- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita Luar Negeri
Diaspora di New York, Berlin, dan Melbourne Gelar Aksi Dukung Demo di Tanah Air
TS
mabdulkarim
Diaspora di New York, Berlin, dan Melbourne Gelar Aksi Dukung Demo di Tanah Air

Diaspora di New York, Berlin, dan Melbourne menggelar aksi solidaritas berupa long march, doa, dan simbol perlawanan untuk mendukung demonstrasi di tanah air serta menyuarakan "17+8 Tuntutan Rakyat" kepada pemerintah.
2 September 2025 | 15.48 WIB
17+8 Tuntutan Rakyat diserukan figur publik dan masyarakat di media sosial. Foto: Instagram/jeromepolin
Gelombang aksi solidaritas dari diaspora Indonesia muncul di sejumlah kota dunia. Ratusan warga negara Indonesia di New York, Berlin, dan Melbourne menggelar aksi untuk mendukung demonstrasi di tanah air yang berlangsung sejak pekan lalu.
Long March di New York
Di New York, Amerika Serikat, ratusan diaspora Indonesia menggelar long march dari Central Park menuju Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York pada Senin, 1 September 2025. Aksi tersebut dipublikasikan melalui akun media sosial @logos_id di X.
“Ratusan diaspora Indonesia berjalan dari Central Park menuju KJRI New York City untuk mengenang kehilangan 10 teman selama aksi protes pekan ini,” tulis akun tersebut. Setibanya di KJRI, para peserta diterima langsung oleh Konsul Jenderal RI New York Winanto Adi.
Perwakilan massa kemudian menyerahkan dokumen “17+8 Tuntutan Rakyat” kepada Konjen Winanto. Ia berjanji tuntutan itu akan diteruskan ke Menteri Luar Negeri Sugiono. Aksi kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan menyalakan lilin untuk para korban yang meninggal dalam demonstrasi di Indonesia.
“Sesi doa dimulai sekarang. Dengan air mata, kami meratapi jiwa-jiwa teman kami dan meminta agar keadilan ditegakkan di negara kami,” tulis @logos_id.
Aksi di New York ini digelar oleh sejumlah komunitas diaspora, antara lain Amerika Bergerak, Nongki NYC, Ruang Karsa NYC, Columbia Indonesia Society, NYU Indonesia, Indo Runners New York, serta mahasiswa dan diaspora di New York, New Jersey, dan sekitarnya.
Aksi Diaspora di Melbourne
Solidaritas serupa digelar diaspora Indonesia di Melbourne, Australia, pada Selasa, 2 September 2025. Dilansir dari siaran langsung Instagram @melbournebergerak, massa mulai berkumpul di Federation Square sejak pukul 14.30 waktu setempat.
Sebelumnya, akun yang sama mengunggah ajakan aksi melalui X. “SERUAN AKSI KAWAN-KAWAN MELBOURNE DAN SEKITARNYA!! sampai jumpa di Federation Square besok 4.30 pm,” tulis @MelBergerak. Dalam seruan itu, diaspora Melbourne diminta mengenakan pakaian serba pink.
Warna ini menjadi simbol perlawanan sejak pekan lalu, ketika seorang ibu berkerudung pink ramai di media sosial karena berani berdiri menghadang barikade aparat saat demonstrasi Pink kemudian meluas menjadi penanda keberanian dalam aksi protes, baik di jalanan maupun media sosial.
Aksi di Brandenburg Gate Berlin
Pada Ahad, 31 Agustus 2025, diaspora Indonesia di Berlin, Jerman, juga menggelar aksi. Mereka berkumpul di depan Brandenburg Gate, ikon kota Berlin. Massa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta sejumlah lagu perjuangan. Para peserta turut membawa bendera merah putih sembari menyerukan solidaritas bagi warga yang berunjuk rasa di tanah air.
Gelombang aksi di luar negeri ini tak lepas dari situasi di Indonesia. Sejak Kamis, 25 Agustus 2025, unjuk rasa merebak di berbagai kota, dipicu oleh isu kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI di tengah sulitnya kondisi ekonomi.
Situasi makin memanas setelah Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, tewas dilindas kendaraan taktis Brimob. Aksi kemudian meluas ke sejumlah daerah di Tanah Air, bahkan terjadi bentrokan yang menelan korban jiwa.
17+8 Tuntutan Rakyat
Di media sosial, tuntutan publik terhimpun dalam “17+8 Tuntutan Rakyat”. Pemengaruh Jerome Poline Sijabat dan sejumlah kelompok masyarakat sipil menyerukan agar pemerintah memenuhi desakan itu.
Terdapat 17 tuntutan jangka pendek dan delapan jangka panjang. Untuk jangka pendek, publik di antaranya meminta Presiden Prabowo Subianto menarik TNI dari pengamanan sipil, menghentikan kriminalisasi demonstran, serta membentuk tim investigasi independen untuk menyelidiki kematian Affan Kurniawan dan korban lainnya.
Batas waktu pemenuhan tuntutan ditetapkan hingga 5 September 2025. Hingga kini, desakan tersebut masih ramai disuarakan di jalanan dan media sosial.
https://www.tempo.co/internasional/d...ah-air-2065850
Diaspora Indonesia di AS Serahkan Tuntutan 17+8, Konjen KJRI New York Janji Segera Sampaikan ke Menlu

Risvania Andaresta
- Selasa, 2 September 2025 | 14:01 WIB
Momen penyerahan dokumen berisi 17+8 tuntutan rakyat di KJRI New York. (x.com/logos_id)
ADVERTISEMENT
KILAT.COM - Ratusan diaspora Indonesia berkumpul di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York dengan mengenakan pakaian serba hitam.
Para diaspora itu mengadakan kegiatan doa bersama sekaligus ikut menyuarakan sejumlah tuntutan masyarakat yang ada di Tanah Air.
Pada Selasa, 2 September 2025, mereka menyerahkan dokumen berisi 17+8 tuntutan rakyat kepada Konsul Jenderal RI di New York, Winanto Adi.
Dalam foto yang dibagikan akun X @logos_id, terlihat momen Winanto menerima dokumen dari perwakilan diaspora.
Di belakang keduanya terdapat banner bertuliskan, “Affan Kurniawan - Murdered by Indonesian Police”. Affan adalah driver ojek online yang tewas dilindas rantis Brimob.
Dalam kesempatan tersebut, Konsul Jenderal berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi diaspora ini langsung kepada Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono.
Dokumen tuntutan 17+8 ini mencakup permintaan seperti penghentian tindakan represif aparat, penegakan keadilan atas korban demonstrasi, penarikan militer dari kampus dan ruang sipil, hingga revisi pasal-pasal kontroversial dalam UU ITE.
Sebelumnya saat sesi doa bersama digelar, sejumlah diaspora terlihat menangis mengenang korban jiwa dalam unjuk rasa terhadap pemerintah. (*)
https://www.kilat.com/nasional/84415...aikan-ke-menlu
tuntutan masyarakat Indonesia di luar negeri...
0
151
2
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan