Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Presiden Transfer Rp72,7 Miliar untuk Pembelian Sapi Meugang Masyarakat Aceh
Presiden Transfer Rp72,7 Miliar untuk Pembelian Sapi Meugang Masyarakat Aceh di Daerah Bencana
Presiden Transfer Rp72,7 Miliar untuk Pembelian Sapi Meugang Masyarakat Aceh
Nasir Nurdin
02/11/2026 - 05:28
0
0


Perbesar
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah
‎PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Wagub Aceh, Fadhlullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto atas penyaluran dana bantuan kemasyarakatan untuk pembelian sapi meugang bagi daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh.

Bantuan tersebut disalurkan melalui mekanisme transfer dana dari Presiden melalui Sekretariat Presiden ke-19 kabupaten/kota terdampak senilai Rp72.750.000.000 pada Selasa, 10 Februari 2026.

Selanjutnya, penyaluran bantuan kepada masyarakat akan dilakukan oleh masing-masing pemerintah kabupaten dan kota.

‎”Alhamdulillah, Bapak Presiden telah menyetujui permohonan Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh untuk bantuan daging sapi meugang, dan dananya telah ditransfer hari ini, kami Pemerintah Aceh serta seluruh masyarakat Aceh mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo,” ujar Fadhlullah dalam keterangannya, Selasa malam.

‎Fadhlullah menjelaskan, bantuan ini ditujukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.

Ia menegaskan bahwa para bupati dan wali kota diminta segera menindaklanjuti bantuan tersebut dengan melakukan pembelian sapi sesuai alokasi dana yang telah ditransfer ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) masing-masing.

‎Selain itu, para kepala daerah juga diminta bertanggung jawab penuh terhadap distribusi bantuan agar dilakukan secara merata, tertib, dan tepat sasaran, dengan prioritas kepada warga terdampak bencana serta masyarakat di lokasi pengungsian.

Penyaluran bantuan ditargetkan rampung paling lambat satu hari sebelum Ramadhan 1447 Hijriah.

‎Usai penyaluran, pemerintah kabupaten dan kota diwajibkan menyampaikan dokumentasi kegiatan berupa foto atau video, serta laporan singkat realisasi bantuan kepada Biro Isra Sekretariat Daerah Aceh, paling lambat tiga hari setelah Ramadhan, untuk selanjutnya dilaporkan kepada Presiden.

‎Adapun 19 kabupaten dan kota penerima bantuan tersebut meliputi Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Aceh Timur, Bireuen, Langsa, Aceh Utara, Aceh Barat, Pidie, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Besar, Nagan Raya, Aceh Selatan, dan termasuk Simeulue, yang pada waktu bersamaan bencana hidrometeorologi Simeulue mengalami gempa bumi yg mengakibatkan beberapa kerusakan yang dialami masyarakat.

‎Pemerintah Aceh berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi wujud kehadiran negara dalam membantu warga yang terdampak bencana, terutama dalam menyambut tradisi meugang dan bulan suci Ramadhan.[]

https://portalnusa.com/2026/02/11/pr...aerah-bencana/




Wagub Sebut 13 Desa Terdampak Bencana Alam di Aceh Masih Padam Listrik, Butuh Genset
Presiden Transfer Rp72,7 Miliar untuk Pembelian Sapi Meugang Masyarakat Aceh
Tayang: Selasa, 10 Februari 2026 19:44 WIB
Editor: Rizwan


zoom-inlihat fotoWagub Sebut 13 Desa Terdampak Bencana Alam di Aceh Masih Padam Listrik, Butuh Genset
Biro Humas Setda Aceh
BUTUH GENSET - Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah. Wagub mengakui ada 13 desa di Aceh daerah dampak bencana masih gelap gulita dan butuh
Desa yang masih padam listrik tersebar di sejumlah kabupaten di Aceh.

TRIBUNGAYO.COM - Sebanyak 13 desa di Aceh hingga kini masih pada listrik yang merupakan daerah bencana alam.

Terkait hal itu, Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah atau yang akrab disapa Dek Fadh, mengakui sangat dikeluhkan warga.

Wagub berharap desa yang gelap itu butuh genset sehingga bisa menjadi penerang terutama jelang bulan Ramadhan.

Desa yang masih padam listrik tersebar di sejumlah kabupaten di Aceh.

Melansir Kompas.com, kondisi ini merupakan dampak dari bencana banjir bandang dan tanah longsor hebat yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu.

Persoalan ini disampaikan langsung oleh Dek Fadh di hadapan Pimpinan MPR RI dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat melakukan pertemuan di Kantor Gubernur Aceh.

“Masih ada 13 desa semenjak bencana sampai hari ini, mereka masih belum nyala listriknya,” kata Dek Fadh di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (10/2/2026).

Dek Fadh menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Direktur Utama PLN untuk menangani krisis listrik di wilayah terisolasi tersebut.

Sebagai solusi cepat, pemerintah akan mengirimkan mesin genset ke 13 desa tersebut sembari menunggu proses perbaikan infrastruktur permanen selesai.

“Karena memang ini medannya yang terputus, dengan didropnya genset dulu agar mereka bisa mendapatkan hak yang sama dengan masyarakat yang lainnya,” ujarnya.

Sulitnya akses menuju lokasi akibat infrastruktur jalan yang hancur menjadi kendala utama bagi petugas PLN untuk mendirikan kembali tiang-tiang listrik yang roboh akibat terjangan banjir dan longsor dua bulan lalu.

Minta Barcode BBM Ditiadakan Jelang Ramadhan
Selain masalah kelistrikan, Dek Fadh juga menyampaikan aspirasi khusus terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Aceh.

Ia meminta agar kebijakan penggunaan barcode saat pembelian BBM di SPBU ditiadakan sementara, terutama menjelang bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri.

Hal ini didasari atas pertimbangan mobilitas alat berat yang masih bekerja ekstra dalam masa transisi pemulihan pascabencana.

Menurutnya, sistem barcode saat ini justru memicu antrean kendaraan yang mengular panjang.

“Ketika membeli di SPBU susah. Begitu juga antrian sampai 3-4 kilometer di jalan dikarenakan barcode. Harapan kami ini bisa diberikan kekhususan, karena kita masih dalam masa transisi,” ucapnya.

Anggaran Kesehatan
Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah menyinggung soal beban anggaran kesehatan.

Ia mengusulkan agar biaya BPJS bagi 500.000 jiwa masyarakat Aceh yang selama ini ditanggung dana APBA dialihkan menjadi tanggungan APBN.

“Kalau dulunya ditanggung dana APBA, sementara saat ini bencana kami fokus kepada bencana, kami berharap ini bisa ditanggung oleh APBN, hanya 500.000 jiwa Pak,” katanya.

Wagub menyampaikan itu dalam pertemuan dengan pimpinan MPR RI dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (10/2/2026).


https://gayo.tribunnews.com/berita-a...nset?page=all.


Kondisi di Aceh


akbr0735425Avatar border
akbr0735425 memberi reputasi
1
629
12
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan