Parents, Ayo Deteksi Dini Leukemia Pada Anak Dengan 3 Cara Ini
TS
aurora..
Parents, Ayo Deteksi Dini Leukemia Pada Anak Dengan 3 Cara Ini
Sumber Gambar:Artificial Intelligence
Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat sore kalian semuanya!
Pada kesempatan yang sangat berharga ini, gue akan membahas tentang 3 cara sederhana deteksi dini leukemia pada anak yang bisa dilakukan oleh orang tua .
Berbeda dengan kanker pada orang dewasa yang mempunyai cara pencegahan yang jelas, kanker pada anak (khususnya leukemia) tidak bisa dicegah. Kanker pada orang dewasa bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, memperbaiki pola makan, atau menghindari paparan zat karsinogenik jangka panjang, sedangkan kanker pada anak tidak dapat dicegah secara langsung. Hingga saat ini, ilmu kedokteran belum menemukan pola pencegahan primer yang efektif untuk kasus kanker pada anak (khususnya leukemia). Namun, kabar baiknya adalah leukemia pada anak dapat dideteksi dengan lebih dini, dan deteksi dini terbukti sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan serta survival rate.
Sayangnya, masih banyak kasus leukemia anak di Indonesia terdiagnosis pada stadium lanjut. Salah satu penyebab utamanya adalah gejala awal yang sering disalahartikan sebagai penyakit ringan atau keluhan umum anak, seperti demam, pucat, atau mimisan. Padahal, jika orang tua lebih peka terhadap tanda-tanda awal ini, peluang anak untuk mendapatkan terapi tepat waktu akan jauh lebih besar.
Thread ini mengajak para orang tua untuk lebih waspada melalui 3 langkah sederhana tetapi penting yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Quote:
Leukemia pada Anak
Leukemia adalah kanker yang menyerang sumsum tulang dan sel darah, ditandai dengan produksi sel darah putih abnormal dalam jumlah berlebihan. Pada anak, jenis leukemia yang paling sering adalah leukemia limfoblastik akut (ALL), diikuti oleh leukemia mieloid akut (AML).
Sel leukemia yang abnormal akan mengganggu produksi sel darah normal, seperti sel darah merah, trombosit, dan sel darah putih yang sehat. Akibatnya, anak dapat mengalami anemia, mudah infeksi, dan gangguan pembekuan darah. Kondisi inilah yang memunculkan berbagai gejala awal yang sering kali tampak normal di mata orang tua.
Hemoglobin (Hb) adalah protein yang mengandung zat besi dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kadar Hb yang rendah menandakan anemia, kondisi yang masih sangat umum pada anak-anak Indonesia.
Namun, yang sering luput disadari adalah bahwa anemia juga merupakan salah satu tanda awal leukemia. Pada leukemia, sumsum tulang gagal memproduksi sel darah merah secara normal karena sumsum tulangnya dipenuhi sel kanker.
Pemeriksaan hemoglobin dapat dilakukan dengan mudah di puskesmas, dokter anak, atau apotek tertentu yang menyediakan layanan cek darah sederhana.
Pemeriksaan ini relatif murah, cepat, dan minim risiko. Pemeriksaan Hb anak secara berkala tidak hanya bermanfaat untuk deteksi dini leukemia, tetapi juga berperan penting dalam pencegahan stunting akibat anemia, yang hingga kini masih menjadi masalah kesehatan anak di Indonesia.
Kapan Harus Waspada?
Gejala Hb rendah pada anak yang perlu diwaspadai, yaitu anak tampak pucat, mudah lelah, kurang aktif dibandingkan biasanya, dan nafsu makan menurun.
Jika hasil pemeriksaan Hb masih rendah dan tidak membaik meskipun sudah diberikan suplementasi asam folat dan zat besi dalam jangka waktu lama, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi lebih lanjut ke dokter.
Spoiler for 2:
Langkah 2: Jangan Sepelekan Demam Lebih dari 5 Hari
Demam memang sangat sering dialami oleh anak kecil, dan umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Namun, demam yang berlangsung lebih dari 5 hari tanpa sebab yang jelas perlu mendapatkan perhatian khusus.
Pada leukemia, demam terjadi akibat penurunan daya tahan tubuh, infeksi berulang karena sel darah putih normal berkurang, dan respons peradangan akibat sel kanker.
Berbeda dengan demam infeksi biasa, demam pada leukemia sering kali tidak terlalu tinggi tetapi menetap, tidak membaik dengan pengobatan standar (misalnya parasetamol), serta disertai dengan lemas dan pucat.
Kapan Harus Waspada?
Orang tua disarankan untuk tidak menunda pemeriksaan lanjutan jika demam berlangsung selama lebih dari 5 hari anak tampak semakin lemas, disertai pembengkakan kelenjar getah bening, dan muncul memar tanpa benturan nyata.
Deteksi dini pada fase ini dapat mencegah keterlambatan diagnosis yang berakibat fatal.
Spoiler for 3:
Langkah 3: Jangan Anggap Remeh Mimisan yang Terlalu Sering atau Berlebihan
Mimisan pada anak memang sering terjadi karena pembuluh darah anak masih terlalu rapuh, dan sebagian besar bersifat ringan, atau bahkan normal. Namun, mimisan pada anak yang terlalu sering, berlangsung lama, atau jumlah darahnya banyak patut diwaspadai.
Pada leukemia, jumlah trombosit (sel untuk membekukan darah) menurun drastis. Akibatnya, perdarahan menjadi lebih mudah terjadi, termasuk di area hidung.
Secara biologis, anak laki-laki memang memiliki risiko mimisan yang lebih tinggi. Hal ini berkaitan dengan gen SRY (sex-determining region Y) yang berperan dalam perkembangan ciri-ciri biologis laki-laki, termasuk kepadatan pembuluh darah di bagian sekat hidung yang lebih tinggi (SUMBER 1) (SUMBER 2). Kepadatan pembuluh darah yang tinggi ini membuat pembuluh darah hidung lebih mudah pecah, terutama jika jumlah trombosit rendah.
Kapan Harus Waspada?
Jika mimisan (baik pada anak laki-laki maupun anak perempuan) terjadi secara berulang tanpa sebab yang jelas, sulit berhenti, serta disertai gusi berdarah atau memar, pemeriksaan darah lengkap harus dilakukan.
Quote:
Leukemia Anak Tidak Bisa Dicegah, Tetapi Bisa Dideteksi Lebih Awal
Hingga saat ini, tidak ada cara pasti untuk mencegah leukemia pada anak. Faktor genetik dan mutasi acak pada sel-sel pembentuk darah anak selama masa pertumbuhan masih menjadi penyebab utama leukemia anak yang tidak dapat dikendalikan. Namun, deteksi dini adalah kunci utamanya. Dengan diagnosis lebih awal, pengobatan dapat dimulai lebih cepat, risiko komplikasi menurun, dan survival rate meningkat signifikan.
Data medis menunjukkan bahwa tingkat kesembuhan leukemia anak, khususnya ALL, dapat mencapai lebih dari 80 persen jika terdeteksi dan ditangani sejak dini.
Quote:
PENUTUP
Thread ini diharapkan bisa menjadi pengingat bagi kita semuanya, bahwa kepedulian orang tua adalah garis pertahanan terdepan bagi kesehatan anak. Tiga langkah sederhana di thread ini dapat menjadi pembeda antara diagnosis dini kanker dan keterlambatan fatal.
Leukemia anak mungkin tidak bisa dicegah, tetapi ketidaktahuan bisa dihindari.
Quote:
SUMBER
American Cancer Society. (2024). Leukemia in children. American Cancer Society.
Hunger, S. P., & Mullighan, C. G. (2015). Acute lymphoblastic leukemia in children. The New England Journal of Medicine, 373(16), 1541–1552.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman nasional pelayanan kedokteran kanker anak. Kemenkes RI.
Pui, C. H., Pei, D., & Campana, D. (2019). Childhood acute lymphoblastic leukemia. The Lancet, 393(10168), 753–773.
World Health Organization. (2023). Global initiative for childhood cancer. World Health Organization.