Quote:
Konferensi Pers Bobibos. Istimewa
Bobibos Produksi Massal di Timor Leste, Siap Kembali ke RI Jika Diminta Negara
ADVERTISEMENT
Al Abrar ⢠26 December 2025 23:32
SHARE NOW
Jakarta: Bahan bakar nabati berbasis jerami, Bobibos, bersiap memasuki tahap produksi massal di Timor Leste. Meski demikian, Bobibos menegaskan tetap membuka peluang untuk kembali diproduksi secara besar-besaran di Indonesia apabila Presiden Prabowo Subianto atau pemerintah memberikan permintaan resmi yang disertai payung regulasi yang jelas.
Pembina Bobibos, Mulyadi, mengatakan kesiapan tersebut merupakan bentuk komitmen sebagai kader partai pemerintah sekaligus anggota DPR RI. Namun, ia menegaskan produksi massal di dalam negeri hanya dapat dilakukan jika jerami telah ditetapkan sebagai bahan baku bioenergi dalam kebijakan nasional.
āKalau negara meminta, pasti kami siap. Dengan potensi 11,3 juta hektare sawah, bahkan dengan asumsi produksi konservatif, Indonesia bisa menghasilkan sekitar 20 miliar liter per tahun. Itu sangat meringankan masyarakat,ā ujar Mulyadi dalam keterangannya, Jumat, 26 Desember 2025.
anggota DPR RI Komisi XI ini menjjelaakan, kebijakan transisi energi nasional baru mengatur bioenergi yang bersumber dari sawit, aren, dan tebu. Jerami belum masuk dalam regulasi tersebut. Kondisi ini membuat Bobibos memilih untuk tidak melakukan produksi dan distribusi massal di Indonesia, meskipun teknologi telah siap digunakan.
āKami kader partai pemerintah. Kami harus memberi contoh ketaatan pada regulasi. Tidak mungkin kami memproduksi dan mendistribusikan secara massal tanpa aturan uji ketahanan, sertifikasi, dan standar keselamatan,ā kata dia.
Di tengah keterbatasan regulasi dalam negeri, Timor Leste justru menjadi negara pertama yang secara konkret merealisasikan penggunaan Bobibos. Setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Bobibos bersama mitra setempat menyusun perjanjian kerja sama lanjutan yang mencakup rencana aksi, kerangka waktu, penanggung jawab, hingga kebutuhan produksi.
Pemerintah Timor Leste memberikan dukungan penuh berupa fasilitas pabrik serta lahan bahan baku seluas 25.000 hektare. Untuk tahap awal, sekitar 5.700 hektare telah disiapkan. Kapasitas produksi masih dalam pembahasan karena bergantung pada volume yang disepakati, ketersediaan bahan baku, serta pembangunan mesin produksi.
āTarget kami paling lambat Februari sudah produksi, tapi kami upayakan Januari sudah mulai. Produksi perdana akan diluncurkan langsung oleh pemerintah Timor Leste,ā ujar Mulyadi.
Ia menambahkan, pengembangan Bobibos di Timor Leste telah diketahui Presiden Prabowo Subianto melalui jalur komunikasi partai dan pemerintahan. Menurutnya, komunikasi dilakukan secara berjenjang dan sesuai dengan etika organisasi.
āDalam konteks partai, saya sudah melapor ke pembinaan partai, Dewan Pembina, dan unsur pimpinan lainnya. Dalam konteks legislasi, kami juga sudah menyampaikan ke pimpinan DPR, ketua dan wakil ketua komisi terkait, hingga kementerian teknis. Dengan begitu, saya yakin Pak Presiden mengetahui perkembangan ini,ā katanya.
Menanggapi polemik kerja sama Bobibos dengan proyek Lembur Pakuan yang sempat ramai di media sosial dan dikaitkan dengan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM), Mulyadi menegaskan bahwa dari sisi Bobibos seluruh kesiapan telah dipenuhi.
Ia menyebut Bobibos telah mengirimkan 42 toren. Keterlambatan realisasi di lapangan, menurutnya, terjadi karena kesiapan lokasi dari pihak mitra yang belum rampung.
āBukan kami yang tidak siap. Bahkan Pak Gubernur sudah mengklarifikasi bahwa tempatnya memang belum selesai dan ditargetkan siap Januari. Dari sisi kami, mesin dan bahan sudah siap,ā ujarnya.
Mulyadi juga mengungkapkan bahwa setelah Bobibos menjadi perhatian publik, pihaknya telah didatangi Kementerian ESDM dan Pertamina untuk menggelar rapat teknis membahas potensi pengembangan. Namun, keputusan negara terkait sumber bioenergi membuat Bobibos belum dapat masuk dalam skema transisi energi nasional.
Karena itu, Bobibos memilih melangkah melalui kerja sama business to business (B2B) di Timor Leste dengan sepengetahuan dan koordinasi internal partai serta pejabat terkait.
āIni bukan meninggalkan Indonesia. Ini solusi energi untuk dunia. Kalau suatu saat Indonesia mengundang kami kembali dengan regulasi yang jelas, kami akan pulang dengan senang hati,ā pungkasnya.
Capek sebenernya ane ngomong n mengungkapkan fakta ke netizen IQ 78 tapi selalu merasa seperti netizen dari negara Jerman

Tapi kembali tak bosan-bosannya ane bakal komen:
Jangan sampai orang-orang pintar kita diambil negara lain brain drain, jangan sampai tekhnologi asli anak bangsa malah dikuasai bangsa lain...sungguh mengenaskan kalau begituš
Ayo demi Indonesia
Orang Barat bisa karena berusaha n tanpa putus asa
Bohlam lampu pijar dibuat setelah 999 kegagalan
Dunia nggak percaya orang bisa ke bulan, AS bisa mewujudkannya
Semuanya hanya karena unsur kegigihan
Bobibos pun harus kita gigih perjuangkan!
Bersiap-siap menuju era: Lompatan Jauh ke Depan versi Demokrasi Pancasila
Awal mungkin Bobibos tidak sempurna, tapi tiap tahun akan selalu disempurnakan...jangan ngarep harga 4 ribu kualitas setara BBM fosil lah
Harga 15 ribu, kualitas setengah Pertamax ya wajar aja...kan masih baru
Penemuan mobil dulu juga masih mending pake pedati sapi
Tapi makin lama makin disemprulnakan jadi Lamborghini
Karya anak bangsa, harus kita support dengan sungguh-sungguh
Ini baru satu bidang
Harusnya sebagai sebuah negara, Indonesia harus swasembada semuanya
Bila perlu nggak perlu impor barang, tapi ekspor berbagai barang...yang impor ya yang nggak ada di Indonesia, sistemnya kayak Jerman era sebelum WW2
Setelah swasembada pangan dan energi, lanjut ke kayak semikonduktor, manufaktur, mesin, elektronik, kimia, farmasi, elektronik, produk plastik, industri makanan n minuman, alat transportasi dari mobil, motor, pesawat dengan suku cadangnya sampai sepeda ontel dengan suku cadangnya
Nah, itu semua butuh modal...seandainya Indonesia bisa memonopoli 80% kebutuhan minyak dunia dengan Bobibos
Gampang itu, mau rencanain apa saja...yang penting ada modal dari ekspor Bobibos ratusan juta barrel per tahun
Semua demi menuju Indonesia Emas 2045
Ya Allah tuntunlah bangsa Indonesia untuk bisa memproduksi BBM ramah lingkungan yang terbesar dan terbanyak di dunia
2026 = 10 juta barrel
2027 = 100 juta barrel
2028 = 200 juta barrel
2029 = 300 juta barrel
2030 = 500 juta barrel
Kami ingin minimal bisa memproduksi 300 juta barrel per tahun, untuk kebutuhan dalam negeri dan ekspor
Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045:
Makan Bergizi Gratis
Sekolah-kuliah gratis
BBM gratis
Tempat Minum gratis tiap jalan 10 km
Biaya kesehatan gratis
Listrik gratis
Internetan gratis
Transportasi umum gratis
BLT + modal UMKM 100 juta per orang
Perumahan gratis
Gaji pengangguran
Jaminan pensiun
Cuti berbayar
Insentif kelahiran bayi
Dll
Dilli jadi Dubai nangis lu pada...timles jadi UEA, mewekš