- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Emang Masih Zaman Melakukan Silent Treatment?
TS
riandyoga
Emang Masih Zaman Melakukan Silent Treatment?
Quote:
Hai GanSis semua, pernah dengar sama istilah silent treatment? Apakah ini sama dengan Silet Investigasi? Haha bukan ya
Ringkasnya, silent treatment ini tuh tindakan atau aksi diam yg dilakukan oleh seseorang dgn tujuan dan penyebab tertentu. Kayak istri/suami yg lagi marahan atau ngambek sama pasangannya. Alih-alih dikomunikasikan bareng², malah milih mendiamkan. Akibatnya suatu masalah yg sebenarnya bisa diselesaikan dengan ngobrol bareng, malah jadi ruwet.
Silent treatment ini bisa disebut juga sebagai hukuman bagi pasangannya. Sungguh menyakitkan memang didiamkan seperti itu, apalagi dari orang terdekat. Bisa disebut juga sebagai kekerasan verbal, meskipun tanpa kata-kata.
Sementara, POV dari orang yang melakukan silent treatment itu sendiri, berkeyakinan bahwa aksi diamnya ini merupakan langkah yang tepat. Sebab dengan diamnya, dianggap bisa meredam emosi dan menghindari keributan. Pembelaannya begitu.
Tapi apakah silent treatment ini bisa dibenarkan dan dinormalisasikan dalam peradaban kita sekarang? Wah wah wah… entahlah GanSis. Mungkin benar ada kalanya kita mesti diam dulu agar meredam emosi. Tapi itu ada rentang waktunya untuk kemudian bicara.
Satu hal yang ada dipikiranku, yakni “emang masih jaman silent treatment?”
Sebelumnya maaf nih bagi yang merasa tersinggung. Saya paham, ada kasus silent treatment itu karena trauma masa lalu. Akibat ucapannya tidak dianggap penting. Sehingga jadi malas buat bicara, karena merasa ucapannya percuma.
Saya menghargai sebab-sebab dari silent treatment ini. Tapi pernah gak sih kita mikir “kenapa ucapan atau pendapat kita gak dianggap oleh orang lain?”.
Bisa jadi memang pendapat kita yang salah, gak berbobot, salah cara penyampaiannya, salah tempat, salah waktu dan salah-salah lainnya.
Atau pendapat kita nih uda benar, namun kitanya yang kurang power. Tau kan maksudku apa.
Karena sebagus apapun perkataan atau pendapat kita, biasanya akan diremehkan karena latar belakang kita yang bukan siapa-siapa. Mungkin Dimata orang kita tuh hanya bisa ngomong tanpa realisasi. Lantas apakah kita jadi menyalahkan orang lain soal ini?
Gak gais, gak. Jangan buru-buru nyalahkan orang lain. Mungkin memang ada betulnya kalo orang yang gak punya power itu pendapatnya gak akan didengar.
Kesannya ini agak menyebalkan. Dunia memang tidak adil. Nyaris tidak ada ruang buat rasa sakit hati karena perbuatan orang lain. Langkah logisnya yakni kita sendiri yang harus upgrade diri.
Kita perbanyak ilmu, duit, koneksi dan pengaruh. Power kita meningkat. Dengan begitu orang-orang bakal dengerin kita.
Tapi kalau memang kamu memang maunya silent treatment aja. Maka jangan emosi kalo orang lain gak bisa memahami isi hatimu. Silahkan diam aja terus sampe kiamat.
Ketika kita gak bisa menjelaskan secara gamblang isi hati kita dengan baik. Maka jangan paksa orang lain untuk paham dengan sendirinya. Lantas apa solusinya? kita bisa mulai belajar cara komunikasi yang baik agar orang lain mengerti apa yang kita maksud. Itu tadi termasuk upgrade diri. Bukan malah menutup diri dengan silent treatment.
Menurut saya silent treatment ini tindakan yang gak dewasa. Mungkin kekanak-kanakan.
Diam itu emas. Tapi gak semua masalah selesai hanya dengan diam. Silent treatment bukan solusi yang bagus.
Tidak semua orang layak dihukum dengan silent treatment.
Jika memang orang tersebut tidak bisa diajak bicara baik-baik. Maka silahkan saja diamkan dia. Bila perlu cut off.
Namun jika orang tersebut masih bisa diajak bicara. Maka salah langkah bila mendiamkannya.
Analoginya itu seperti 2 sepeda motor, yang satu mogok karena minta ganti busi.
Sementara sepeda motor lainnya tidak bisa jalan karena uda jim, hampir seluruh sparepart rusak parah. Diperbaiki juga seperti beli baru lagi.
Kedua motor tersebut sama² mogok, tapi yang satu masih bisa diperbaiki dan satunya tidak tertolong lagi.
Namun kamu sebagai pemilik sepeda motor tersebut terbawa emosi karena motormu mogok, memilih membuangnya kedua motormu ke jurang.
Rugi banget kan…
Maka itu bagiku silent treatment itu praktek yang sudah kuno. Ditengah tantangan zaman yang semakin sulit sekarang ini. Orang lain juga akan muak menghadapi hal menye-menye yang begitu. Waktu dan emosi terbuang percuma. Lama-lama mereka juga akan pergi dan gak pedulikanmu lagi.
Udalah kita realistis saja. Gak usah terlalu sensitif. Jagalah hubungan baik dengan sebanyak mungkin orang. Terserah bila orang gak suka denganmu. Yang penting kamu sudah baik. Karena kita tidak tahu dari mana saja kebahagiaan dan rejeki kita mengalir. Kita manfaatkan saja peluang yang ada.
Diubah oleh riandyoga 23-12-2025 20:30
0
98
2
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan
