- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Lukisan Tertua Dinding Goa di Pulau Muna Gemparkan Dunia
TS
mabdulkarim
Lukisan Tertua Dinding Goa di Pulau Muna Gemparkan Dunia

redaksi
4 min baca
23 Januari 2026
FB IMG 1769177547937
MUNA, suarakendari.com- Indonesia telah dikenal sebagai pusat seni cadas dunia. Sebelumnya telah ditemukan seni gua figuratif dan cap tangan manusia di dua kawasan utama di Indonesia, yaitu karst Maros–Pangkep di Sulawesi Selatan serta wilayah Sangkulirang–Mangkalihat di Kalimantan Timur. Kedua kawasan ini telah lama menjadi rujukan penting dalam kajian global mengenai asal-usul seni manusia modern.
Namun umur dari lukisan gua di kedua kawasan tersebut masih lebih muda dibanding seni cadas tertua yang ditemukan situs Neanderthal di Spanyol. Seperti dilaporkan National Geografic, Para peneliti menentukan gambar cap tangan di gua Spanyol itu berumur 66.700 tahun.
Kali ini sebuah temuan baru muncul kembali dari Indonesia. Tepatnya dari di Liang Metanduno, sebuah gua di Pulau Muna, Sulawesi. Para peneliti dari Indonesia dan Australia baru saja mengungkapkan hasil penelitian mereka bahwa umur gambar stensil tangan di gua tersebut setidaknya adalah 67.800. Ini adalah seni cadas tertua yang pernah diketahui di dunia!
Temuan ini merupakan seni cadas tertua yang pernah tertanggal secara andal, sekaligus memberikan bukti langsung bahwa manusia telah menyeberangi laut secara sengaja sekitar 70.000 tahun lalu. Hasil penelitian ini telah terbit di jurnal nature.
Garis-garis halus tangan yang ditemukan di sebuah gua Indonesia sekarang diyakini berusia setidaknya 67.800 tahun, menjadikannya seni batu tertua yang pernah ditemukan.
Gambar cadas berupa cap tangan berwarna merah ini mengubah pemahaman dunia tentang lini masa kreativitas dan migrasi manusia prasejarah. Nusantara adalah jembatan peradaban, kata peneliti.
Mengenal Gua Metanduno
Gua Metanduno yang terletak di Desa Liangkabhori, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, sudah sejak lama menjadi tujuan wisata situs purbakala. Orang-orang mengunjungi gua ini untuk melihat lukisan dinding prasejarah.
Dalam bahasa Muna, “Metanduno” berarti “menyeruduk” atau tindakan menyerang dengan tanduk. Dinamai begitu karena banyak lukisan hewan bertanduk di sana.
Di gua ini, sebagaimana dilaporkan BBC Indonesia, peneliti dari Indonesia dan Australia menemukan lukisan cadas tertua di dunia yang berusia setidaknya 67.800 tahun—sekitar 1.100 tahun lebih tua dari lukisan yang sebelumnya diklaim tertua di dunia di Spanyol.
Penelitian ini juga menguatkan dugaan bahwa nenek moyang kita, Homo sapiens, telah mencapai daratan Australia-Papua Nugini atau Sahul, sekitar 15.000 tahun lebih awal dari yang semula diperkirakan.
Lukisan cap tangan di Gua Metanduno itu dibuat dengan teknik semprot. Prosesnya, seniman prasejarah menempelkan telapak tangannya ke dinding gua dan menyemprot cairan pigmen dengan mulut, sehingga saat tangan ditarik, tercipta garis luar telapak tangan dan jari-jemari.
Tapi yang unik, seniman itu tak berhenti di situ. Bentuk jari tangan itu lalu dimodifikasi menjadi lebih kurus dan panjang hingga jari menyerupai cakar. Ini adalah transformasi kreatif tak biasa.
Prof Adam Brumm, peneliti dari Griffith University yang terlibat dalam proyek ini menyebutnya sebagai “hal yang sangat khas dilakukan manusia”.
Menurut jurnal terbaru ini, karya-karya seni tersebut dibuat dengan pigmen oker yang berasal dari tanah atau mineral yang kaya zat besi untuk menghasilkan warna merah, jingga, dan cokelat. Arang dipakai untuk warna hitam.
Teknik penggambaran umumnya menggunakan kuas, untuk membuat garis luar dan isian warnanya. Sementara, cap tangan dibuat dengan teknik semprot.
Para ilmuwan menentukan usia lukisan dengan metode penanggalan mutakhir laser-ablasi uranium-series (LA-U-series) terhadap lapisan kalsit yang ada di permukaan lukisan.
Teknik ini disebut memiliki tingkat presisi sangat tinggi dibandingkan teknik sebelumnya, uranium series, yang metodenya melibatkan peluruhan radioaktif dari isotop uranium alami.
Dengan metode LA-U-series, peneliti mengambil sampel kalsit (lapisan mineral) yang tumbuh di atas dan bawah pigmen gambar.
Adhi Agus Oktaviana, peneliti gambar cadas BRIN yang juga arkeolog Griffith University, mengibaratkan kalsit yang diambil ini layaknya lapisan-lapisan tipis kulit bawang.
Dengan laser, mereka bisa memetakan gambar di bagian gua mana yang paling tua dengan akurat.
“Temuan di Muna membuktikan bahwa Homo sapiens tidak menunggu sampai mereka sampai di Eropa untuk menjadi seniman,” ujar Adhi.
“Kapasitas berpikir simbolis ini sudah matang di Sulawesi, di Nusantara.”
Gambar-gambar sederhana namun kuat ini mendorong kembali garis waktu ekspresi simbolis manusia selama puluhan ribu tahun. Tangan diciptakan dengan meletakkan tangan di atas batu dan meniup atau membelai pigmen di sekitarnya, meninggalkan kesan negatif hantu di belakang.
Para arkeolog mengatakan penemuan ini juga mendukung perkiraan kapan manusia modern awal pertama kali mencapai Asia Tenggara dan Australia, menunjukkan mereka sudah memiliki pemikiran simbolis yang kompleks sebelum mereka bermigrasi.
Jauh dari sekadar hiasan, tanda-tanda ini mewakili beberapa upaya manusia yang paling awal diketahui untuk meninggalkan pesan, memori, atau tanda tangan di dunia yang membuktikan bahwa seni dan dongeng setua peradaban itu sendiri.
https://suarakendari.com/read/lukisa...emparkan-dunia
Media Eropa Soroti Temuan Seni Gua Tertua di Dunia di Pulau Muna Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/seni-gua-tertua-di-dunia-di-Pulau-Muna.jpg)
Tayang: Kamis, 22 Januari 2026 22:51 WIB | Diperbarui: Kamis, 22 Januari 2026 23:35 WIB
Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
zoom-inlihat fotoMedia Eropa Soroti Temuan Seni Gua Tertua di Dunia di Pulau Muna Indonesia
HO/IST/tangkap layar/Anadolu
TERTUA DI DUNIA - Temuan apa yang diyakini sebagai seni gua tertua di dunia di Pulau Muna di Sulawesi Selatan, Indonesia, menurut sebuah studi yang diterbitkan di Nature pada Rabu (21/1/2026). Berdasarkan hasil penanggalan, stensil tangan tersebut dibuat setidaknya 67.800 tahun yang lalu.
A-
A+
Media Eropa Soroti Temuan Seni Gua Tertua di Dunia di Pulau Muna Indonesia
TRIBUNNEWS.COM - Media asal Eropa, Anadolu, menyoroti klaim sejumlah peneliti yang mengabarkan temuan apa yang diyakini sebagai seni gua tertua di dunia.
Coretan gua tertua di dunia itu dilaporkan berada di Pulau Muna di Sulawesi Tenggara, Indonesia, merujuk pada hasil sebuah studi yang diterbitkan di Nature pada Rabu (21/1/2026).
"Berdasarkan hasil penanggalan, pola tulisan tangan tersebut dibuat setidaknya 67.800 tahun yang lalu," tulis laporan tersebut, dikutip Kamis (22/1/2026).
Karya seni tersebut terletak sekitar 300 kilometer (186 mil) dari lukisan gua yang ditemukan pada tahun 2024 yang kemudian diidentifikasi sebagai lukisan gua tertua di dunia yang diketahui.
Coretan di dinding gua yang ditemukan 2024 silam menggambarkan seekor babi hutan.
Coretan ini diperkirakan berusia sekitar 51.200 tahun, menurut kantor berita Jakarta Post.

TERTUA DI DUNIA - Temuan apa yang diyakini sebagai seni gua tertua di dunia di Pulau Muna di Sulawesi Selatan, Indonesia, menurut sebuah studi yang diterbitkan di Nature pada Rabu (21/1/2026). Berdasarkan hasil penanggalan, stensil tangan tersebut dibuat setidaknya 67.800 tahun yang lalu.
Cetakan Tangan
Temuan terbaru, berupa cetakan tangan yang ditemukan di gua Liang Metanduno, adalah salah satu dari puluhan contoh seni cadas yang ditemukan di Pulau Muna dan Pulau Buton di Sulawesi Tenggara.
Adhi Agus Oktaviana, seorang arkeolog di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia dan salah satu penulis studi tersebut, telah meneliti pulau itu sejak tahun 2015 untuk mencari jejak tangan kuno di dalam gua-gua.
Dia menemukan beberapa cetakan tangan, termasuk satu di gua Metanduno yang sebagian tersembunyi di bawah lukisan-lukisan baru yang menggambarkan seseorang menunggang kuda di samping seekor ayam.
Studi tersebut menyatakan kalau seni coretan dinding gua tersebut berada dalam "kondisi pelestarian yang buruk," dengan pigmen yang memudar, tetapi masih menunjukkan "sebagian jari dan area telapak tangan yang berdekatan."
"Ujung salah satu jari tampak dipersempit secara artifisial, baik melalui penambahan pigmen atau dengan menggerakkan tangan selama pengaplikasian pigmen, suatu jenis seni stensil tangan yang khas yang sejauh ini hanya diidentifikasi di Sulawesi," demikian pernyataan tersebut.
https://www.tribunnews.com/internasi...una-indonesia.
Lukisan Purba Gua Metanduno akan Jadi Cagar Budaya Nasional
[iimg]https://statik.tempo.co/data/2026/01/23/id_1455007/1455007_720.jpg[/img]
Gambar cadas tertua di dunia berupa cap tangan manusia yang berusia setidaknya 67.800 tahun ditemukan di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. brin.go.id
Perbesar
Gambar cadas tertua di dunia berupa cap tangan manusia yang berusia setidaknya 67.800 tahun ditemukan di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. brin.go.id
LUKISAN dinding gua (rock art) tertua di dunia yang berada di Gua Metanduno, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, akan segera dijadikan cagar budaya nasional. Situs gua atau leang yang berada di Desa Liangkobori, Kecamatan Lohia, itu kini berstatus cagar budaya provinsi.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, peningkatan status ini merupakan salah satu upaya perlindungan secara menyeluruh. “Kita akan segera menjadikan ini situs Cagar Budaya Peringkat Nasional, sehingga (pemerintah pusat) akan lebih mudah untuk melakukan intervensi,” ujar Fadli dalam konferensi pers Jejak Peradaban Nusantara di Lukisan Purba Tertua Dunia di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, pada Kamis, 22 Januari 2026.
Berdasarkan penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Griffith University Australia, serta Balai Pelestarian Kebudayaan, lukisan gua tersebut berusia 67.800 tahun, lebih tua daripada temuan lukisan purba sebelumnya di Leang Karampuan, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Langkah proteksi fisik juga menjadi prioritas utama melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Tenggara untuk mencegah kerusakan akibat faktor alam maupun sentuhan langsung dari manusia.
Selain itu, pemerintah berencana membangun ekosistem wisata sejarah yang berkelanjutan dengan tetap memprioritaskan konservasi, termasuk mempertimbangkan saran para ahli mengenai pembatasan akses atau penggunaan replika demi menjaga keutuhan lukisan.
Keunikan Lukisan Leang Metanduno
Selain faktor usia, lukisan purba di Gua Metanduno juga memiliki ciri khas estetika yang unik. Fadli mengatakan, lukisan tersebut berupa cap tangan yang dibuat dengan teknik sembur menggunakan oker warna merah. Hal yang membedakannya dengan temuan di tempat lain adalah sentuhan artistik saat tangan ditarik dari dinding gua, sehingga menghasilkan gambaran jari-jari yang tampak runcing.
“Itu ada tangan mungkin disembur pakai oker warna merah tetapi juga ada satu upaya dari nenek moyang itu menjadikan bukan hanya cetakan dari tangannya, tapi juga ada semacam kreasi diruncingkan” ujar Fadli.
Para peneliti menjelaskan bahwa temuan ini membuktikan nenek moyang di kawasan tersebut tidak hanya memiliki keahlian sebagai pelaut yang bermigrasi, tetapi juga merupakan penggambar yang terampil. Di wilayah Muna, diperkirakan terdapat sekitar 50 gua dengan ratusan lukisan yang menggambarkan keberlanjutan peradaban, mulai dari hewan hingga gambar perahu dan layang-layang.
Fadli Zon mengatakan, lukisan purba ini menjadi bukti nyata bahwa ekspresi budaya nenek moyang sudah ada sejak 67.800 tahun lalu. "Ini menjadi bagian penting dalam narasi sejarah awal peradaban Nusantara,” ujar dia.
https://www.tempo.co/hiburan/lukisan...sional-2109431
kok nggak ramai dibicarakan masyarakat padahal paling tua di dunia ada di Indonesia...
0
471
4
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan