- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
IHSG Dibuka dengan Penurunan 5%, Tinggalkan Kisaran 8.000
TS
jaguarxj220
IHSG Dibuka dengan Penurunan 5%, Tinggalkan Kisaran 8.000
Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis (29/1/2026), dibuka melemah. Pada pukul 9.05, indeks kehilangan 478,13 poin atau setara dengan melemah 5.75% ke level 7.842.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan tercatat 5,15 miliar saham dengan nilai transaksi Rp5,14 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 363.973 kali.
Hanya 61 saham menguat, dan 586 saham melemah. Sementara, 46 saham tidak bergerak.
Adapun pada pembukaan perdagangan pagi hari ini, IHSG dibuka langsung melemah tajam dengan kehilangan 292,72 poin atau drop 3,52% ke level 8.027,82.
Mencermati analisis saham di perdagangan hari ini, Kamis (29/1/2026), BRI Danareksa Sekuritas menyebut, IHSG diserbu net foreign sell jumbo Rp6,12 triliun, sekaligus memicu Trading Halt pertama pada tahun 2026.
Tekanan tajam ini dipicu oleh pengumuman MSCI terbaru yang menetapkan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia, pembekuan sejumlah perubahan dalam indeks review—termasuk rebalancing pada bulan Februari 2026.
Secara teknikal, IHSG masih berisiko melanjutkan pelemahan dengan area support di 8.200 – 8.210.
“Investor disarankan menunggu konfirmasi stabilisasi atau meredanya tekanan jual,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, sembari mencermati tindak lanjut regulator terkait kebijakan MSCI serta keputusan suku bunga The Fed sebagai katalis berikutnya.
Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah MDKA, dan HMSP.
Investor masih terfokus pada perkembangan isu terkait MSCI, pasalnya jika hingga Mei 2026 tidak ada kemajuan yang signifikan, MSCI akan meninjau ulang status aksesibilitas pasar Indonesia, yang dapat berpotensi pada penurunan bobot saham Indonesia di MSCI Emerging Markets menjadi Frontier Market, sebut Phintraco Sekuritas.
Hal ini memicu aksi sell–off oleh investor, khususnya investor asing. Jika hal tersebut terjadi, berpotensi dana investor asing yang keluar akan lebih banyak yang dapat menekan IHSG dan Rupiah.
Selain itu juga dapat berdampak pada likuiditas pasar yang menurun, persepsi risiko negara memburuk serta biaya pendanaan yang dihadapi oleh pemerintah dan korporasi akan lebih tinggi.
“Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji level 8.250 – 8.000. Waspadai jika IHSG menembus level psikologis 8.000, berpotensi dapat menguji level 7.850,” mengutip riset Phintraco.
Namun jika tekanan jual mereda, nantinya, investor dapat mencermati saham komoditas seiring dengan kenaikan harga komoditas.
Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah MBMA, MEDC, AKRA, INDY, dan MDKA.
Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, Menguatnya mayoritas Bursa Wall Street dan mayoritas komoditas diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Sementara itu, besarnya aksi jual investor asing setelah MSCI memutuskan untuk membekukan rebalancing indeks bagi saham Indonesia dan kekhawatiran diturunkannya Indonesia ke kategori pasar frontier dari pasar negara berkembang berpeluang masih menjadi sentimen IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 8.180 – 8.040 dan resistance 8.460 – 8.600,” terang CGS International Sekuritas.
Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham MYOR, CMRY, INDF, EMAS, MDKA, dan WIIM.
Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi melemah, didorong oleh kekhawatiran terkait dengan penyesuaian MSCI, serta masih belum selesainya penjualan saham konglomerasi pada perdagangan kemarin.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan kembali melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.
Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah INDF, MDKA, dan CPIN.
Support selanjutnya berada di range 7.805 – 7.910.
https://www.bloombergtechnoz.com/det...kisaran-8-000/
Support 7.800 pun sudah jebol...
Sepertinya support ada di kisaran 7.750
Goldman Sachs sudah cut rating saham Indonesia.
Danantara nggak mampu membantu.
Apalagi Purbaya dan Ponakan Wowo... Nggak nolong sama sekali..
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan tercatat 5,15 miliar saham dengan nilai transaksi Rp5,14 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 363.973 kali.
Hanya 61 saham menguat, dan 586 saham melemah. Sementara, 46 saham tidak bergerak.
Adapun pada pembukaan perdagangan pagi hari ini, IHSG dibuka langsung melemah tajam dengan kehilangan 292,72 poin atau drop 3,52% ke level 8.027,82.
Mencermati analisis saham di perdagangan hari ini, Kamis (29/1/2026), BRI Danareksa Sekuritas menyebut, IHSG diserbu net foreign sell jumbo Rp6,12 triliun, sekaligus memicu Trading Halt pertama pada tahun 2026.
Tekanan tajam ini dipicu oleh pengumuman MSCI terbaru yang menetapkan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia, pembekuan sejumlah perubahan dalam indeks review—termasuk rebalancing pada bulan Februari 2026.
Secara teknikal, IHSG masih berisiko melanjutkan pelemahan dengan area support di 8.200 – 8.210.
“Investor disarankan menunggu konfirmasi stabilisasi atau meredanya tekanan jual,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, sembari mencermati tindak lanjut regulator terkait kebijakan MSCI serta keputusan suku bunga The Fed sebagai katalis berikutnya.
Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah MDKA, dan HMSP.
Investor masih terfokus pada perkembangan isu terkait MSCI, pasalnya jika hingga Mei 2026 tidak ada kemajuan yang signifikan, MSCI akan meninjau ulang status aksesibilitas pasar Indonesia, yang dapat berpotensi pada penurunan bobot saham Indonesia di MSCI Emerging Markets menjadi Frontier Market, sebut Phintraco Sekuritas.
Hal ini memicu aksi sell–off oleh investor, khususnya investor asing. Jika hal tersebut terjadi, berpotensi dana investor asing yang keluar akan lebih banyak yang dapat menekan IHSG dan Rupiah.
Selain itu juga dapat berdampak pada likuiditas pasar yang menurun, persepsi risiko negara memburuk serta biaya pendanaan yang dihadapi oleh pemerintah dan korporasi akan lebih tinggi.
“Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji level 8.250 – 8.000. Waspadai jika IHSG menembus level psikologis 8.000, berpotensi dapat menguji level 7.850,” mengutip riset Phintraco.
Namun jika tekanan jual mereda, nantinya, investor dapat mencermati saham komoditas seiring dengan kenaikan harga komoditas.
Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah MBMA, MEDC, AKRA, INDY, dan MDKA.
Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, Menguatnya mayoritas Bursa Wall Street dan mayoritas komoditas diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Sementara itu, besarnya aksi jual investor asing setelah MSCI memutuskan untuk membekukan rebalancing indeks bagi saham Indonesia dan kekhawatiran diturunkannya Indonesia ke kategori pasar frontier dari pasar negara berkembang berpeluang masih menjadi sentimen IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 8.180 – 8.040 dan resistance 8.460 – 8.600,” terang CGS International Sekuritas.
Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham MYOR, CMRY, INDF, EMAS, MDKA, dan WIIM.
Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi melemah, didorong oleh kekhawatiran terkait dengan penyesuaian MSCI, serta masih belum selesainya penjualan saham konglomerasi pada perdagangan kemarin.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan kembali melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.
Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah INDF, MDKA, dan CPIN.
Support selanjutnya berada di range 7.805 – 7.910.
https://www.bloombergtechnoz.com/det...kisaran-8-000/
Support 7.800 pun sudah jebol...
Sepertinya support ada di kisaran 7.750
Goldman Sachs sudah cut rating saham Indonesia.
Danantara nggak mampu membantu.
Apalagi Purbaya dan Ponakan Wowo... Nggak nolong sama sekali..
variolikes dan 2 lainnya memberi reputasi
3
413
9
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan