- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Rupiah Jadi Satu dari Sedikit Mata Uang Asia yang Merah Hari Ini
TS
jaguarxj220
Rupiah Jadi Satu dari Sedikit Mata Uang Asia yang Merah Hari Ini
Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan spot, Selasa (6/1/2026).
Rupiah ditutup terdepresiasi 0,06% ke Rp16.750/US$, di tengah pergerakan hijau mata uang Asia lainnya sore ini.
Meski terjadi ketegangan geopolitik antara Venezuela dan AS menambah lapisan ketidakpastian baru bagi pasar negara berkembang, mayoritas mata uang Asia bergerak positif.
Ringgit Malaysia memimpin penguatan nilai tukar sebesar 0,62%, disusul baht Thailand 0,47%, lalu dolar Singapura 0,24%, renminbi China 0,11%, rupee India 0,11% dan dolar Taiwan 0,07%.

Rupiah ditutup terdepresiasi 0,06% ke Rp16.750/US$, di tengah pergerakan hijau mata uang Asia lainnya sore ini.
Meski terjadi ketegangan geopolitik antara Venezuela dan AS menambah lapisan ketidakpastian baru bagi pasar negara berkembang, mayoritas mata uang Asia bergerak positif.
Ringgit Malaysia memimpin penguatan nilai tukar sebesar 0,62%, disusul baht Thailand 0,47%, lalu dolar Singapura 0,24%, renminbi China 0,11%, rupee India 0,11% dan dolar Taiwan 0,07%.

Nilai tukar mata uang pasar Asia terhadap dolar AS, Selasa (6/1/2026). (Sumber: Bloomberg).
Di tengah penguatan beberapa mata uang Asia, Indonesia jadi salah satu mata uang yang mencatatkan penurunan kinerja pada perdagangan spot hari ini. Selain rupiah, di zona merah ada won Korea Selatan yang melemah 0,07%, peso Filipina 0,15%, dan dolar Hong Kong melemah tipis 0,01%.
Tekanan eksternal yang membebani rupiah hari ini diperkuat dengan rilisnya angka-angka ekonomi yang baru diungkap oleh Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.
Indikator makro Indonesia bergerak dalam fase moderasi yang relatif masih rapuh. Realiasi ekspor tercatat -6,60%, lebih rendah dari ekspektasi pasar -1,85%. Begitu juga dengan realisasi impor 0,46% lebih rendah dari ekspektasi 3,61%.
Di sisi lain melonjaknya data inflasi menjadi 2,92%, menambah tekanan bagi rupiah. Meski laju inflasi ini masih dianggap berada dalam rentang target Bank Indonesia 1,5-3,5%, tetapi kondisi geopolitik yang masih bergejolak membuat ruang pelonggaran suku bunga acuan semakin terbatas.
Apalagi, pada kuartal pertama tahun ini, faktor musiman akan menyambut pasar dan dapat mengerek laju inflasi lebih lanjut.
Indikator makro Indonesia bergerak dalam fase moderasi yang relatif masih rapuh. Realiasi ekspor tercatat -6,60%, lebih rendah dari ekspektasi pasar -1,85%. Begitu juga dengan realisasi impor 0,46% lebih rendah dari ekspektasi 3,61%.
Di sisi lain melonjaknya data inflasi menjadi 2,92%, menambah tekanan bagi rupiah. Meski laju inflasi ini masih dianggap berada dalam rentang target Bank Indonesia 1,5-3,5%, tetapi kondisi geopolitik yang masih bergejolak membuat ruang pelonggaran suku bunga acuan semakin terbatas.
Apalagi, pada kuartal pertama tahun ini, faktor musiman akan menyambut pasar dan dapat mengerek laju inflasi lebih lanjut.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/95448/rupiah-jadi-satu-dari-sedikit-mata-uang-asia-yang-merah-hari-ini/
Rupiah emang suka yg merah2... Duit paling gede-nya 100rb aja merah.
Darah itu merah Jenderal... 

ojol.jaya dan soelojo4503 memberi reputasi
2
443
17
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan