

.
Ketika mendengar istilah “kanker”, banyak orang langsung membayangkan tumor padat di organ tertentu seperti payudara, paru-paru, atau liver. Padahal, tidak semua kanker membentuk benjolan yang terlihat atau teraba. Ada kelompok kanker yang menyerang sistem pembentukan darah dan sistem kekebalan tubuh, yang secara umum dikenal sebagai kanker darah.
Kanker darah terjadi ketika sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang mengalami perubahan (mutasi) genetik yang membuat sel-sel pembentuk darah tumbuh dan berkembang secara tidak terkendali. Sel-sel abnormal ini kemudian mengganggu fungsi sel darah normal, baik itu sel darah putih, sel darah merah, maupun trombosit. Dampaknya bisa sangat luas, mulai dari gangguan kekebalan tubuh, anemia, hingga gangguan pembekuan darah.
Menurut American Cancer Society (2023), kanker darah secara garis besar dibagi menjadi beberapa kategori utama berdasarkan jenis sel yang terdampak. Pada thread ini, kita akan membahas lima jenis kanker darah yang cukup dikenal dalam dunia medis, yaitu leukemia, trombositemia esensial, mieloma multipel, limfoma, dan polisitemia vera.
Mari kita bahas satu per satu kelima jenis kanker ini dengan bahasa yang ilmiah.
Silakan menyimak Gan/Sist

.
Quote:
1. Leukemia
Leukemia adalah kanker yang berasal dari jaringan pembentuk darah, terutama sumsum tulang, dan umumnya memengaruhi sel darah putih (leukosit). Pada kondisi leukemia, sumsum tulang memproduksi sel darah putih abnormal dalam jumlah besar. Sayangnya, sel-sel ini tidak berfungsi dengan baik dan justru menghambat produksi sel-sel darah lainnya yang normal.
Leukemia dibagi menjadi beberapa tipe berdasarkan kecepatan perkembangan (akut atau kronis) serta jenis sel darah putih yang terkena (limfoid atau mieloid). Empat tipe utama leukemia, yaitu:
1) Leukemia limfoblastik akut (ALL)
2) Leukemia mieloid akut (AML)
3) Leukemia limfositik kronis (CLL)
4) Leukemia mieloid kronis (CML)
Menurut National Cancer Institute (2023), leukemia akut berkembang dengan cepat dan memerlukan penanganan segera, sedangkan leukemia kronis cenderung berkembang lebih lambat.
Gejala Leukemia
Gejala leukemia sering kali tidak spesifik pada tahap awal, antara lain:
1) Pucat dan lemas (akibat anemia)
2) Sering mengalami infeksi
3) Demam tanpa sebab yang jelas
4) Mudah memar atau mimisan
5) Penurunan berat badan
6) Nyeri tulang atau sendi
7) Pembesaran kelenjar getah bening
Karena gejala leukemia mirip dengan penyakit umum lainnya, diagnosis biasanya ditegakkan melalui pemeriksaan darah lengkap dan biopsi sumsum tulang.
Quote:
2. Trombositemia Esensial
Trombositemia esensial termasuk dalam kelompok penyakit mieloproliferatif, yaitu kelainan pada sumsum tulang yang menyebabkan produksi berlebihan satu jenis sel darah. Pada kondisi ini, yang diproduksi secara berlebihan adalah trombosit.
Menurut Tefferi dan Barbui (2019), trombositemia esensial merupakan gangguan kronis yang ditandai dengan peningkatan jumlah trombosit secara persisten tanpa penyebab sekunder yang jelas, seperti infeksi atau peradangan.
Trombosit berperan dalam proses pembekuan darah. Jika jumlahnya terlalu banyak, risiko terjadinya pembekuan darah (trombosis) meningkat. Namun menariknya, dalam beberapa kasus, fungsi trombosit justru tidak normal, sehingga pasien juga bisa mengalami perdarahan berlebihan.
Gejala Trombositemia Esensial
Sebagian pasien tidak merasakan gejala dan baru mengetahui kondisinya saat pemeriksaan darah rutin. Namun, beberapa gejala yang mungkin muncul adalah:
1) Sakit kepala
2) Pusing atau gangguan penglihatan
3) Sensasi terbakar pada tangan dan kaki
4) Mudah memar
5) Perdarahan hidung atau gusi
6) Pembekuan darah secara berlebihan, yang bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung pada kasus yang berat
Pemeriksaan laboratorium menunjukkan jumlah trombosit yang sangat tinggi, sering kali disertai deteksi mutasi gen JAK2.
Quote:
3. Mieloma Multipel
Mieloma multipel adalah kanker yang menyerang sel plasma, yaitu salah satu jenis sel darah putih yang berfungsi memproduksi antibodi. Sel plasma normal membantu tubuh melawan infeksi. Namun, pada mieloma multipel, sel plasma menjadi ganas dan berkembang biak secara tidak terkendali di sumsum tulang.
Menurut Rajkumar (2020), mieloma multipel menyebabkan penumpukan sel plasma abnormal di sumsum tulang yang kemudian mengganggu produksi sel darah normal dan merusak tulang.
Sel mieloma juga menghasilkan protein abnormal yang disebut protein M, yang dapat terdeteksi dalam darah atau urin.
Gejala Mieloma Multipel
Gejala khas mieloma multipel sering diringkas dalam akronim “CRAB”:
C (Calcium elevation): Kadar kalsium meningkat akibat kerusakan tulang
R (Renal impairment): Gangguan fungsi ginjal
A (Anemia): Kekurangan sel darah merah
B (Bone lesions): Nyeri tulang atau patah tulang spontan non traumatis
Selain itu, pasien mieloma multipel juga dapat mengalami mudah lelah, infeksi berulang, penurunan berat badan, dan nyeri punggung yang menetap.
Diagnosis mieloma multipel ditegakkan melalui pemeriksaan darah, urin, pencitraan tulang, serta biopsi sumsum tulang.
Quote:
4. Limfoma
Limfoma adalah kanker yang menyerang sistem limfatik, yaitu bagian dari sistem kekebalan tubuh yang terdiri atas kelenjar getah bening, limpa, timus, dan jaringan limfoid lainnya. Limfoma berasal dari limfosit, yaitu sel darah putih yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.
Menurut World Health Organization (WHO, 2022), limfoma dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu limfoma Hodgkin (langka tetapi lebih jinak) dan limfoma non-Hodgkin (umum tetapi agresif).
Perbedaan utamanya terletak pada karakteristik sel kanker yang terlihat di bawah mikroskop, khususnya keberadaan sel Reed-Sternberg pada limfoma Hodgkin.
Gejala Limfoma
Gejala limfoma yang paling khas adalah pembengkakan kelenjar getah bening tanpa nyeri (di leher, ketiak, atau selangkangan). Namun, gejala lainnya yang sering muncul, meliputi:
1) Demam yang tidak jelas sebabnya
2) Berkeringat secara berlebihan di malam hari
3) Penurunan berat badan tanpa sebab
4) Kelelahan
5) Gatal-gatal
6) Batuk atau sesak napas (jika kelenjar getah bening di dada membesar)
Diagnosis limfoma memerlukan biopsi kelenjar getah bening untuk memastikan jenisnya.
Quote:
5. Polisitemia Vera
Polisitemia vera juga termasuk dalam kelompok penyakit mieloproliferatif. Pada kondisi ini, sumsum tulang memproduksi terlalu banyak sel darah merah. Akibatnya, darah menjadi lebih kental dan mengalir lebih lambat.
Menurut Spivak (2019), sebagian besar pasien polisitemia vera memiliki mutasi pada gen JAK2 yang menyebabkan pertumbuhan sel darah merah secara berlebihan.
Karena darah menjadi lebih kental karena kenaikan kadar sel darah merah, risiko terjadinya pembekuan darah akan meningkat, sehingga dapat berujung pada stroke atau serangan jantung.
Gejala Polisitemia Vera
Beberapa gejala yang umum ditemukan, antara lain:
1) Sakit kepala
2) Pusing
3) Wajah tampak kemerahan
4) Gatal setelah mandi air hangat
5) Mudah lelah
6) Pembesaran limpa
7) Gangguan penglihatan
Pada tahap lanjut, polisitemia vera dapat berkembang menjadi mielofibrosis, atau bahkan leukemia akut.
Quote:
PENUTUP
Kanker darah sering kali tidak menunjukkan gejala yang spesifik pada tahap awal. Banyak kasus baru terdeteksi saat pemeriksaan darah rutin atau ketika gejala sudah cukup mengganggu.
Penting untuk diingat, bahwa mudah lelah yang berkepanjangan, infeksi berulang, perdarahan yang tidak biasanya, pembesaran kelenjar getah bening tanpa nyeri, dan nyeri tulang yang menetap adalah gejala-gejala yang sebaiknya tidak diabaikan.
Kemajuan dalam bidang hematologi dan onkologi telah meningkatkan harapan hidup pasien kanker darah secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Terapi modern seperti kemoterapi terarah, imunoterapi, hingga transplantasi sel punca telah memberikan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan masa lalu.
Edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi langkah awal yang sangat penting. Dengan memahami jenis-jenis kanker darah dan gejalanya, kita dapat lebih waspada dan tidak menunda pemeriksaan medis bila diperlukan.
Semoga thread ini bisa menambah wawasan bagi Agan dan Sista semuanya

.
Quote:
SUMBER
American Cancer Society. (2023).
What is leukemia? Diperoleh dari
https://www.cancer.org
National Cancer Institute. (2023).
Leukemia—Patient version. U.S. Department of Health and Human Services. Diperoleh dari
https://www.cancer.gov
Rajkumar, S. V. (2020). Multiple myeloma: 2020 update on diagnosis, risk-stratification and management.
American Journal of Hematology,
95(5), 548–567.
Spivak, J. L. (2019). Polycythemia vera: Myeloproliferative neoplasm, rubra vera, and beyond.
Blood,
134(4), 341–352.
Tefferi, A., & Barbui, T. (2019). Polycythemia vera and essential thrombocythemia: 2019 update on diagnosis, risk-stratification and management.
American Journal of Hematology,
94(1), 133–143.
World Health Organization. (2022).
WHO classification of tumours of haematolymphoid tumours (5th ed.). International Agency for Research on Cancer.
@itkgid @aldo12 @bukhorigan