Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat pagi kalian semuanya!
Pada kesempatan yang sangat berharga ini, gue, Mbak Rora, akan membahas tentang kanker blastoma

.
Ketika mendengar kata kanker, kebanyakan dari Agan atau Sista langsung membayangkan penyakit yang identik dengan usia dewasa atau lanjut usia. Namun, dalam dunia medis, terdapat kelompok kanker tertentu yang justru lebih sering menyerang anak-anak, bahkan sejak usia sangat dini. Salah satu kelompok kanker tersebut dikenal dengan istilah blastoma.
Blastoma memang bukan istilah yang sering terdengar di percakapan sehari-hari, tetapi keberadaannya sangat penting untuk dipahami, terutama oleh orang tua dan masyarakat umum.
Thread ini akan membahas tentang apa itu blastoma, mengapa lebih sering menyerang anak, jenis-jenisnya, serta satu fakta penting yang sering disalahpahami, bahwa tidak semua kanker blastoma menyerang anak, karena ada juga glioblastoma yang justru lebih banyak ditemukan pada orang dewasa.
Thread ini ditulis sebagai artikel sains, dengan referensi medis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Quote:
Apa Itu Blastoma?
Dalam istilah medis, blastoma adalah kelompok tumor ganas yang berasal dari sel blast atau sel prekursor, yaitu sel yang masih sangat muda dan belum berkembang menjadi sel matang. Sel-sel ini sejatinya berfungsi sebagai cikal bakal pembentukan organ dan jaringan tubuh selama masa perkembangan embrio dan awal kehidupan.
Masalah muncul ketika proses perkembangan tersebut terganggu. Sel-sel blast yang seharusnya berkembang secara teratur justru mengalami pembelahan tidak terkendali dan membentuk tumor ganas. Inilah yang kemudian dikenal sebagai blastoma.
Karena sel blast paling banyak ditemukan pada masa perkembangan awal kehidupan, maka blastoma secara epidemiologis lebih sering ditemukan pada anak-anak, khususnya bayi dan balita (Maris, 2010; American Cancer Society, 2023).
Quote:
Mengapa Blastoma Lebih Sering Menyerang Anak?
Jawaban utamanya terletak pada biologi perkembangan manusia.
Pada masa janin dan awal kehidupan, tubuh manusia memiliki banyak sel embrionik yang sedang aktif membelah dan tumbuh berkembang. Pada orang dewasa, sebagian besar sel telah matang dan stabil. Ketika terjadi mutasi genetik pada sel embrionik tersebut, dampaknya bisa jauh lebih besar karena sel tersebut masih memiliki kemampuan membelah dengan cepat.
Selain itu, banyak blastoma dikategorikan sebagai tumor embrional, yaitu kanker yang berasal dari jaringan yang seharusnya hanya ada selama perkembangan embrio (Pizzo & Poplack, 2015).
Faktor genetik juga berperan penting. Beberapa blastoma berkaitan dengan kelainan gen tertentu, misalnya mutasi pada gen RB1 pada retinoblastoma atau kelainan genetik pada neuroblastoma (Brodeur, 2003).
Quote:
Jenis-Jenis Blastoma yang Umum pada Anak
1. Neuroblastoma
Neuroblastoma merupakan salah satu kanker anak paling umum yang berasal dari sistem saraf simpatik. Tumor ini sering berkembang di kelenjar adrenal, meskipun dapat muncul di leher, dada, atau tulang belakang.
Neuroblastoma biasanya didiagnosis pada anak usia di bawah 5 tahun dan sering kali menunjukkan perilaku agresif, meskipun pada beberapa kasus dapat mengalami regresi spontan (Maris, 2010).
2. Retinoblastoma
Retinoblastoma adalah blastoma yang menyerang retina mata dan umumnya muncul pada anak usia di bawah 3 tahun. Penyakit ini sering dikenali melalui tanda khas berupa refleks putih pada pupil (mata bersinar mirip mata kucing).
Retinoblastoma memiliki keterkaitan kuat dengan faktor genetik, khususnya mutasi pada gen RB1, dan dapat menyerang kedua mata maupun satu mata saja (Dimaras et al., 2012).
3. Hepatoblastoma
Hepatoblastoma merupakan kanker hati primer yang paling sering ditemukan pada anak. Sebagian besar kasus terdiagnosis sebelum usia 3 tahun. Tumor ini berhubungan dengan kelainan perkembangan hati dan beberapa sindrom genetik tertentu.
Dengan terapi modern seperti pembedahan dan kemoterapi, tingkat kelangsungan hidup hepatoblastoma telah meningkat secara signifikan (SIOPEL, 2017).
4. Medulloblastoma
Medulloblastoma adalah tumor otak ganas yang berkembang di otak kecil (serebelum). Meskipun dapat terjadi pada segala usia, medulloblastoma paling sering ditemukan pada anak-anak.
Tumor ini dapat menyebabkan gangguan keseimbangan, sakit kepala, muntah, dan gangguan koordinasi akibat peningkatan tekanan di dalam kepala (Louis et al., 2021).
5. Pleuropulmonary Blastoma
Ini adalah jenis blastoma yang sangat langka dan menyerang paru-paru anak. Biasanya terdiagnosis pada usia di bawah 5 tahun, dan sering dikaitkan dengan mutasi gen DICER1.
Quote:
Apakah Semua Blastoma Menyerang Anak?
Jawabannya, tidak. Meskipun mayoritas blastoma memang ditemukan pada anak-anak, ada pengecualian penting yang sering menimbulkan kebingungan, yaitu glioblastoma.
Glioblastoma, atau glioblastoma multiforme (GBM), adalah kanker otak ganas yang berasal dari sel glial, khususnya astrosit. Berbeda dengan blastoma anak yang berasal dari sel embrional, glioblastoma berkembang dari sel otak yang sudah matang.
Secara epidemiologis, glioblastoma jauh lebih sering terjadi pada orang dewasa, terutama pada usia 45–70 tahun, dan sangat jarang ditemukan pada anak-anak (Ostrom et al., 2022).
Glioblastoma dikenal sebagai tumor otak grade IV menurut klasifikasi WHO, yang berarti memiliki tingkat keganasan tertinggi, pertumbuhan sangat cepat, dan sifat infiltratif ke jaringan otak sekitarnya (Louis et al., 2021).
Perbedaan mendasar blastoma anak dan glioblastoma dewasa:
1) Asal sel
Blastoma anak: Sel embrionik (prekursor)
Glioblastoma dewasa: Sel glial matang
2. Usia dominan
Blastoma anak: bayi dan anak kecil
Glioblastoma dewasa: Dewasa dan lansia
3. Contoh
Blastoma anak: Neuroblastoma, nefroblastoma, retinoblastoma
Glioblastoma dewasa: Glioblastoma multiforme
4) Biologi tumor
Blastoma anak: Berbasis pertumbuhan anak
Glioblastoma dewasa: Degeneratif dan mutasi akumulatif
5) Prognosis
Blastoma anak: Variatif, bahkan sering lebih baik
Glioblastoma dewasa: Umumnya buruk
Perbedaan ini penting, supaya masyarakat tidak menyamaratakan seluruh tumor dengan akhiran “blastoma” sebagai kanker anak.
Quote:
Mengapa Deteksi Dini Sangat Penting?
Blastoma pada anak sering kali menunjukkan gejala yang tidak spesifik, seperti perut membesar, penurunan berat badan, mual, muntah, atau perubahan perilaku. Karena anak belum mampu mengungkapkan keluhan secara jelas, diagnosis sering terlambat.
Padahal, banyak blastoma memiliki tingkat kesembuhan yang cukup tinggi bila ditangani sejak dini dengan kombinasi terapi yang tepat, seperti pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi (Pizzo & Poplack, 2015).
Quote:
PENUTUP
Blastoma adalah kelompok kanker yang rumit dan erat kaitannya dengan proses pertumbuhan dan perkembangan manusia. Meskipun sebagian besar blastoma memang lebih sering menyerang anak-anak, penting untuk memahami bahwa tidak semua blastoma identik dengan kanker anak, karena ada pengecualian seperti glioblastoma yang justru lebih sering pada orang dewasa.
Dengan pemahaman yang benar dan berbasis sains, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan mampu mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi gejala yang mencurigakan, tetapi tidak khawatir berlebihan.
Semoga thread ini bisa menambah wawasan bagi Agan dan Sista semua

.
Quote:
SUMBER
American Cancer Society. (2023).
Cancer in children.
https://www.cancer.org/cancer/cancer...-children.html
Brodeur, G. M. (2003). Neuroblastoma: Biological insights into a clinical enigma.
Nature Reviews Cancer,
3(3), 203–216.
Dimaras, H., et al. (2012). Retinoblastoma.
The Lancet,
379(9824), 1436–1446.
Louis, D. N., et al. (2021). The 2021 WHO classification of tumors of the central nervous system.
Acta Neuropathologica,
142(5), 749–766.
Maris, J. M. (2010). Recent advances in neuroblastoma.
The New England Journal of Medicine,
362(23), 2202–2211.
Ostrom, Q. T., et al. (2022). CBTRUS statistical report: Primary brain and other central nervous system tumors.
Neuro-Oncology,
24(Supplement 5), v1–v95.
Pizzo, P. A., & Poplack, D. G. (2015).
Principles and practice of pediatric oncology (7th ed.). Wolters Kluwer.
@pabuaranwetan @itkgid @sahabat.006