- Beranda
- Komunitas
- Story
- Heart to Heart
Kisah Keponakan TS
TS
ayosholat
Kisah Keponakan TS
ANAK YANG DULU DIDIAGNOSA LUMPUH SEBADAN KARENA CEREBAL PALSY DAN GANGUAN TULANG BELAKANG ITU ALHAMDULILAH BISA SAMPAI PUNCAK GUNUNG
Sebuah tulisan yang menggambarkan " Jangan pernah putus asa dari Rahmat dan pertolongan Alloh."
Askar, Anak ke 4 saya. Pertumbuhannya terhenti di umur 3 bulan. Bisa tengkurap sebelum umur 3 bulan, sehat gendut. Lalu semakin kurus dan lemah. Kami tersadar dan mulai periksa , terapi di umurnya yang 9 bulan. Cuma bisa tengkurap, mbalikpun nggak bisa. Pokoknya badannya lemas. Ngomongpun nggak bisa.
Diagnosa dari dokter di RS Sardjito Cerebal Palsy, lalu aneka pemeriksaan dilakukan. Fix lumbal ke 5 dan tulang sakrum tidak berkembang sempurna. Hasil Rontgen terlihat seperti bertumpuk/ melekat.
Lalu mulailah terapi yang cukup melelahkan, berbulan - bulan hampir tanpa hasil Qodarullah. Hampir setahun berlalu tidak ada progres.
Alhamdulillah ketemu salah satu dokter umum penggiat Thibbun Nabawi di Kebumen. Disarankan untuk terapi cyropraksi. Beliau juga menunjuk terapis terlatih yang datang tiap hari ke rumah kami. Terapis ini ibu yang baru sebulan pindah ke Kebumen sebelumnya tinggal di Bogor.
Biidznillah 1 bulan terapi badan Askar, mulai gemuk. Walau belum bisa apa - apa selain tengkurap kami sudah bersyukur.
Tepat di usia 22 bulan dari tengkurap tiba - tiba dia bisa angkat kakinya dan berjalan seperti monyet, maaf. Jadi dia jalan pakai kaki dan tangannya. Itu langsung dari tengkurap. Saya ingat betul kejadian itu sekitar jam 23.00 malam.
Biidznillah hitungan hari perkembangan sangat pesat umur 23 bulan bisa jalan langsung ngomong. Jauh di atas ekspektasi dokter. Waktu itu prognosa terburuk dia akan lumpuh, bahkan vegetatif selamanya.
Untuk Askar semua memang mundur 1 tahun. Masuk sekolah mundur setahun hampir 7 tahun baru masuk SD, kakak - kakaknya umur 6 tahun sudah SD. Usia psikologis mundur setahun. Tapi tidak apa - apa kami sudah bersyukur dia bisa mengikuti pelajaran dengan sangat baik.
Sekarang dia sudah kelas 1 Ulya sambil mondok. Tahfidz, pelajaran umum sejauh ini 5 besar di kelasnya.
Secara fisik dulu sering banget sakit, sering jatuh kalau jalan. Alhamdulillah sekarang sudah ikut lari marathon, pencak silat, dll.
Liburan semester kemarin bahkan sudah sampai puncak gunung hampir tanpa hambatan, Alhamdulillah.
La khaula wa la quwata illa Billah. Rumit bagi kita mudah bagi Alloh.
Semoga tulisan ini bermanfaat, jangan pernah putus asa dari Rahmat dan Pertolongan Alloh

Sebuah tulisan yang menggambarkan " Jangan pernah putus asa dari Rahmat dan pertolongan Alloh."
Askar, Anak ke 4 saya. Pertumbuhannya terhenti di umur 3 bulan. Bisa tengkurap sebelum umur 3 bulan, sehat gendut. Lalu semakin kurus dan lemah. Kami tersadar dan mulai periksa , terapi di umurnya yang 9 bulan. Cuma bisa tengkurap, mbalikpun nggak bisa. Pokoknya badannya lemas. Ngomongpun nggak bisa.
Diagnosa dari dokter di RS Sardjito Cerebal Palsy, lalu aneka pemeriksaan dilakukan. Fix lumbal ke 5 dan tulang sakrum tidak berkembang sempurna. Hasil Rontgen terlihat seperti bertumpuk/ melekat.
Lalu mulailah terapi yang cukup melelahkan, berbulan - bulan hampir tanpa hasil Qodarullah. Hampir setahun berlalu tidak ada progres.
Alhamdulillah ketemu salah satu dokter umum penggiat Thibbun Nabawi di Kebumen. Disarankan untuk terapi cyropraksi. Beliau juga menunjuk terapis terlatih yang datang tiap hari ke rumah kami. Terapis ini ibu yang baru sebulan pindah ke Kebumen sebelumnya tinggal di Bogor.
Biidznillah 1 bulan terapi badan Askar, mulai gemuk. Walau belum bisa apa - apa selain tengkurap kami sudah bersyukur.
Tepat di usia 22 bulan dari tengkurap tiba - tiba dia bisa angkat kakinya dan berjalan seperti monyet, maaf. Jadi dia jalan pakai kaki dan tangannya. Itu langsung dari tengkurap. Saya ingat betul kejadian itu sekitar jam 23.00 malam.
Biidznillah hitungan hari perkembangan sangat pesat umur 23 bulan bisa jalan langsung ngomong. Jauh di atas ekspektasi dokter. Waktu itu prognosa terburuk dia akan lumpuh, bahkan vegetatif selamanya.
Untuk Askar semua memang mundur 1 tahun. Masuk sekolah mundur setahun hampir 7 tahun baru masuk SD, kakak - kakaknya umur 6 tahun sudah SD. Usia psikologis mundur setahun. Tapi tidak apa - apa kami sudah bersyukur dia bisa mengikuti pelajaran dengan sangat baik.
Sekarang dia sudah kelas 1 Ulya sambil mondok. Tahfidz, pelajaran umum sejauh ini 5 besar di kelasnya.
Secara fisik dulu sering banget sakit, sering jatuh kalau jalan. Alhamdulillah sekarang sudah ikut lari marathon, pencak silat, dll.
Liburan semester kemarin bahkan sudah sampai puncak gunung hampir tanpa hambatan, Alhamdulillah.
La khaula wa la quwata illa Billah. Rumit bagi kita mudah bagi Alloh.
Semoga tulisan ini bermanfaat, jangan pernah putus asa dari Rahmat dan Pertolongan Alloh

alifshorif dan 2 lainnya memberi reputasi
3
237
2
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan