- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Kantor DPRD Solo Dibakar, Tokoh Tionghoa Ingatkan Luka 1998


TS
mabdulkarim
Kantor DPRD Solo Dibakar, Tokoh Tionghoa Ingatkan Luka 1998
Kantor DPRD Solo Dibakar, Tokoh Tionghoa Ingatkan Luka 1998: Jika Aksi Ini Meluas, Dampaknya Bisa Sangat Luas

Photo Author
Antonius Christian
- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 09:30 WIB
Kondisi gedung DPRD Kota Solo usai dibakar massa, Sabtu dini hari (30/5/2025) (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)
Kondisi gedung DPRD Kota Solo usai dibakar massa, Sabtu dini hari (30/5/2025) (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM – Luka lama kembali terusik. Kota Bengawan yang selama ini dikenal damai mendadak diguncang aksi anarkisme pada Jumat (29/8) malam hingga Sabtu (30/8) dini hari.
Amukan massa yang berujung perusakan fasilitas umum dan pembakaran Kantor DPRD Kota Solo membuat banyak tokoh masyarakat angkat bicara. Mereka menyerukan pesan damai dan mengingatkan agar Solo tidak kembali terjerumus ke dalam kegelapan seperti Mei 1998.
Tokoh Tionghoa Solo, Sumartono Hadinoto, dengan nada prihatin menegaskan bahwa kerusuhan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Menurutnya, aksi anarkisme hanya akan memperburuk keadaan dan membuat masyarakat kecil menjadi korban.
“Ya tentu kami sangat prihatin dengan apa yang terjadi di Solo malam tadi. Semoga ini menjadi yang terakhir, tidak semakin melebar seperti tragedi Mei 1998. Saya mengajak masyarakat Kota Solo, baik yang lahir di Solo maupun yang bekerja di Solo, untuk sama-sama menjaga kondusivitas kembali. Bersama Pemerintah Kota, bersama TNI dan Polri, mari kita jaga. Karena kalau sudah terlanjur seperti dulu, kita semua yang susah. Dan susahnya tidak sehari dua hari,” ujarnya, Sabtu (30/8).
Ia mengingatkan bahwa kerusakan gedung bukanlah dampak terberat. Yang lebih memukul adalah kerugian sosial dan ekonomi.
“Kalau aksi ini meluas, dampaknya sangat luas. Bisa saja tempat kerja menjadi sasaran, lalu pekerja kehilangan pekerjaan. Ekonomi yang sedang sulit bisa makin terpuruk, dan kita akan menghadapi pengangguran lebih besar. Mereka yang melakukan anarkisme ini tidak memikirkan dampak jangka panjang. Karena itu kita, wong Solo, harus segera tanggap, segera sigap. Jangan biarkan Solo terjerumus ke kerusuhan,” tegasnya.
Sebagai saksi hidup tragedi 1998, Sumartono mengaku tahu betul pahitnya luka yang ditinggalkan kerusuhan.
“Recovery Solo itu puluhan tahun. Dulu investor tidak berani masuk. Dampaknya luas sekali. Sampai sekarang, trauma itu masih ada. Saya masih menerima banyak telepon dari luar kota yang menanyakan bagaimana kondisi Solo. Mereka khawatir dengan apa yang terjadi. Jadi mari wong Solo berkontribusi nyata menjaga kota ini tetap damai,” ucapnya.
Lebih jauh, ia bahkan mengungkap sisi personal dari trauma yang belum hilang usai kejadian 98 pecah.
“Banyak teman saya sampai sekarang masih tidur membawa pedang, karena takut sewaktu-waktu anarkisme meluas. Saya sendiri sampai pasang hidran di rumah karena trauma kejadian dulu. Itulah sebabnya saya mohon, jangan sampai Solo diizinkan kembali jatuh ke dalam kerusuhan,” imbuhnya. (atn/nik)
https://radarsolo.jawapos.com/solo/8...sa-sangat-luas
Mari Saling Menjaga, Warga Solo Kembali Beraktivitas Normal Pascaaksi Massa

author
Dhima Wahyu Sejati - Espos.id
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 12:06 WIB
normal sedang besar
share
Mari Saling Menjaga, Warga Solo Kembali Beraktivitas Normal Pascaaksi Massa
ESPOS.ID - Arus lalu lintas di Jl Jenderal Sudirman kawasan Balai Kota Solo lancar, Sabtu (30/8/2025), lancar. (tangkapan layar CCTV Dishub Solo)
Esposin, SOLO—Situasi Kota Solo pada Sabtu (30/8/2025) sudah mulai kondusif pascaaksi massa yang diwarnai perusakan sejumlah fasilitas umum (fasum) sehari sebelumnya. Meski begitu, masih tampak puing-puing fasum yang rusak terutama di area Gendung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Manahan, dan Bundaran Gladak.
Pantauan Espos, Sabtu pagi, arus lalu lintas di Solo ramai lancar. Tampak warga sudah beraktivitas kembali seperti biasa.
Terbesar di Indonesia, Portofolio Sustainable Finance BRI Capai Rp807,8 Triliun
Sementara itu, kerusakan terpantau di kompleks DPRD Solo yang dibakar oleh massa pada Jumat (29/8/2025) dini hari. Gedung yang dibakar adalah sekretariat dewan atau setwan.
Pagi ini, warga memadati area depan gedung DPRD karena penasaran. Sejumlah orang juga tampak mengeluarkan ponsel untuk mengabadikan kondisi tersebut.
Tampak petugas pemadam kebakaran masih stand by di lokasi untuk membereskan bekas kebakaran. Adapun, gedung dua lantai itu masih berdiri meski hangus terbakar.
Kerusakan juga terjadi di Jl. Adi Sucipto depan Fave Hotel Manahan Solo. Pembatas jalan di tengah jalur rusak berserakan. Namun hal itu tidak sampai mengganggu pengguna jalan.
Kemudian, di depan Mako Brimob Solo di kawasan Manahan yang menjadi lokasi bentrok massa dan polisi pada Jumat juga sudah kondusif. Meski begitu, tampak pagar Mako Brimob rusak. Arus lalu lintas di sekitar lokasi itu ramai lancar.
Sementara itu, kondisi di bundaran Gladak atau area patung Slamet Riyadi juga kembali normal. Semalam, di situ terjadi aksi massa diwarnai perusakan sejak pukul 19.00 WIB hingga 23.00 WIB.
Kerusakan yang paling parah adalah area pembatas di tengah jalan. Pot bunga yang menjadi pembatas jalan itu pecah hingga membuat tanah berserakan. Kondisi jalan pun menjadi berdebu. Bahkan, gapura buatan Pasar Sekaten Solo juga rusak dan tadi malam sempat dibakar massa.
Selain itu, di tiga titik lokasi itu juga banyak coretan vandalisme. Coretan bernada provokatif itu mengotori fasilitas umum dan Jl. Slamet Riyadi, terutama di area Gladak. Petugas kebersihan dari DLH Solo dikerahkan membersihkan area Gladak.
Sebelumnya, Wali Kota Solo Respati Ardi mengimbau masyarakat menjaga kondusivitas pascaterjadinya aksi massa yang berujung pada kerusakan sejumlah fasilitas umum pada Jumat (29/8/2025). Dia meminta masyarakat tetapt tenang serta menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan masing-masing.
Hal itu diungkapkannya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @respatiardi pada Sabtu (30/8/2025) dini hari.
"Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Saya Respati Wali Kota Surakarta, mengimbau untuk seluruh warga Kota Surakarta untuk tetap kondusif, untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan kota. Jangan terprovokasi. Kami di seluruh jajaran Pemerintah Kota Surakarta, kita berjaga, menjaga kewilayahan masing-masing. Di sini ada perangkat-perangkat daerah kecamatan. Kami pun juga siap menertibkan kebersihan-kebersihan. Jangan takut warga Solo, kami semua tetap akan membersamai di kewilayahan-kewilayahan Anda. Dan tetap di rumah, jaga kondusivitas semuanya. Mari kita jaga kota kita tercinta, terima kasih. Wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh," demikian ungkap Respati dalam video yang diunggah akun @respatiardi.
Diberitakan, situasi ricuh itu bermula lantaran demo pengemudi ojek daring (online) di Mako Brimob Solo, Jumat. Namun, situasi memanas ketika massa bergeser di Gladak, kemudian di DPRD Solo. Massa yang ricuh diketahui tidak memakai baju Ojol, melainkan baju serba hitam.
Aksi di Mako Brimob Solo tersebut awalnya merupakan bentuk solidaritas untuk pengemudi Ojol, yakni Affan Kurniawan, korban insiden kendaraan taktis Brimob dalam aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
https://solopos.espos.id/mari-saling...-massa-2136527
semoga Solo dan kota-kota lain kondusif secara demo masih lanjut hari ini...

Photo Author
Antonius Christian
- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 09:30 WIB
Kondisi gedung DPRD Kota Solo usai dibakar massa, Sabtu dini hari (30/5/2025) (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)
Kondisi gedung DPRD Kota Solo usai dibakar massa, Sabtu dini hari (30/5/2025) (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM – Luka lama kembali terusik. Kota Bengawan yang selama ini dikenal damai mendadak diguncang aksi anarkisme pada Jumat (29/8) malam hingga Sabtu (30/8) dini hari.
Amukan massa yang berujung perusakan fasilitas umum dan pembakaran Kantor DPRD Kota Solo membuat banyak tokoh masyarakat angkat bicara. Mereka menyerukan pesan damai dan mengingatkan agar Solo tidak kembali terjerumus ke dalam kegelapan seperti Mei 1998.
Tokoh Tionghoa Solo, Sumartono Hadinoto, dengan nada prihatin menegaskan bahwa kerusuhan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Menurutnya, aksi anarkisme hanya akan memperburuk keadaan dan membuat masyarakat kecil menjadi korban.
“Ya tentu kami sangat prihatin dengan apa yang terjadi di Solo malam tadi. Semoga ini menjadi yang terakhir, tidak semakin melebar seperti tragedi Mei 1998. Saya mengajak masyarakat Kota Solo, baik yang lahir di Solo maupun yang bekerja di Solo, untuk sama-sama menjaga kondusivitas kembali. Bersama Pemerintah Kota, bersama TNI dan Polri, mari kita jaga. Karena kalau sudah terlanjur seperti dulu, kita semua yang susah. Dan susahnya tidak sehari dua hari,” ujarnya, Sabtu (30/8).
Ia mengingatkan bahwa kerusakan gedung bukanlah dampak terberat. Yang lebih memukul adalah kerugian sosial dan ekonomi.
“Kalau aksi ini meluas, dampaknya sangat luas. Bisa saja tempat kerja menjadi sasaran, lalu pekerja kehilangan pekerjaan. Ekonomi yang sedang sulit bisa makin terpuruk, dan kita akan menghadapi pengangguran lebih besar. Mereka yang melakukan anarkisme ini tidak memikirkan dampak jangka panjang. Karena itu kita, wong Solo, harus segera tanggap, segera sigap. Jangan biarkan Solo terjerumus ke kerusuhan,” tegasnya.
Sebagai saksi hidup tragedi 1998, Sumartono mengaku tahu betul pahitnya luka yang ditinggalkan kerusuhan.
“Recovery Solo itu puluhan tahun. Dulu investor tidak berani masuk. Dampaknya luas sekali. Sampai sekarang, trauma itu masih ada. Saya masih menerima banyak telepon dari luar kota yang menanyakan bagaimana kondisi Solo. Mereka khawatir dengan apa yang terjadi. Jadi mari wong Solo berkontribusi nyata menjaga kota ini tetap damai,” ucapnya.
Lebih jauh, ia bahkan mengungkap sisi personal dari trauma yang belum hilang usai kejadian 98 pecah.
“Banyak teman saya sampai sekarang masih tidur membawa pedang, karena takut sewaktu-waktu anarkisme meluas. Saya sendiri sampai pasang hidran di rumah karena trauma kejadian dulu. Itulah sebabnya saya mohon, jangan sampai Solo diizinkan kembali jatuh ke dalam kerusuhan,” imbuhnya. (atn/nik)
https://radarsolo.jawapos.com/solo/8...sa-sangat-luas
Mari Saling Menjaga, Warga Solo Kembali Beraktivitas Normal Pascaaksi Massa

author
Dhima Wahyu Sejati - Espos.id
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 12:06 WIB
normal sedang besar
share
Mari Saling Menjaga, Warga Solo Kembali Beraktivitas Normal Pascaaksi Massa
ESPOS.ID - Arus lalu lintas di Jl Jenderal Sudirman kawasan Balai Kota Solo lancar, Sabtu (30/8/2025), lancar. (tangkapan layar CCTV Dishub Solo)
Esposin, SOLO—Situasi Kota Solo pada Sabtu (30/8/2025) sudah mulai kondusif pascaaksi massa yang diwarnai perusakan sejumlah fasilitas umum (fasum) sehari sebelumnya. Meski begitu, masih tampak puing-puing fasum yang rusak terutama di area Gendung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Manahan, dan Bundaran Gladak.
Pantauan Espos, Sabtu pagi, arus lalu lintas di Solo ramai lancar. Tampak warga sudah beraktivitas kembali seperti biasa.
Terbesar di Indonesia, Portofolio Sustainable Finance BRI Capai Rp807,8 Triliun
Sementara itu, kerusakan terpantau di kompleks DPRD Solo yang dibakar oleh massa pada Jumat (29/8/2025) dini hari. Gedung yang dibakar adalah sekretariat dewan atau setwan.
Pagi ini, warga memadati area depan gedung DPRD karena penasaran. Sejumlah orang juga tampak mengeluarkan ponsel untuk mengabadikan kondisi tersebut.
Tampak petugas pemadam kebakaran masih stand by di lokasi untuk membereskan bekas kebakaran. Adapun, gedung dua lantai itu masih berdiri meski hangus terbakar.
Kerusakan juga terjadi di Jl. Adi Sucipto depan Fave Hotel Manahan Solo. Pembatas jalan di tengah jalur rusak berserakan. Namun hal itu tidak sampai mengganggu pengguna jalan.
Kemudian, di depan Mako Brimob Solo di kawasan Manahan yang menjadi lokasi bentrok massa dan polisi pada Jumat juga sudah kondusif. Meski begitu, tampak pagar Mako Brimob rusak. Arus lalu lintas di sekitar lokasi itu ramai lancar.
Sementara itu, kondisi di bundaran Gladak atau area patung Slamet Riyadi juga kembali normal. Semalam, di situ terjadi aksi massa diwarnai perusakan sejak pukul 19.00 WIB hingga 23.00 WIB.
Kerusakan yang paling parah adalah area pembatas di tengah jalan. Pot bunga yang menjadi pembatas jalan itu pecah hingga membuat tanah berserakan. Kondisi jalan pun menjadi berdebu. Bahkan, gapura buatan Pasar Sekaten Solo juga rusak dan tadi malam sempat dibakar massa.
Selain itu, di tiga titik lokasi itu juga banyak coretan vandalisme. Coretan bernada provokatif itu mengotori fasilitas umum dan Jl. Slamet Riyadi, terutama di area Gladak. Petugas kebersihan dari DLH Solo dikerahkan membersihkan area Gladak.
Sebelumnya, Wali Kota Solo Respati Ardi mengimbau masyarakat menjaga kondusivitas pascaterjadinya aksi massa yang berujung pada kerusakan sejumlah fasilitas umum pada Jumat (29/8/2025). Dia meminta masyarakat tetapt tenang serta menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan masing-masing.
Hal itu diungkapkannya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @respatiardi pada Sabtu (30/8/2025) dini hari.
"Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh. Saya Respati Wali Kota Surakarta, mengimbau untuk seluruh warga Kota Surakarta untuk tetap kondusif, untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan kota. Jangan terprovokasi. Kami di seluruh jajaran Pemerintah Kota Surakarta, kita berjaga, menjaga kewilayahan masing-masing. Di sini ada perangkat-perangkat daerah kecamatan. Kami pun juga siap menertibkan kebersihan-kebersihan. Jangan takut warga Solo, kami semua tetap akan membersamai di kewilayahan-kewilayahan Anda. Dan tetap di rumah, jaga kondusivitas semuanya. Mari kita jaga kota kita tercinta, terima kasih. Wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh," demikian ungkap Respati dalam video yang diunggah akun @respatiardi.
Diberitakan, situasi ricuh itu bermula lantaran demo pengemudi ojek daring (online) di Mako Brimob Solo, Jumat. Namun, situasi memanas ketika massa bergeser di Gladak, kemudian di DPRD Solo. Massa yang ricuh diketahui tidak memakai baju Ojol, melainkan baju serba hitam.
Aksi di Mako Brimob Solo tersebut awalnya merupakan bentuk solidaritas untuk pengemudi Ojol, yakni Affan Kurniawan, korban insiden kendaraan taktis Brimob dalam aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
https://solopos.espos.id/mari-saling...-massa-2136527
semoga Solo dan kota-kota lain kondusif secara demo masih lanjut hari ini...


itkgid memberi reputasi
1
269
21


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan