- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Aktivis Maluku Terima Amplop Rp 250 Ribu Usai Doa, Diduga tuk Redam Demonstrasi


TS
mabdulkarim
Aktivis Maluku Terima Amplop Rp 250 Ribu Usai Doa, Diduga tuk Redam Demonstrasi
Aktivis Maluku Terima Amplop Rp 250 Ribu Usai Doa Bersama di Polda, Diduga tuk Redam Demonstrasi

Tayang: Sabtu, 30 Agustus 2025 23:39 WIT | Diperbarui: Sabtu, 30 Agustus 2025 23:46 WIT
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
zoom-inlihat fotoAktivis Maluku Terima Amplop Rp 250 Ribu Usai Doa Bersama di Polda, Diduga tuk Redam Demonstrasi
Sumber: Humas Polda Maluku
AKTIVIS MALUKU - Sejumlah aktivis dan OKP menghadiri acara doa lintas agama yang digelar oleh Polda Maluku, Sabtu (30/8/2025).
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Acara doa lintas agama yang digelar Polda Maluku, Sabtu (30/8/2025) berujung dugaan tak sedap.
Sejumlah aktivis dan OKP yang menghadiri acara tersebut diduga menerima amplop berisi uang senilai Rp 250 ribu per orang.
Hal memicu spekulasi bahwa ada upaya meredam rencana demonstrasi, Senin (1/9/2025) mendatang.
Diketahui, doa bersama tuk keselamatan dan perdamaian di markas Polda Maluku itu dihadiri jajaran Forkopimda, termasuk Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, dan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo.
Selain itu, hadir pula para tokoh agama, OKP, ormas, dan komunitas Ojek Online.
Ketua Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Pimpinan Kota (Pimkot) Ambon, Arvana pun menyoroti perihal amplop tersebut.
Ia menduga uang itu diberikan untuk mendiamkan para aktivis agar tidak ikut dalam aksi demonstrasi yang sedang memanas di berbagai wilayah Indonesia.
Dugaan itu diperkuat oleh beredarnya informasi di berbagai grup WhatsApp.
Menurutnya, kehadiran Ketua KNPI, Arman Kalean bersama sejumlah organisasi mahasiswi dan kepemudaan itu sebagai upaya meredam gerakan rakyat.
"Terlihat wajah asli aktivis Maluku yang berkarakter transaksional dan mental pragmatis di tengah situasi rakyat yang tertindas," ujarnya.
Diketahui, dalam pertemuan tersebut Kapolda Dadang Hartanto berharap doa bersama itu dapat memperkuat silaturahmi untuk membangun Maluku yang lebih maju.
Ia juga menyampaikan belasungkawa atas kematian seorang pengemudi ojek online yang terlindas kendaraan taktis saat demo di Jakarta, dan berharap insiden serupa tidak terjadi di Maluku.
Gubernur Hendrik Lewerissa pun senada, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas.
"Kami mengimbau masyarakat dan bekerja dan berdoa secara berkolaborasi untuk memastikan apa yang terjadi di Pulau Jawa tidak terjadi di Maluku karena tidak ada relevansinya persoalan ini di Maluku," tegas Gubernur. (*)
https://ambon.tribunnews.com/maluku/...m-demonstrasi.
Situasi Ambon sensitif.
Kalau kejadian macam di Makssar atau Mataram terjadi di Ambon akan dikhawatir memicu friksi lama yang sempat pecah beberapa waktu lalu

Tayang: Sabtu, 30 Agustus 2025 23:39 WIT | Diperbarui: Sabtu, 30 Agustus 2025 23:46 WIT
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
zoom-inlihat fotoAktivis Maluku Terima Amplop Rp 250 Ribu Usai Doa Bersama di Polda, Diduga tuk Redam Demonstrasi
Sumber: Humas Polda Maluku
AKTIVIS MALUKU - Sejumlah aktivis dan OKP menghadiri acara doa lintas agama yang digelar oleh Polda Maluku, Sabtu (30/8/2025).
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Acara doa lintas agama yang digelar Polda Maluku, Sabtu (30/8/2025) berujung dugaan tak sedap.
Sejumlah aktivis dan OKP yang menghadiri acara tersebut diduga menerima amplop berisi uang senilai Rp 250 ribu per orang.
Hal memicu spekulasi bahwa ada upaya meredam rencana demonstrasi, Senin (1/9/2025) mendatang.
Diketahui, doa bersama tuk keselamatan dan perdamaian di markas Polda Maluku itu dihadiri jajaran Forkopimda, termasuk Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, dan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo.
Selain itu, hadir pula para tokoh agama, OKP, ormas, dan komunitas Ojek Online.
Ketua Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Pimpinan Kota (Pimkot) Ambon, Arvana pun menyoroti perihal amplop tersebut.
Ia menduga uang itu diberikan untuk mendiamkan para aktivis agar tidak ikut dalam aksi demonstrasi yang sedang memanas di berbagai wilayah Indonesia.
Dugaan itu diperkuat oleh beredarnya informasi di berbagai grup WhatsApp.
Menurutnya, kehadiran Ketua KNPI, Arman Kalean bersama sejumlah organisasi mahasiswi dan kepemudaan itu sebagai upaya meredam gerakan rakyat.
"Terlihat wajah asli aktivis Maluku yang berkarakter transaksional dan mental pragmatis di tengah situasi rakyat yang tertindas," ujarnya.
Diketahui, dalam pertemuan tersebut Kapolda Dadang Hartanto berharap doa bersama itu dapat memperkuat silaturahmi untuk membangun Maluku yang lebih maju.
Ia juga menyampaikan belasungkawa atas kematian seorang pengemudi ojek online yang terlindas kendaraan taktis saat demo di Jakarta, dan berharap insiden serupa tidak terjadi di Maluku.
Gubernur Hendrik Lewerissa pun senada, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas.
"Kami mengimbau masyarakat dan bekerja dan berdoa secara berkolaborasi untuk memastikan apa yang terjadi di Pulau Jawa tidak terjadi di Maluku karena tidak ada relevansinya persoalan ini di Maluku," tegas Gubernur. (*)
https://ambon.tribunnews.com/maluku/...m-demonstrasi.
Situasi Ambon sensitif.
Kalau kejadian macam di Makssar atau Mataram terjadi di Ambon akan dikhawatir memicu friksi lama yang sempat pecah beberapa waktu lalu
0
85
1


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan