Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Anggota Kodim Yahukimo Tewas Ditembak Perwira TNI di Keerom Papua
Anggota Kodim Yahukimo Tewas Ditembak Perwira TNI di Keerom Papua
Minggu, 7 Sep 2025 22:31 WIT

Tampilkan Caption

JAYAPURA, Seputarpapua.com | Praka Petrus Edizon Maunda tewas ditembak seorang perwira TNI di Kampung Kali Lapar 2, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua, Minggu (7/9/2025) pagi.

Dari data yang dihimpun media ini disebutkan korban merupakan anggota Babinsa yang bertugas di Kodim/1715 Yahukimo, Papua Pegunungan, namun disersi. Sedangkan terduga pelaku berpangkat Kapten dengan inisial J.

Penembakan ini terjadi sekitar pukul 08.00 WIT. Saat itu korban bersama warga sementara melaksanakan pekerjaan pengecoran.

Tak berselang lama, Kapten J datang dan menegur korban, sehingga keduanya terlibat adu mulut yang menyebabkan Kapten J melepaskan tembakan dan mengenai korban hingga meninggal dunia di tempat kejadian.

Akibat penembakan itu, keluarga dan kerabat korban melakukan blockade jalan di Kampung Kalimo, sehingga tak bisa dilalui oleh kendaraan dari Arso menuju Distrik Senggi maupun sebaliknya.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Rudi Puruwito yang dikonfirmasi membenarkan insiden penembakan ini.

Pangdam menyebut, saat ini pelaku Kapten J sudah diamankan di Pomdam XVII/Cenderawasih untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Saat ini pelaku sudah diamankan untuk didalami motif maupun kronologinya,” kata Pangdam saat dikonfirmasi Seputarpapua.com pada Minggu malam.

Penembakan oleh oknum TNI ini adalah yang kedua dalam 4 hari terakhir. Sebelumnya oknum TNI berinisial Pratu TB juga menembak seorang warga sipil bernama Lambert alias Obet di Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura pada Kamis 4 September dini hari.

Akibat penembakan itu, korban Lambert meninggal di lokasi kejadian, sementara Pratu TB telah ditahan di Pomdam XVII/Cenderawasih untuk proses hukum lebih lanjut.
https://seputarpapua.com/view/anggot...rom-papua.html



PAK-HAM Papua Kecam Penembakan Sesama Anggota TNI di Keerom
Konten Sensitif
Anggota Kodim Yahukimo Tewas Ditembak Perwira TNI di Keerom Papua

Tayang: Senin, 8 September 2025 09:49 WIT
Penulis: Yulianus Magai | Editor: Marius Frisson Yewun
zoom-inlihat foto
PAK-HAM Papua Kecam Penembakan Sesama Anggota TNI di Keerom
Kompas.com
ILUSTRASI Pembunuhan

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kasus penembakan yang melibatkan sesama anggota TNI di Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua, Minggu (7/9/2025) pagi, menuai kecaman keras. Direktur Perhimpunan Advokasi Kebijakan dan Hak Asasi Manusia Papua (PAK-HAM Papua), Mathius Murib, menilai insiden ini mencerminkan pelanggaran hukum serius yang harus segera diusut.

“Kami mengecam keras tindakan oknum TNI yang menembak mati sesama anggota di Keerom. Ini adalah bentuk kekerasan yang tidak bisa ditoleransi,” ujar Murib dalam keterangannya kepada Tribun Papua, Minggu malam.(7/9/2025).

Penembakan terjadi sekitar pukul 08.00 WIT di Kampung Kalimo, Distrik Waris. Pelaku, Kapten Inf. John (Dantim Satgas Ketapang Swasembada BAIS), menembak Praka Petrus Muenda, anggota Kodim 1715/Yahukimo yang diketahui sudah berstatus disersi.

“Awalnya korban sedang membantu warga mengaduk semen. Situasi berjalan normal hingga pelaku datang ke lokasi. Mereka sempat cekcok, lalu pelaku melepaskan tiga tembakan ke arah korban,” jelas sumber di lokasi, kata dia.

Tembakan mengenai kepala korban dan membuat Praka Petrus Muenda meninggal seketika. Warga sekitar panik, sementara sebagian berusaha menolong korban, namun nyawanya tak dapat diselamatkan.

Hingga kini motif penembakan masih simpang siur. Ada dua versi yang berkembang: Peristiwa dipicu masalah pribadi antara pelaku dan korban, sementara pihak pelaku mengklaim tindakannya merupakan bentuk pembelaan diri.


Situasi di Distrik Waris dilaporkan belum kondusif. Masyarakat bahkan berencana mendatangi Polsek Waris untuk meminta pertanggungjawaban aparat.


Menanggapi insiden ini, PAK-HAM Papua menyampaikan sikap tegas.
“Kami mendesak pimpinan TNI segera menindak dan mengusut tuntas oknum anggota yang melakukan tindakan sewenang-wenang. Tidak ada alasan apa pun untuk membenarkan penembakan di luar prosedur hukum,” tegas Murib.

Selain itu, ia juga menuntut agar hak-hak korban dan keluarga dipenuhi.

“Korban dan keluarganya berhak atas keadilan. Prinsip HAM harus ditegakkan di Papua, bukan justru diinjak oleh aparat yang seharusnya melindungi,” lanjutnya.

Murib menekankan, kasus ini menambah panjang daftar pelanggaran HAM di Papua.
“Kami sudah mencatat banyak kasus pelanggaran HAM di Papua. Pemerintah Indonesia harus segera mengambil langkah nyata untuk menghentikan kekerasan dan mewujudkan perdamaian,” pungkasnya.(*)



https://papua.tribunnews.com/news/11...tni-di-keerom.
Langsung ditembak....



0
255
4
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan