- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Kontak Tembak di Yuguru: TPNPB-OPM Klaim Tewaskan Satu Anggota TNI
TS
mabdulkarim
Kontak Tembak di Yuguru: TPNPB-OPM Klaim Tewaskan Satu Anggota TNI

09 Jan 2026, 01:36 WIB
Endy Langobelen
Pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma. (IDN Times/TPNPB-OPM)
Pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma. (Dok. TPNPB-OPM)
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Timika, IDN Times — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung jawab atas penembakan yang menewaskan seorang anggota militer Indonesia di Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Kamis (8/1/2026).
Klaim tersebut disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang disebarkan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.
Dalam pernyataannya, Sebbby menyebut aksi itu dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma yang dipimpin Mayor Yibet Gwijangge.
“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Komandan Batalyon Yuguru, Mayor Yibet Gwijangge dari markasnya di Nduga bahwa pada hari Kamis, 8 Januari 2025 sekitar jam 08.00 telah terjadi penyerangan dan penembakan yang dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma,” ujar Sebby.
“…mengakibatkan seorang aparat militer Indonesia tewas serta terjadi perampasan satu pucuk senjata laras panjang, lima magasin terisi peluru lengkap dan sebuah HT atau alat komunikasi satelit,” imbuhnya.
Dari laporan yang diterima, Sebby juga menyampaikan bahwa tidak ada korban dari pihak mereka dalam peristiwa itu.
Sementara itu, Komandan Batalyon Yuguru, Mayor Yibet, menuding adanya pelanggaran hukum humaniter internasional yang dilakukan oleh militer Indonesia.
"Presiden RI Prabowo Subianto dan militer Indonesia yang menamakan pos titik kuat Yuguru telah melanggar hukum Humaniter Internasional dan mereka telah melanggar hukum perang Konvensi Jenewa 1949 yang di mana hukum Humaniter Internasional melarang menembak rakyat sipil, dilarang membakar rumah sakit dan Gereja," tandasnya.
"Akan tetapi tentara Indonesia telah melanggar hukum Humaniter Internasional dengan menguasai tempat warga sipil di Yuguru dengan pos militer Indonesia lebih dari 6 pos di daerah Yuguru maka kami TPNPB batalyon Yuguru menembak dan merampas senjata dari pasukan Prabowo Subianto," lanjutnya.
Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, membenarkan adanya peristiwa kontak tembak di wilayah tersebut.
“Infonya ada (kejadian kontak tembak). TNI. Silakan konfirmasi langsung ke TNI,” kata Cahyo Sukarnito saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis malam.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI.
IDN Times telah berupaya mengonfirmasi kepada Kapendam XVII/Cenderawasih, Letnan Kolonel Inf Tri Purwanto, namun belum mendapatkan respons.
Sementara itu, di media sosial Facebook, sejumlah akun dan grup mengunggah ucapan duka atas gugurnya seorang prajurit TNI yang disebut berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan bertugas di Papua.
Unggahan-unggahan tersebut menampilkan foto wajah korban dengan keterangan seragam: “Salah satu anggota TNI yang berasal dari NTT gugur lagi saat bertugas di Papua.”
https://sulsel.idntimes.com/news/sul...0-hbn4g-mxzfzh
Tangis Keluarga Pecah di Rumah Duka Praka Satria Taopan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Rumah-Duka-Praka-Satria-Taopan-di-Oepura.jpg)
Tayang: Kamis, 8 Januari 2026 22:17 WITA
Editor: Oby Lewanmeru
zoom-inlihat fotoTangis Keluarga Pecah di Rumah Duka Praka Satria Taopan
POS-KUPANG.COM/ YUAN LULAN
TENDA DUKA - Suasana rumah duka Praka Satria Tino Taopanyang terletak di Jalan Salak RT 020 RW 008 Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Kamis (8/1/2026) malam.
A-
A+
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Suasana duka mendalam menyelimuti rumah keluarga almarhum Praka Satria Tino Taopan, prajurit TNI AD dari Satuan Tugas Pamtas Mobile Yonif 100/PS yang gugur saat menjalankan tugas.
Rumah duka yang terletak di Jalan Salak, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, dipenuhi isak tangis dan doa keluarga sejak kabar duka diterima, Kamis (8/1/2026).
Pantauan Reporter POS-KUPANG.COM di lokasi, suasana haru terasa begitu kental. Dari dalam rumah duka terdengar tangisan keluarga yang tak henti-hentinya, menandai duka mendalam atas kepergian almarhum.
[b]Meski jenazah Praka Satria Taopan belum tiba, rumah duka telah dipadati keluarga besar, kerabat, serta rekan-rekan almarhum yang datang silih berganti untuk menyampaikan belasungkawa.[/]
Di halaman rumah, tenda duka telah didirikan oleh pihak keluarga. Kursi-kursi berjejer rapi, dipenuhi para pelayat yang duduk dalam keheningan.
Sebagian tampak saling menguatkan, sementara lainnya larut dalam doa. Beberapa anggota keluarga terlihat terduduk lemas, sesekali menitikkan air mata saat mengenang sosok almarhum.
Kepergian Praka Satria Taopan meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang mengenal almarhum sejak kecil.
Hingga Kamis malam, pihak keluarga masih menanti kedatangan jenazah.
Sementara itu, waktu dan tempat pemakaman almarhum masih dalam tahap koordinasi antara pihak keluarga dan Kodim 1604/Kupang.
Gugurnya Praka Satria Tino Taopan menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan prajurit TNI dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan kedaulatan negara.
Di rumah duka yang dipenuhi tangis dan doa, keluarga berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. (uan)
https://kupang.tribunnews.com/provin...satria-taopan.
prajurit TNI Kembali gugur
0
130
3
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan