- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Diminta KDM, Bos Bobibos Lembur Bangun Mesin Portabel, Bisa Olah Bobibos Langsung di
TS
aleksandronesta
Diminta KDM, Bos Bobibos Lembur Bangun Mesin Portabel, Bisa Olah Bobibos Langsung di
Quote:
Diminta KDM, Bos Bobibos Lembur Bangun Mesin Portabel, Bisa Olah Bobibos Langsung di Desa
Tayang: Selasa, 25 November 2025 19:34 WIB

Baca tanpa iklan
Editor: Dwi Rizki
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Video Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ketika kembali ke Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat pada Senin (24/11/2025) viral di media sosial.
Dalam video yang diunggahnya lewat media sosial pribadinya, Dedi Mulyadi meminta pihak Bobibos untuk kembali datang dan mengolah jerami untuk menjadi bahan bakar.
"Ini hamparan padi yang sebagian sudah mulai dipanen dan besok seluruhnya segera dipanen," ungkap Dedi Mulyadi menujukkan tumpukan jerami dan hamparan sawah yang siap dipanen.
"Dan karena ini seluruhnya sudah segera dipanen, jeraminya akan segera bisa dimanfaatkan," tambahnya.
Oleh karena itu, Dedi Mulyadi mengajak pihak Bobibos untuk bisa datang kembali ke Lembur Pakuan.
Sehingga jerami-jerami sisa panen padi pada akhir tahun ini bisa diolah dan dimanfaatkan menjadi bahan bakar ramah lingkungan.
"Untuk itu saya nunggu kehadiran teman-teman Bobibos untuk datang ke Lembur Pakuan, karena jerami-jeraminya sudah siap untuk diolah," ungkap Dedi Mulyadi.
"Dan kami menunggu nanti hasilnya. Semoga bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Seluruh gagasan-gagasan yang disampaikan bisa direalisasikan," tambahnya.
Permintaan pria yang akrab disapa KDM itu pun ditanggapi langsung oleh Founder Bobibos, M Ikhlas Thamrin.
Lewat akun instagram resmi Bobibos @bobibos_ pada Senin (24/11/2025), Thamrin menyampaikan siap datang mengolah jerami menjadi bahan bakar.
Terkait hal tersebut, pihaknya kini tengah mempersiapkan mesin pengolahan bahan bakar tersebut.
"Assalamualaikum, Kang KDM. Terima kasih. Luar biasa, insya Allah. Kami setelah MOU di Lembur Pakuan kemarin, kami langsung lembur, Kang KDM, untuk langsung bikin mesin, mesin produksinya. Kita langsung lembur, bikin mesin produksinya," ungkap Thamrin.
"Dan insya Allah nanti seluruh mesin ini kita akan simpan di dalam truk Fuso. Kita simpan di dalam truk. Sehingga nanti insya Allah nanti kami dari sini akan kirim langsung ke Lembur Pakuan setelah jadi," bebernya.
Mesin pengolah jerami menjadi Bobibos itu katanya dibuat portabel yang ditempatkan di dalam truk berukuran besar.
Sehingga, jerami sisa panen padi tersebut nantinya akan diolah langsung di Lembur Pakuan.
"Dan kami sudah setiap hari lembur untuk bikin produksi mesinnya, Kang KDM.
Sekali lagi, mesin Bobibos ini kita angkut semua di dalam truk. Nanti di dalam truk itulah sebagai mesinnya," beber Thamrin.
"Sehingga, truk ini nanti datang, jerami masuk ke dalam truk dan semuanya diolah di dalam truk tersebut. Karena di dalam truk tersebut sudah kami install seluruh mesinnya," bebernya.
Thamrim meyakinkan, pihaknya kini tengah bekerja keras untuk menginstall seluruh mesin ke dalam truk tersebut.
Nantinya, mesin portabel itu dapat mengolah limbah jerami menjadi bensin atau solar Bobibos.
"Jadi insya Allah, Kang KDM di dalam mesin itulah yang akan memproduksi Bobibos, baik itu nanti bensin maupun solar. Sehingga nanti bisa dilihat jerami masuk ke dalam truk, diolah dalam mesinnya, nanti outputnya kita simpan di dalam tangki yaitu Bobibos bensin-bensin maupun solar," jelasnya.
Melengkapi postingannya, dalam kolom keterangan admin @bobibos_ menjelaskan persiapan terus berjalan.
Bobibos kini menyiapkan mesin produksi khusus yang dipasang di atas truk, sehingga seluruh proses pengolahan jerami bisa dilakukan langsung di lokasi.
Tidak perlu menunggu bahan baku dikirim jauh, mesinnya yang datang ke desa.
"Dengan desain portable ini, unit produksi Bobibos dapat bergerak dari desa ke desa, dari lahan ke lahan, mengikuti titik-titik jerami yang siap diproses. Lebih cepat, lebih efisien, dan tentu lebih dekat dengan para petani," tulis admin @bobibos_.
Inilah langkah penting menuju energi masa depan Indonesia. Energi yang fleksibel, berbasis biomassa, dan dikembangkan oleh anak bangsa," jelasnya.
Dedi Mulyadi Kembali ke Lembur Pakuan
Diberitakan sebelumnya, dua pekan usai menyatakan siap menjadi pemodal Bobibos, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali ke lahan Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat pada Senin (24/11/2025).
Dalam video yang diunggahnya lewat media sosial pribadinya, Dedi Mulyadi terlihat melintasi area persawahan.Diberitakan sebelumnya, dua pekan usai menyatakan siap menjadi pemodal Bobibos, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali ke lahan Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat pada Senin (24/11/2025).
Dalam video yang diunggahnya lewat media sosial pribadinya, Dedi Mulyadi terlihat melintasi area persawahan.
Di lokasi ini, dua pekan sebelumnya, tepatnya Selasa (11/11/2025), dirinya bersama Founder Bobibos, M Ikhlas Thamrin melakukan uji coba Bobibos.
Ketika itu, Bobibos yang merupakan bahan bakar hasil inovasi dari PT Inti Sinergi Formula itu diuji coba pada sebuah traktor.
Hasilnya, bahan bakar yang berasal dari pengolahan jerami itu berhasil menyalakan Mereka pun menyambut gembira keberhasilan tersebut.
Dalam video yang direkamnya, Dedi Mulyadi yang mengendarai mobil mengajak pihak bobibos untuk hadir kembali bertemu dengannya.
Dirinya menunjukkan areal persawahan yang sebelumnya ditujukan untuk pengembangan Bobibos.
Berbeda dengan lahan yang sebelumnya terisi penuh dengan padi yang telah menguning, di lokasi ini padi telah dipanen.
Lahan-lahan sawah kering hanya menyisakan tumpukan jerami yang sudah mulai kecoklatan di sejumlah sisi areal persawahan.
"Ini hamparan padi yang sebagian sudah mulai dipanen dan besok seluruhnya segera dipanen," ungkap Dedi Mulyadi menujukkan tumpukan jerami dan hamparan sawah yang siap dipanen.
"Dan karena ini seluruhnya sudah segera dipanen, jeraminya akan segera bisa dimanfaatkan," tambahnya.
Oleh karena itu, Dedi Mulyadi mengajak pihak Bobibos untuk bisa datang kembali ke Lembur Pakuan.
Sehingga jerami-jerami sisa panen padi pada akhir tahun ini bisa diolah dan dimanfaatkan menjadi bahan bakar ramah lingkungan.
"Untuk itu saya nunggu kehadiran teman-teman Bobibos untuk datang ke Lembur Pakuan, karena jerami-jeraminya sudah siap untuk diolah," ungkap Dedi Mulyadi.
"Dan kami menunggu nanti hasilnya. Semoga bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Seluruh gagasan-gagasan yang disampaikan bisa direalisasikan," tambahnya.
Dedi Mulyadi pun menegaskan akan mendukung seluruh pihak yang memiliki inovasi dan teknologi.
Terlebih mengubah jerami yang semula dianggap limbah dapat diolah menjadi bahan bakar.
"Dan saya akan support siapapun yang memiliki keinginan untuk memajukan teknologi yang ada di Indonesia, teknologi yang ada di Jawa Barat," ungkap Dedi Mulyadi.
"Apalagi hari ini bisa hanya memiliki sebuah arah untuk merubah jerami menjadi bahan bakar, Saya tunggu, semoga semua mimpinya bisa terrealisasi. Salam untuk semuanya," ujarnya di akhir video.
Postingan Dedi Mulyadi mendapat beragam sambutan dari masyarakat.
Beragam pendapat dituliskan dalam kolom komentar postingannya.
@OJOL Story: PERTALITE TURUN HARGA 5000 SAYA YAKIN PEREKONOMIAN TUMBUH, KUNCI NYA DI BBM
@Mulyati Midi: Alhamdulillah..kami para petani sudah merasakan nikmat nya..pak, drg harga gabah yg setandar, harga pupuk yg terjangkau.. setidaknya nya jerih payah kami..di hargai tidak sia" keringat kami yg bercucuran..panas matahari membakar kulit kami.. Alhamdulillah kami ucapkan Terimakasih pada pak Dedi Mulyadi yg telah menjunjung kami para petani..Sehat selalu bt pak Dedi sekeluarga dan juga mereka para pemimpin yang Amanah
@Pusat Cetak Indonesia: Semoga keraguan saya terhadap Bobibos hilang, karena 1 hektar sawah bisa menghasilkan 3000 liter Bahan Bakar, harga bisa Rp. 4000 per liter. Tapi yang pasti Bobibos tetaplah sebuah "BIOETANOL"
@ceritananti: Jerami yang dulu dianggap limbah kini jadi energi hijau terbarukan. Inovasi begini yang bikin desa berdaya, ekonomi naik, dan lingkungan tetap lestari. Namun perlu dicermati, pemanfaatan jerami sebagai energi bisa memicu kenaikan harga jerami untuk pakan ternak. Jika tidak diatur dengan baik, peternak kecil bisa terdampak.
Solusinya perlu kebijakan harga dan distribusi agar manfaat energi terbarukan tetap seimbang dengan kebutuhan pakan. Terimakasih bapak gubenur
@AL Fian Addillaa: Mantap.. Semoga Bahan bakar nya bisa Di kelola dan di Kembangkan Untuk Mobilitas Dan oprasional kendaraan Dinas Jabar
@Ali Petani Kota: Saya tertarik jika bobibos bisa melakukan efektifitas proses dekomposisi lignin kemudian sakarifikasi dan likuifaksi serta fermentasi - distilasi - pemurnian sehingga mendapatkan harga yg sangat efisien. Kemudian tehnik itu secara ril bisa utk produksi… Lihat selengkapnya
@Roh Hadi: Keren pa Dedi saya warga Jawa barat mendukung penuh kebijakan BPK yg akan memproduksi bobibos untuk kepentingan warga Jawa barat hususnya, umumnya untuk warga Indonesia keren lanjutkan
@Mardianto Imanuel: Puji Tuhan, masih ada pemimpin seperti kang Dedi ini.
Semangat terus bang, jangan goyah dengan pendirianmu.Bangsa ini hanya akan bertumbuh di tangan orang sepertimu..… Lihat selengkapnya
@Budi Satria: Inovasi anak bangsa tidak kalah dengan luar negeri,semoga Bpk Gubernur Dedi Mulyadi mendampingi terus karya anak bangsa
@Nanang Garut: Alhamdulillah, Bapa solusi sangat mendukung terhadap inovasi energi terbaru kan yang ramah lingkungan, semoga BOBIBOS bisa bersinergi dg kepercayaan Bapa Solusi.
Dedi Mulyadi Modali Bobibos
Dalam postingan sebelumnya, dukung pengembangan Bobibos, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melakukan uji coba di Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat pada Selasa (11/11/2025).
Proses uji coba dilakukan bersama Founder BOBIBOS, M. Ikhlas Thamrin dengan menggunakan mesin traktor.
Bahan bakar hasil inovasi dari PT Inti Sinergi Formula itu dimasukkan ke dalam tangki traktor.
Menggantikan solar, bahan bakar yang berasal dari pengolahan jerami itu rupanya berhasil menyalakan traktor.
"Ini kita lagi uji coba nih (Bobibos) di Lembur Pakuan pakai mesin traktor, yaitu uji coba bahan bakar yang berasal dari jarami (jerami), bahan bakarnya," ungkap Dedi Mulyadi menunjukkan traktor yang tengah hidup.
"Jadi bahan bakar dari jarami sekarang akan di uji coba ke mesin diesel, traktor.
Kepada Thamrin, Dedi Mulyadi menegaskan, bahan bakar Bobibos nantinya bisa mengolah jerami sisa hasil panen di Lembur Pakuan, maupun wilayah pertanian lainya di Jawa Barat.
Jerami dari batang padi itu bisa diambil untuk mengembangkan Bobibos ke depannya.
"Nanti jarami yang ada di sawah daerah Lembur Pakuan ini bisa diproses jadi bahan bakar diesel 2 tak dan 4 tak," ungkap Dedi Mulyadi.
"Untuk itu saya ucapkan terima kasih ya, nanti saya akan mempelopori lembaga usaha yang berjalan pertama, di Lembur Pakuan MOU," ungkap pria yang akrab disapa KDM itu.
"Alhamdulillah," balas Thamrin.
Dijelaskan Dedi Mulyadi, sawah-sawah di Lembur Pakuan akan panen sebentar lagi.
Sisa hasil jeraminya bisa langsung dibawa untuk diolah menjadi bahan bakar Bobibos.
"Dua minggu panen, kita langsung bekerjasama, langsung dibuat jadi bahan bakar. Kurang lebih dua minggu lagi nanti bahan bakar akan diproduksi masal di Lembur Pakuan. Bismillah," ungkap Dedi Mulyadi.
"Siap," balas Thamrin sembari tersenyum.
"Jangan usah dulu pakai lembaga pemerintah, lama. Pakai lembaga KDM aja," balas Dedi Mulyadi menegaskan permodalan akan ditanggung olehnya.
Dikutip dari situs resmi Bapenda Jawa Barat, sebuah terobosan signifikan di bidang energi terbarukan telah diuji coba di Lembur Pakuan, Subang.
Hal ini menunjukkan limbah pertanian, khususnya jerami, memiliki potensi besar sebagai sumber energi alternatif.
Inovasi yang diberi nama Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos) itu adalah Bahan Bakar Nabati (BBN) yang memanfaatkan jerami, limbah pertanian yang selama ini sering kali hanya dibakar pasca-panen.
Konsep ini bertujuan agar petani 'tersenyum dua kali', saat hasil panen melimpah, dan saat limbahnya jerami dikonversi menjadi uang.
Kang Dedi Mulyadi berkesempatan melakukan uji coba Bobibos telah dilakukan secara langsung di Lembur Pakuan menggunakan mesin traktor diesel.
Hasil pengujian menunjukkan kinerja mesin yang optimal, tarikan ringan, dan kualitas asap buangan yang lebih baik.
Uji laboratorium resmi oleh Lemigas juga mengonfirmasi kualitasnya dengan angka oktan mencapai 98,1.
Inovasi ini membuka peluang ekonomi yang masif di daerah pertanian.
Dengan rasio konversi mencapai 3.000 liter Bobibos per hektar sawah, Lembur Pakuan yang memiliki potensi hingga 1.000 hektar dapat menghasilkan jutaan liter bahan bakar.
Untuk merealisasikannya, telah disepakati kerja sama yang fokus pada eksekusi cepat, memanfaatkan fasilitas dan lahan yang tersedia untuk menghindari kerumitan birokrasi pemerintahan.
Produksi massal direncanakan akan dimulai dalam waktu dekat, bertepatan dengan panen raya yang diperkirakan terjadi dalam dua minggu ke depan.
Keunggulan Bobibos tidak hanya terbatas pada bahan bakar.
Proses pengolahannya juga menghasilkan produk turunan yang bernilai, termasuk pakan ternak (diperkirakan hingga 2.000 ton dari 500 hektar) dan pupuk.
Hal ini menciptakan siklus ekonomi berkelanjutan di mana pertanian tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga energi, pakan, dan pupuk.
Rencana distribusi ke depan mencakup pembangunan Bobibos Mini di tingkat desa, memungkinkan masyarakat, termasuk kelompok ibu-ibu PKK menjadi agen penjual.
Langkah ini diharapkan tidak hanya menekan harga jual, tetapi juga mendukung upaya nasional untuk mengurangi ketergantungan pada subsidi energi.
Spoiler for :























Karya anak bangsaharus kita support dengan sungguh-sungguh
Ini baru satu bidang
Harusnya sebagai sebuah negara, Indonesia harus swasembada semuanya
Bila perlu nggak perlu impor barang, tapi ekspor berbagai barang...yang diekspor ya yang nggak ada di Indonesia
Setelah swasembada pangan dan energi, lanjut ke kayak semikonduktor, manufaktur, mesin, elektronik, kimia, farmasi, elektronik, produk plastik, industri makanan n minuman, alat transportasi dari mobil, motor, pesawat dengan suku cadangnya sampai sepeda ontel dengan suku cadangnya
Nah, itu semua butuh modal...seandainya Indonesia bisa memonopoli 80% kebutuhan minyak dunia dengan Bobibos
Gampang itu, mau rencanain apa saja


bukankaum372175 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
216
Kutip
8
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan