- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
(Baca Gan) Parents, Ini Dia 5 Fakta Tentang Kanker Pada Anak
TS
aurora..
(Baca Gan) Parents, Ini Dia 5 Fakta Tentang Kanker Pada Anak

Sumber Gambar:Artificial Intelligence
Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat pagi kalian semuanya!

Pada kesempatan yang sangat berharga ini, gue, Mbak Rora, akan membahas tentang 5 fakta kanker pada anak
.Ketika mendengar kata kanker, banyak dari Agan atau Sista langsung membayangkan penyakit pada orang dewasa yang disebabkan karena merokok, pola hidup tidak sehat, stres, atau faktor usia. Namun kenyataannya, kanker juga dapat terjadi pada anak-anak, bahkan bayi. Di Indonesia maupun secara global, kanker pada anak menjadi salah satu penyebab kematian utama akibat penyakit tidak menular pada kelompok usia di bawah 18 tahun.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun diperkirakan sekitar 400 ribu anak dan remaja usia 0 sampai 19 tahun di seluruh dunia didiagnosis kanker (World Health Organization, 2023). Kabar baiknya, banyak jenis kanker anak sebenarnya memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi jika terdiagnosis dan ditangani dengan cepat serta tepat.
Thread ini akan membahas tentang 5 fakta penting tentang kanker pada anak yang perlu diketahui oleh para orang tua.
Selamat menyimak
. Quote:
5 Fakta Tentang Kanker Pada Anak
1. Kanker Pada Anak Tidak Bisa Dicegah, Tetapi Bisa Dideteksi Dini
Berbeda dengan kanker pada orang dewasa yang sering dikaitkan dengan faktor risiko seperti merokok, obesitas, paparan zat kimia, atau pola makan, sebagian besar kanker pada anak tidak memiliki faktor risiko lingkungan yang jelas dan tidak dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup.
American Cancer Society (2023) menyatakan bahwa sebagian besar kanker pada anak terjadi akibat kekacauan genetik (mutasi) yang terjadi secara acak dalam sel selama proses pertumbuhan dan pembelahan sel. Mutasi ini umumnya bukan akibat kesalahan orang tua, bukan karena pola asuh, dan bukan pula karena makanan tertentu.
Namun, meskipun tidak dapat dicegah, kanker pada anak dapat dideteksi lebih dini jika orang tua peka terhadap gejala yang tidak biasa, seperti:
1) Demam berkepanjangan tanpa sebab yang jelas
2) Penurunan berat badan secara drastis
3) Benjolan yang tidak nyeri tetapi terus membesar
4) Pucat, mimisan, dan lebam-lebam
5) Nyeri tulang yang menetap
6) Sakit kepala berat yang disertai muntah, terutama di pagi hari
7) Perubahan perilaku atau gangguan keseimbangan
WHO (2023) menekankan bahwa keterlambatan diagnosis merupakan salah satu penyebab utama rendahnya angka kesembuhan di negara berpenghasilan menengah dan rendah. Artinya, kesadaran orang tua dan tenaga kesehatan primer sangat berperan dalam mempercepat rujukan dan pemeriksaan lanjutan.
Deteksi dini bukan berarti skrining rutin seperti pada kanker payudara atau serviks pada orang dewasa. Pada anak, deteksi dini lebih mengandalkan kewaspadaan terhadap gejala dan evaluasi medis yang cepat.
2. Organ yang Terserang Kanker Sangat Berbeda dengan Kanker Dewasa
Banyak orang mengira kanker anak adalah versi kecil dari kanker dewasa. Faktanya, jenis kanker yang paling sering menyerang anak berbeda secara signifikan dengan kanker pada orang dewasa.
Pada orang dewasa, kanker yang paling umum meliputi kanker paru-paru, kanker payudara, kanker kolorektal, dan kanker prostat.
Sementara itu, menurut National Cancer Institute (NCI, 2022), jenis kanker paling umum pada anak meliputi leukemia (kanker darah), tumor otak dan sistem saraf pusat, limfoma, neuroblastoma, nefroblastoma (kanker ginjal pada anak), retinoblastoma (kanker retina), serta osteosarkoma (kanker tulang).
Kanker pada anak sering kali berasal dari sel yang sedang berkembang atau jaringan embrional. Karena tubuh anak masih dalam fase pertumbuhan aktif, sel-sel yang sedang membelah dengan cepat menjadi lebih rentan terhadap kekacauan genetik.
Menurut Ward et al. (2014), kanker anak cenderung memiliki karakteristik biologis yang berbeda dan lebih sering berkaitan dengan gangguan perkembangan sel dibandingkan dengan paparan faktor lingkungan jangka panjang.
Perbedaan ini juga membuat pendekatan terapi pada anak berbeda dari orang dewasa. Protokol kemoterapi, dosis obat, hingga teknik radioterapi dirancang khusus untuk mempertimbangkan pertumbuhan dan perkembangan anak.
3. Lebih Mudah Disembuhkan dengan Penanganan Tepat
Ini adalah fakta yang sering luput dari perhatian publik, bahwa banyak kanker pada anak memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi, terutama di negara dengan akses pengobatan yang baik.
Menurut National Cancer Institute (2022), tingkat kelangsungan hidup lima tahun untuk semua jenis kanker anak secara keseluruhan di negara maju mencapai lebih dari 80 persen. Untuk beberapa jenis kanker seperti leukemia limfoblastik akut, angka kesembuhan bahkan dapat mencapai lebih dari 85 sampai 90 persen dengan terapi yang tepat. Apalagi, sekarang sudah ditemukan teknologi CAR T-cell untuk kasus leukemia limfoblastik akut tipe sel B pada anak, dengan biaya yang berkisar antara 9 sampai 13 miliar rupiah (SUMBER).
Mengapa kanker anak bisa lebih responsif terhadap terapi?
Beberapa alasan ilmiahnya, antara lain:
1) Sel kanker anak sering kali lebih sensitif terhadap kemoterapi.
2) Anak kecil umumnya tidak memiliki penyakit penyerta seperti diabetes atau hipertensi yang memperumit terapi.
3) Jaringan tubuh anak masih memiliki kemampuan perbaikan diri (regenerasi) yang lebih baik.
Namun demikian, keberhasilan terapi sangat bergantung pada diagnosis yang cepat, akses ke fasilitas pengobatan kanker anak, kepatuhan terhadap protokol terapi, serta dukungan nutrisi dan psikososial.
WHO (2023) menyebutkan bahwa di negara berpenghasilan tinggi, lebih dari 80 persen anak yang sakit kanker bisa sembuh. Sebaliknya, di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, tingkat kesembuhan masih di bawah 30 persen karena keterlambatan diagnosis dan keterbatasan akses terapi.
Artinya, kanker pada anak bukanlah vonis mati. Dengan sistem rujukan yang baik dan perawatan multidisiplin, peluang untuk sembuh sangatlah nyata.
4. Bisa Mempengaruhi Psikologis Anak Jangka Panjang
Kanker pada anak bukan hanya persoalan medis. Dampak kanker pada anak dapat menjangkau aspek psikologis, sosial, dan perkembangan anak jangka panjang.
Menurut penelitian oleh Brinkman et al. (2018), penyintas kanker anak memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kecemasan, depresi, kesulitan sosial, dan gangguan stres pasca trauma (PTSD) dibandingkan populasi umum, dan lebih berisiko menjadi korban perundungan.
Beberapa faktor yang berkontribusi, antara lain pengalaman rawat inap berkepanjangan, prosedur medis invasif seperti operasi, perubahan penampilan (rambut rontok, amputasi, bekas operasi), keterbatasan aktivitas fisik, dan tertinggal secara akademik.
Selain itu, efek samping terapi seperti gangguan kognitif akibat radiasi otak atau kemoterapi dosis tinggi juga dapat mempengaruhi kemampuan belajar.
Penelitian Hudson et al. (2013) menunjukkan bahwa penyintas kanker anak memiliki risiko efek jangka panjang yang meliputi gangguan jantung, gangguan hormon, rendahnya kesuburan, hingga kanker sekunder.
Oleh karena itu, pendekatan terapi kanker anak saat ini tidak hanya berfokus pada menyelamatkan nyawa, tetapi juga pada kualitas hidup penyintasnya. Dukungan psikolog, konselor, dan rehabilitasi menjadi bagian penting dalam perawatan menyeluruh.
5. Anak Kecil Tidak Bisa Melawan Kanker Sendirian
Anak bukanlah pasien dewasa dalam tubuh kecil. Anak kecil belum memiliki pemahaman penuh tentang penyakit, prosedur medis, atau alasan mengapa mereka harus menjalani terapi yang menyakitkan.
Dukungan keluarga terbukti berperan besar dalam keberhasilan terapi. Menurut Kazak et al. (2018), keterlibatan orang tua yang aktif dan suportif dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan serta mengurangi tekanan psikologis anak selama terapi kanker.
Peran orang tua meliputi mendampingi anak setiap sesi terapi, menjelaskan prosedur medis dengan bahasa yang sesuai usia anak, menjaga rutinitas yang konsisten, serta memberikan rasa aman dan kedekatan emosional.
Selain keluarga, tim medis, guru, serta komunitas juga memiliki peran penting. Kanker pada anak bukan hanya perjuangan biologis melawan sel abnormal, tetapi juga perjuangan sosial dan emosional yang membutuhkan lingkungan pendukung yang baik.
WHO (2023) bahkan menekankan pentingnya pendekatan family-centered care dalam kasus kanker pada anak.
Quote:
PENUTUP
Bagi orang tua, kanker pada anak memang terdengar menakutkan. Namun, pemahaman yang tepat dapat mengurangi kepanikan sekaligus meningkatkan kesiapan.
Lima poin penting yang perlu diingat, yaitu:
1) Kanker pada anak tidak bisa dicegah, tetapi bisa dideteksi lebih dini.
2) Jenis dan organ yang terkena kanker berbeda dengan kanker dewasa.
3) Banyak jenis kanker pada anak yang bisa disembuhkan dengan terapi yang tepat.
4) Dampak kanker pada anak bisa panjang, termasuk pada psikologis anak.
5) Anak yang sakit kanker membutuhkan dukungan penuh, tidak bisa berjuang sendiri.
Semakin cepat diagnosis ditegakkan dan terapi dimulai, semakin besar peluang kesembuhan. Edukasi publik dan kewaspadaan orang tua menjadi kunci.
Semoga thread ini bisa membantu membuka wawasan dan meningkatkan kepedulian Agan dan Sista semuanya
.Quote:
SUMBER
American Cancer Society. (2023). What causes cancer in children? https://www.cancer.org
Brinkman, T. M., Recklitis, C. J., Michel, G., Grootenhuis, M. A., & Klosky, J. L. (2018). Psychological symptoms, social outcomes, socioeconomic attainment, and health behaviors among survivors of childhood cancer: Current state of the literature. Journal of Clinical Oncology, 36(21), 2190–2197.
Hudson, M. M. et al. (2013). Clinical ascertainment of health outcomes among adults treated for childhood cancer. JAMA, 309(22), 2371–2381.
Kazak, A. E. et al. (2018). Psychosocial assessment as a standard of care in pediatric oncology. Pediatric Blood & Cancer, 62(S5), S426–S459.
National Cancer Institute. (2022). Childhood cancers. https://www.cancer.gov
Ward, E., DeSantis, C., Robbins, A., Kohler, B., & Jemal, A. (2014). Childhood and adolescent cancer statistics, 2014. CA: A Cancer Journal for Clinicians, 64(2), 83–103.
World Health Organization. (2023). Childhood cancer. https://www.who.int/news-room/fact-s...er-in-children
@riodgarp @angkzhasagar846 @itkgid
MemoryExpress dan 2 lainnya memberi reputasi
3
1.5K
Kutip
5
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan