- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Kasus Guru Dikeroyok Siswa di Jambi, 2 Pihak Saling Lapor Polisi
TS
mabdulkarim
Kasus Guru Dikeroyok Siswa di Jambi, 2 Pihak Saling Lapor Polisi

Agus Saputra yang merupakan guru yang dikeroyok oleh siswanya, ternyata juga membuat laporan ke Polda Jambi, pada Kamis 15 Januari 2026. (Beritasatu.com/Rudiansyah)
Jambi, Beritasatu.com - Kasus pengeroyokan seorang guru oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3, yang viral di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, memasuki babak baru.
Ternyata, siswa SMKN 3 yang terlibat dalam kasus ini telah membuat laporan ke Polsek Berbak, di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, pada Rabu (14/1/2026) malam.
Laporan ini dilakukan oleh kakak dari salah satu siswa yang terlibat, yakni Muhammad Ardi. Dia mengaku sudah membuat laporan di polsek. Ardi mengatakan tidak terima adiknya dikejar oleh guru yang menenteng dua bilah sabit, seolah mau dibunuh.
“Saya yang enggak berkenan. Adik saya ini dikejar pakai dua sabit seolah-olah mau dibunuh. Ya kan? Sedangkan adik saya datang ke sini cuman pengin belajar menimba ilmu.Harapannya pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini,” katanya, Jumat (16/1/2026).
Namun, dirinya juga menegaskan, jika adiknya bersalah silakan untuk ditindak.
Sebelumnya upaya mediasi sudah dilakukan. Namun, Ardi menegaskan meski ada perdamaian tetapi proses hukum juga tetap berjalan.
Sementara itu, Agus Saputra yang merupakan guru yang dikeroyok oleh siswanya, ternyata juga membuat laporan ke Polda Jambi, pada Kamis (15/1/2026) malam. Laporan ini sendiri dilakukan oleh kakak kandung dari guru Agus Saputra, yakni Amat Nasir.
“Saya membuat laporan ini karena setelah video pengeroyokan itu viral, adik saya merasa dirugikan dari segi mental dan psikisnya terganggu, serta nama baiknya tercoreng,” kata Amat Nasir.
https://www.beritasatu.com/nusantara...g-lapor-polisi
Ketua OSIS SMKN 3 Jambi Minta Maaf, Sebut Guru Korban Sering Menindas

Ketua OSIS SMKN 3 Tanjab Timur minta maaf atas pengeroyokan guru, namun sebut adanya penindasan. (Beritasatu.com/Rudiansyah)
Jambi, Beritasatu.com – Kasus pengeroyokan guru di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, memasuki babak baru. Melalui sebuah video yang viral di media sosial pada Kamis (15/1/2026), ketua OSIS sekolah tersebut menyampaikan permintaan maaf terbuka sekaligus melontarkan tuduhan mengejutkan terhadap sang guru, Agus Saputra.
Dalam video tersebut, perwakilan siswa itu meminta maaf kepada instansi terkait dan publik atas tersebarnya video aksi kekerasan tersebut. Namun, ia berdalih bahwa aksi rekan-rekannya dipicu oleh perlakuan Agus Saputra yang dianggap sering menindas siswa di sekolah.
"Oknum tersebut sering menindas kami di SMKN 3 ini. Kami hanya ingin beliau dipindahkan ke tempat lain karena kami merasa tidak nyaman jika beliau masih mengajar di sini," ujar ketua OSIS dalam rekaman tersebut tanpa merinci bentuk penindasan yang dimaksud.
Bantahan Tegas Agus Saputra: Pakai Logika Saja
Menanggapi tuduhan tersebut, Agus Saputra angkat bicara dengan nada mempertanyakan logika di balik klaim para siswa. Ia menekankan bahwa dirinya telah mengabdi selama 15 tahun di sekolah tersebut, jauh lebih lama dibandingkan masa studi para siswa.
"Kalau ditindas, pikir logika saja. Saya sudah 15 tahun di sini, mereka baru bertemu saya tiga tahun. Jika benar ditindas selama ini, kenapa diam saja? Kenapa tidak lapor atau dijadikan berita sejak dulu?" tegas Agus.
Agus juga menantang pihak siswa untuk membuktikan penindasan seperti apa yang mereka alami. Menurutnya, klaim sepihak tersebut justru menimbulkan tanda tanya besar bagi publik dan perlu penyelidikan mendalam oleh pihak sekolah maupun kepolisian.
Dua Opsi: Petisi atau Ubah Perangai
Menariknya, Agus mengungkapkan bahwa dalam proses mediasi sebelumnya, ia sebenarnya telah memberikan dua pilihan kepada para siswa jika memang mereka merasa tidak cocok dengan gaya mengajarnya.
Membuat Petisi: Jika siswa benar-benar menolak dirinya mengajar Bahasa Inggris, Agus mempersilakan mereka membuat petisi resmi agar dirinya dipindahkan.
Memperbaiki Etika: Meminta siswa untuk mengubah perilaku agar menjadi lebih santun dan beradab dalam mengikuti proses belajar mengajar.
"Saya sampaikan kepada mereka, silakan buat petisi kalau tidak menginginkan saya lagi. Atau pilihan kedua, kalian ubah perangai menjadi lebih santun dan beradab," jelas Agus.
Perseteruan ini kini tengah dalam pengawasan ketat Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk memastikan apakah tuduhan penindasan tersebut berdasar atau sekadar pembelaan diri atas tindakan anarkis yang dilakukan siswa.
Pengeroyokan Guru JambiSMKN 3 Tanjung Jabung TimurAgus Saputra
https://www.beritasatu.com/nusantara...ering-menindas
Perlawanan kedua belah pihak
asurizal dan 2 lainnya memberi reputasi
3
577
15
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan