Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Tanggapi Kritik Penanganan Bencana Sumatra, Prabowo: Kita Terima Walau Itu Fitnah
Tanggapi Kritik terhadap Penanganan Bencana Sumatra, Prabowo: Kita Terima Walau Itu Fitnah
Tanggapi Kritik Penanganan Bencana Sumatra, Prabowo: Kita Terima Walau Itu Fitnah
Tayang: Kamis, 1 Januari 2026 15:50 WIB
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Bobby Wiratama
zoom-inlihat fotoTanggapi Kritik terhadap Penanganan Bencana Sumatra, Prabowo: Kita Terima Walau Itu Fitnah
Tangkap layar YouTube/Sekretariat Presiden
KRITIK PENANGANAN BENCANA - Dalam foto: Presiden RI Prabowo Subianto saat meninjau rumah hunian sementara (huntara) korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1/2026). Presiden RI Prabowo Subianto menanggapi sejumlah kritik yang ditujukan kepada pemerintah mengenai penanganan bencana di Sumatera.
A-
A+

TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto menanggapi sejumlah kritik yang ditujukan kepada pemerintah mengenai penanganan bencana di Sumatera.

Menurutnya, seorang pemimpin harus siap menerima kritik sebagai koreksi.

Mantan Menteri Pertahanan RI itu juga menyebut, sebagai pemimpin dirinya siap difitnah.

Namun, ia menyampaikan bahwa dirinya dan jajaran pemerintah tidak boleh terpengaruh dengan berbagai hujatan yang diterimanya.

“Salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah harus siap untuk dihujat, siap untuk difitnah. Tapi kita tidak boleh terpengaruh dan tidak boleh patah semangat,” kata Prabowo saat meninjau rumah hunian sementara (huntara) korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1/2026).

“Semua itu kita terima sebagai koreksi. Tidak apa-apa, walaupun itu fitnah. Kalau kita tahu, di hati kita, bahwa itu tidak benar, hal tersebut menjadi kewaspadaan bagi kita."

Penanganan bencana di Sumatra sempat menuai kritik dari sejumlah pihak, mulai dari lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi lingkungan, hingga aktivis.

Beberapa hal yang menjadi sorotan adalah:

Respons awal yang terkesan lambat, dengan banyak wilayah terisolasi berhari-hari tanpa bantuan memadai. Sehingga masyarakat harus berjuang mandiri, terlebih karena infrastruktur rusak sehingga distribusi bantuan logistik terhambat.

Penolakan status bencana nasional juga menuai kritikan tajam, sebab jumlah korban jiwa yang menembus lebih dari 1.000 orang dan masifnya kerusakan infrastruktur. Sejumlah pihak yang mendesak penetapan status bencana nasional di antaranya adalah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), anggota DPR RI Dede Yusuf, serta Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI). Terkait desakan ini, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengklaim, penanganan bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak awal telah dilakukan dengan skala nasional dalam konferensi pers di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Alam, Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025) lalu.

Keputusan pemerintah menolak bantuan asing juga dikritik karena dinilai bisa menghambat pemulihan dan penanganan pasca-bencana di Sumatra, terutama untuk wilayah yang terisolasi.

Pemerintah juga dikritik karena dinilai kurang fokus pada akar masalah dari banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra, di mana bencana tersebut bukan sekadar bencana alam, melainkan juga bencana ekologis akibat kerusakan lingkungan, buntut dari deforestasi masif (lebih dari 1,4 juta hektar hutan hilang di tiga provinsi ini sejak 2016-2024 karena tambang, sawit, dan HTI, sebagaimana data dari WALHI).
Pemerintah mendapat kritik karena dinilai gagal menegakkan hukum lingkungan, evaluasi penggunaan lahan, dan pencegahan jangka panjang, sementara hanya berfokus pada respons darurat.

Dalam rilis resmi Selasa (30/12/2025), Pusat Riset Perubahan Iklim Aceh (PRPIA) Universitas Syiah Kuala menerangkan, banjir bandang dan tanah longsor Sumatra pada akhir November 2025 tersebut harus dibaca sebagai peringatan keras tentang meningkatnya risiko bencana di tengah kombinasi cuaca ekstrem dan penurunan daya dukung ekosistem.
Apresiasi Penanganan Bencana Sumatra

Sebelumnya, pada Rabu (31/12/2025) kemarin, Prabowo menyampaikan apresiasi atas penanganan bencana di wilayah Sumatra Utara, khususnya di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Ia menyatakan, sebagian besar wilayah terdampak bencana di Sumatra Utara sudah mengalami perbaikan.

Prabowo juga menyebut, tidak ada desa yang terisolasi di wilayah Tapanuli Selatan.

“Juga di seluruh Sumatra Utara sebagian besar sudah mengalami perbaikan. Tadi gubernur melaporkan mungkin dari awalnya sekian puluh desa sekarang mungkin tinggal lima desa yang masih terputus,” kata Prabowo dalam sambutannya kepada warga penyintas bencana.

Prabowo juga telah meninjau pembangunan infrastruktur darurat, termasuk jembatan, yang berhasil diselesaikan dalam waktu singkat.

Ia pun menyatakan capaian tersebut sebagai hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak baik dari TNI, Polri, kementerian/lembaga, dan masyarakat.

“Saya tadi periksa jembatan yang baru dibangun, juga dibangun dalam waktu yang cukup singkat. Biasanya jembatan seperti itu butuh waktu tiga minggu sampai satu bulan, ini berhasil dilaksanakan berapa hari? Sepuluh hari bisa dilaksanakan," ujar Prabowo.

"Terima kasih, ini adalah hasil kerja keras semua lembaga, TNI, Polri, Masyarakat, PU, BNPB, hampir semua lembaga K/L hadir di sini yang saya lihat."

Bakal Bangun Rumah Korban yang Rusak

Masih dalam kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk segera membangun kembali rumah-rumah warga yang rusak atau hilang.

Prabowo pun optimis, pemulihan pasca-bencana akan berjalan dengan baik.

“Kita sudah bertekad untuk segera membangun rumah-rumah, untuk mengganti rumah-rumah saudara yang hilang, yang rusak kita bantu. Ya saya melihat, saya cukup optimis kecepatan kita memulihkan keadaan cukup baik,” tutur Prabowo.

“Kita hadapi masa depan, kita hadapi tahun yang akan datang dengan penuh semangat dan optimisme. Kita makin kuat, negara kita akan makin kuat."

Lebih lanjut, Prabowo menyatakan bahwa pemerintah tak akan ragu menindak tegas pihak-pihak yang melanggar hukum.

“Yang tidak patuh kepada hukum dan undang-undang akan kita cabut izinnya semuanya," ucap Prabowo.

"Kita di tahun depan ini tidak akan ragu-ragu bertindak melindungi kepentingan bangsa, kepentingan negara dan terutama kepentingan rakyat kita."


https://www.tribunnews.com/nasional/...&s=paging_new.




YLBHI Sebut Teror Kepada Aktivis dan Influencer Merupakan Pembungkaman Terhadap Kritik
Tanggapi Kritik Penanganan Bencana Sumatra, Prabowo: Kita Terima Walau Itu Fitnah
Tayang: Kamis, 1 Januari 2026 15:56 WIB
Penulis: Ibriza Fasti Ifhami
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-inlihat fotoYLBHI Sebut Teror Kepada Aktivis dan Influencer Merupakan Pembungkaman Terhadap Kritik
Instagram/@dj_donny
TERIMA TEROR - Disjoki asal Aceh, DJ Donny, mendapat teror bangkai ayam dan bom molotov. Teror bom molotov didapatnya pada Rabu (31/12/2025) dini hari. Ketua Umum YLBHI Muhammar Isnur mengatakan, serangan atau intimidasi terhadap warga yang kritis dan pemengaruh di media sosial adalah sebuah serangan terhadap nilai demokrasi dan kemerdekaan menyampaikan pikiran dan pendapat yang dijamin oleh konstitusi dan regulasi
A-
A+

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyoroti aksi teror yang dialami sejumlah aktivis dan influencer, beberapa waktu terakhir.

Mereka yang mengalami teror di antaranya Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik, kreator konten Ramond Dony Adam alias DJ Donny, kreator konten Sherly Annavita, aktor Yama Carlos, dan aktivis sekaligus konten kreator Virdian Aurellio.

Ketua Umum YLBHI Muhammar Isnur mengatakan, serangan atau intimidasi terhadap warga yang kritis dan pemengaruh di media sosial adalah sebuah serangan terhadap nilai demokrasi dan kemerdekaan menyampaikan pikiran dan pendapat yang dijamin oleh konstitusi dan regulasi.

Isnur menilai, serangan ini menunjukkan dua kegagalan penyelenggara negara untuk menjaga dan melindungi warga negara.

Ia juga menyoroti sejumlah korban teror dan intimidasi merupakan individu yang lantang dalam menyampaikan kondisi, fakta dan pandangannya terkait dengan lambannya pemerintah dalam merespon dan menanggulangi bencana yang ada di Sumatera.

"Penyelenggara negara telah membiarkan serangan teror dan intimidasi terjadi tanpa ada respon dan sikap yang tegas untuk menghukum para pelaku teror dan intimidasi," kata Isnur, dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).

Selain itu, menurut Isnur, penyelenggara negara gagal untuk mendengarkan dan juga mengurai aspirasi kritis warga negara dan menormalisasi bentuk-bentuk tindakan yang mengabaikan suara publik dalam penanganan bencana dan sejumlah isu publik lainnya.

Padahal, kata Isnur, kepedulian dari warga yang kritis terhadap kondisi masyarakat terdampak bencana di Sumatera adalah sebuah ekspresi solidaritas dan tanggung jawab yang menunjukkan kecintaan dan keberpihakan mereka terhadap warga negara yang mengalami duka dan luka.

"Tindakan teror dan intimidasi kepada mereka yang kritis adalah sebuah pelecehan terhadap semangat gotong royong dan usaha untuk memulihkan situasi bencana dan juga membantu masyarakat yang sampai sekarang masih belum mendapatkan akses terhadap bantuan pasca bencana," pungkasnya.


Bangkai Ayam, Bom Molotov, Hingga Perusakan Kendaraan
Laman resmi Greenpeace Indonesia menyatakan Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik dikirimi bangkai ayam tanpa pembungkus pada Selasa (30/12/2025).

Di kaki ayam tersebut terikat plastik berisi kertas.

Kertas itu bertuliskan pesan “JAGALAH UCAPANMU APABILA ANDA INGIN MENJAGA KELUARGAMU, MULUTMU HARIMAUMU”.

Kreator konten Ramond Dony Adam alias DJ Donny mengatakan dua kali mendapatkan teror.

Pertama, ia mengaku mendapat kiriman paket potongan bangkai ayam beserta tulisan bernada intimidasi.

Kemudian, dua orang tak dikenal juga melempat bom molotov ke arah rumahnya pada Rabu (31/12/2025) dini hari.

Kreator konten Sherly Annavita juga mengunggah pengalaman teror yang dialaminya di akun Insragram pribadinya.


Ia mengaku kendaraannya dicorat-coret oleh orang tak dikenal sekira 2 hari lalu.

Selain itu, ia juga mengaku mendapat kiriman telur busuk dengan pesan agar tidak memanfaatkan bencana di Aceh.

Aktor Yama Carlos melalui akun Instagram pribadinya juga menyebut mengalami teror beberapa hari lalu.

Ia diminta oleh nomor tak dikenal untuk menghapus kontennya selama seminggu terakhir.

Dalam unggahannya, Yama menyebut istrinya juga mendapatkan teror berupa pesanan fiktif dengan metode Cash On Delivery (COD).

Yama menduga rangkaian teror itu karena dirinya membuat konten yang mengkritik pemerintah.

Aktivis sekaligus konten kreator Virdian Aurellio melalui akun Instagram resminya menyebut dirinya juga mengalami rangkaian teror.

Ia mengatakan kaca mobilnya dirusak oleh sekelompok orang tidak dikenal yang mengendarai tiga motor satu mobil pada Senin (22/12/2025) dini hari.

Selain itu, ia mengaku kediamannya di Jakarta didatangi oleh dua orang tidak dikenal yang menanyakan keberadannya ke petugas keamanan di kediamannya.


https://www.tribunnews.com/nasional/...&s=paging_new.


soal penanganan bencana


bingsunyataAvatar border
tf96065053Avatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 2 lainnya memberi reputasi
3
618
10
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan