- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Buaya Serang Ayah dan Anak di Aceh Timur Saat Seberangi Sungai dengan Sampan
TS
mabdulkarim
Buaya Serang Ayah dan Anak di Aceh Timur Saat Seberangi Sungai dengan Sampan
Buaya Serang Ayah dan Anak di Aceh Timur Saat Seberangi Sungai dengan Sampan, Seorang Diterkam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/buaya-ipokl.jpg)
Tayang: Minggu, 4 Januari 2026 21:12 WIB
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Saifullah
angkapan Layar YouTube ABC News
PETANI DITERKAM BUAYA - Seorang petani bernama Hasan (50), hilang diterkam buaya saat pulang meladang bersama anak dan keponakannya menggunakan sampan pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
A-
A+
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Seorang petani bernama Hasan (50), hilang diterkam buaya saat pulang meladang pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Informasi didapatkan Serambinews.com pada Minggu (4/1/2026), Hasan yang merupakan warga Dusun Dataran Indah, Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, saat kejadian sedang menyeberangi sungai bersama dengan anak dan keponakannya.
Kapolsek Serbajadi, AKP Sudirman menjelaskan, bahwa Hasan bersama anaknya yaitu Ali (25), dan keponakannya Aji (26), kala itu sedang dalam perjalanan pulang dari ladang dengan menggunakan sampan.
Tiba di kawasan Lubuk Kanis yang merupakan aliran Sungai Peunaron, tiba-tiba seekor buaya mundur dengan cepat dari arah samping sampan dan langsung menerkam Hasan.
Serangan mendadak predator tersebut membuat sampan atau perahu yang mereka tumpangi terbalik.
Sontak, ketiga penumpang sampan tersebut jatuh ke dalam sungai.
"Anak dan keponakan korban berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke pinggir sungai,” terang Kapolsek.
“Namun, korban langsung diseret ke dalam air oleh predator tersebut, dan tidak terlihat lagi sejak saat itu," papar Sudirman.
Personel Polsek Serbajadi yang mendapat laporan itu, langsung turun bersama Koramil Peunaron ke kokasi.
Tim gabungan kemudian melakukan pencarian hingga Sabtu malam, namun keberadaan korban masih belum ditemukan.
Proses pencarian bahkan diperluas dengan menyisir aliran Sungai Peunaron.
Tapi hingga pukul 20.00 WIB, belum ada tanda-tanda keberadaan korban.
Akhirnya, proses pencarian dihentikan sementara akibat tidak adanya lampu penerangan yang mencukupi serta cuaca yang ekstrem.
"Upaya pencarian hingga Sabtu malam, kita hentikan karena ada beberapa kendala,” beber Kapolsek.
“Debit air yang masih tinggi di sungai membuat petugas susah dalam melakukan penyisiran,” urai dia.
“Keterbatasan sarana pencarian di malam hari, hingga diduga kuat korban telah dibawa jauh oleh buaya dari titik awal serangan," jelasnya.
Meskipun begitu, Polsek Serbajadi sudah melakukan koordinasi intensif dengan pihak BKSDA dan Tim SAR Kabupaten Aceh Timur untuk bantuan personel dan peralatan memadai agar bisa melanjutkan pencarian.
Hingga berita ini ditayangkan, tim gabungan masih bersiaga dan kembali melanjutkan pencarian.(*)
https://aceh.tribunnews.com/nanggroe...rkam?page=all.
Ngeri...
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/buaya-ipokl.jpg)
Tayang: Minggu, 4 Januari 2026 21:12 WIB
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Saifullah
angkapan Layar YouTube ABC News
PETANI DITERKAM BUAYA - Seorang petani bernama Hasan (50), hilang diterkam buaya saat pulang meladang bersama anak dan keponakannya menggunakan sampan pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
A-
A+
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Seorang petani bernama Hasan (50), hilang diterkam buaya saat pulang meladang pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Informasi didapatkan Serambinews.com pada Minggu (4/1/2026), Hasan yang merupakan warga Dusun Dataran Indah, Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, saat kejadian sedang menyeberangi sungai bersama dengan anak dan keponakannya.
Kapolsek Serbajadi, AKP Sudirman menjelaskan, bahwa Hasan bersama anaknya yaitu Ali (25), dan keponakannya Aji (26), kala itu sedang dalam perjalanan pulang dari ladang dengan menggunakan sampan.
Tiba di kawasan Lubuk Kanis yang merupakan aliran Sungai Peunaron, tiba-tiba seekor buaya mundur dengan cepat dari arah samping sampan dan langsung menerkam Hasan.
Serangan mendadak predator tersebut membuat sampan atau perahu yang mereka tumpangi terbalik.
Sontak, ketiga penumpang sampan tersebut jatuh ke dalam sungai.
"Anak dan keponakan korban berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke pinggir sungai,” terang Kapolsek.
“Namun, korban langsung diseret ke dalam air oleh predator tersebut, dan tidak terlihat lagi sejak saat itu," papar Sudirman.
Personel Polsek Serbajadi yang mendapat laporan itu, langsung turun bersama Koramil Peunaron ke kokasi.
Tim gabungan kemudian melakukan pencarian hingga Sabtu malam, namun keberadaan korban masih belum ditemukan.
Proses pencarian bahkan diperluas dengan menyisir aliran Sungai Peunaron.
Tapi hingga pukul 20.00 WIB, belum ada tanda-tanda keberadaan korban.
Akhirnya, proses pencarian dihentikan sementara akibat tidak adanya lampu penerangan yang mencukupi serta cuaca yang ekstrem.
"Upaya pencarian hingga Sabtu malam, kita hentikan karena ada beberapa kendala,” beber Kapolsek.
“Debit air yang masih tinggi di sungai membuat petugas susah dalam melakukan penyisiran,” urai dia.
“Keterbatasan sarana pencarian di malam hari, hingga diduga kuat korban telah dibawa jauh oleh buaya dari titik awal serangan," jelasnya.
Meskipun begitu, Polsek Serbajadi sudah melakukan koordinasi intensif dengan pihak BKSDA dan Tim SAR Kabupaten Aceh Timur untuk bantuan personel dan peralatan memadai agar bisa melanjutkan pencarian.
Hingga berita ini ditayangkan, tim gabungan masih bersiaga dan kembali melanjutkan pencarian.(*)
https://aceh.tribunnews.com/nanggroe...rkam?page=all.
Ngeri...
itkgid dan ojol.jaya memberi reputasi
2
267
2
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan